KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Dia mantan isteriku


__ADS_3

"Tuh kan orang yang kita tunggu sudah datang." ucap Gunawan.


"Ya harus datang dong, Mas. kalau nggak datang gimana?" Jawab Safira.


"Aku mau ke sana dulu, mau lihat Dia datang sendiri atau sama paman." ucap Gunawan.


"Ya udah kalau gitu, nanti Mbak Andira suruh kemari ya Mas, sekalian bilang sama dia untuk mengganti pakaiannya. nggak cocok pakaian seperti itu dipakai untuk kegiatan kerja bakti." ucap Safira yang membuat Gunawan ingin tertawa namun pria itu menahannya.


Langkah kaki Gunawan mendekati Andira yang ternyata datang bersama dengan dua putranya yang sudah remaja. "Loh kok kamu datang sama mereka?" tanya Gunawan kepada Andira.


"Memangnya kenapa? kamu nggak suka ya Aku membawa anak-anakku?" tanya Andira.


"Ya nggak gitu, ini itu lagi kerja bakti bukan mau main-main." jawab Gunawan.


"Kami ke sini nggak mau main-main kok, Om. kami ke sini mau mencari Sheila." jawab dua putra Andira.


"Kalau mau mencari Sheila nggak ada di sini, Sheila ada di rumah sama si kembar." jawab Gunawan.


"Ya sudah kalau begitu, Kami akan pergi ke tempat gadis kecil kesayangan kami." jawab 2 Putra Andira.


"Kamu pulang sana ganti baju nanti ke sini lagi." usir Gunawan kepada Andira.


"Lho.., Memangnya kenapa? kenapa aku harus ganti baju?" tanya Andira kepada Gunawan.


"Ya nggak mungkin kan, kamu memakai pakaian itu sembari naik turun tangga untuk membersihkan langit-langit sama memotong rumput?" tanya Gunawan sambil melihat pakaian Andira dari atas sampai ke bawah.


"Cih Kamu ini kenapa nggak bilang dari tadi? Kalau aku tahu kan aku bakal membawa pakaian." ucap Andira.


"Lalu, kamu ke sini itu enggak bawa pakaian? aku yakin kalau kamu ke sini itu nggak bawa pakaian nanti ujung-ujungnya mau beli pakaian di luar kan? Aduh kamu ini dasar wanita pemboros, Pantas aja Paman selalu menggerutu kepadaku. Paman bilang kalau kamu itu wanita paling boros di dunia ini." cibir Gunawan.


"Kamu itu pria tapi kenapa mulutmu itu seperti wanita ember, banyak lapnya dan suka bermulut besar." ucap Andira yang membuat Gunawan malah berkacak pinggang sembari menatap Andira.


"Dasar kamu ini kurang ajar banget sih, gini-gini aku tu keponakanmu loh, kok kamu kurang ajar ya udah tua harusnya kamu itu aku panggil bibi. Kenapa malah kamu tidak mau!" bentak Gunawan.


"Kamu ini ngomong apaan sih, ngomongnya kok melebihi haluan? kamu ini dari lama-kelamaan kok kamu ini ngomongnya Halu banget sih." jawab Andira yang kemudian masuk ke dalam mobil bersama dua putranya.


Sekitar beberapa jam kemudian akhirnya orang-orang beristirahat untuk makan, terlihat di sana semua warga begitu antusias dalam pembangunan sekolah gratis atau sekolah bayar seikhlasnya. langkah kaki seorang wanita datang mendekati Rudi yang sedang duduk bersama sang istri.


"Buka mulutnya mas." pinta Fenty.

__ADS_1


Seketika Rudi membuka mulutnya dan menerima suapan dari sang istri, seorang wanita nampak langsung duduk di samping Rudi dengan raut wajah yang benar-benar begitu licik.


"Boleh dong aku juga disuapin." ucap Putri yang tiba-tiba berada di samping Rudi hingga membuat Rudi langsung terkejut.


Uhuk.


Uhuk..


seketika Rudi langsung tersedak saat menoleh dan menatap Putri sudah ada di sampingnya.


"Putri kamu juga ikut kerja bakti?" tanya Fenty kepada putri.


"Iya dong, Masa nggak ikut sih Nanti aku dibilang nggak sportif." jawab Putri sambil tersenyum. wanita itu tersenyum namun Rudi yang melihat hal itu senyuman Putri itu bagaikan jebakan yang sudah dipersiapkan di depan matanya.


"Kamu sudah makan, Putri?" tanya Fenty.


"Belum, Aku belum ambil makanan." jawab Putri.


"Apa kamu nggak mau ambil makanan, ayo aku antar kamu ambil makanan." ajak Fenty yang membuat Putri langsung berdiri dan mengikuti wanita tersebut.


Ketika mengambil makanan tanpa sengaja Safira melihat seorang wanita yang begitu familiar di pandangannya. seorang wanita yang begitu dia benci dan seorang wanita yang sudah menyakitinya semenjak lama ini.


Sesaat kemudian Gunawan mendekati sang istri yang dari tadi melihat seseorang tanpa bergerak sama sekali. "Apa yang kamu liha, sayang?" tanya Gunawan kepada sang istri.


"Mas ini penglihatanku atau benar-benar dia?" tanya Safira.


"Maksudmu?" tanya Gunawan kembali.


"Apakah dia itu Putri atau tidak Mas? atau aku cuma berhalusinasi?" tanya Safira.


Gunawan melihat ke arah tunjukkan tangan sang istri pria itu melihat seorang wanita yang sudah menyakiti istrinya berulang kali. "Ngapain wanita itu ke sini?" tanya Gunawan.


"Fia benar-benar Putri kan, Mas." banyak Safira.


"Ya tentu aja sayang, ngapain itu wanita ke sini? apa dia mau melakukan sesuatu atau dia mau merencanakan sesuatu?" tanya Rudi.


"Aku tidak tahu Mas Kenapa dia ada di sini lalu ngapain dia bersama dengan anak pak lurah?" tanya Safira.


"Kamu jangan ke sana Sayang, jika kamu ke sana itu akan menyakitimu." ucap Gunawan.

__ADS_1


"Buat apa Mas, aku tersakiti. toh semuanya sudah berjalan pada tempatnya, yang aku cemaskan itu adalah Mas Rudi aku yakin wanita itu berusaha melakukan sesuatu kepada Mas Rudi." ucap Safira.


"Maksudmu?" tanya Gunawan.


"Lihatlah Mas, Dia mendekati istri mas Rudi aku yakin wanita itu ingin melakukan sesuatu kepada Mas Rudi." ucap Safira yang membuat Gunawan menatap istrinya.


"Maksudmu, sayang?" tanya gunawan.


"Putri adalah orang yang memiliki dendam yang sangat besar Mas aku yakin wanita itu ingin melakukan sesuatu kepada Mas Rudi. dia tidak akan membiarkan masuk di bahagia ketika dia tahu pria itu sudah menikah lagi, lihatlah Dia terus-menerus mendekati istrinya Aku yakin dia berusaha untuk melakukan sesuatu kepada wanita itu." jawab Safira yang membuat Gunawan langsung terdiam.


Di tempat lain seorang pria tua juga melihat gelagat Rudi yang benar-benar sangat aneh.


"Bisa aku bicara sebentar?" tanya Pak lurah kepada Rudi.


"Iya Pak, Ada apa." jawab Rudi.


"Kemarilah sebentar, Aku ingin berbicara denganmu." jawab Pak lurah.


Pak lurah dan Rudi pergi ke suatu tempat yang tidak banyak orang. "Apakah kamu mengenal wanita itu, Rudi?" tanya Pak lurah kepada menantunya.


"Apa Bapak dapat melihat kelakuan wanita itu?" tanya Rudi.


"Iya, bisakah kamu menceritakan semuanya, Rudi. Aku tidak ingin kamu menyembunyikan sesuatu." ucap pak lurah yang membuat Rudi menganggukkan kepalanya. mau tidak mau Rudi harus menceritakan Siapa istri keduanya setelah Safira, terlihat pria itu berusaha untuk menata kata-katanya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan

__ADS_1


__ADS_2