KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Putri mengejar Rudi dan Gunawan


__ADS_3

Berdiri ku memandang langit


menatap senja yang berwarna begitu indah matahari tidak nampak pagi ini


karena mendung menutupi langit


Hati gundah gulana Karena rasa sedih menatap sang kekasih yang terlihat merana air mata jatuh dari pipi


ketika cinta itu berhadapan namun tak tergapai


Rasa sakit karena cinta


menderita sendiri tidak ada yang menemani berlabuh pada kesedihan


menatap langit ketika mendung telah hilang kucari kebahagiaan yang mungkin menantiku di seberang tempat yang indah yang mungkin akan ku gapai.


***


Waspada, itulah yang sekarang dirasakan oleh Safira, Fenty serta Rudi. Rudi dan Safira selalu yakin kalau Putri pasti akan memiliki rencana busuk untuk menghancurkan kebahagiaan mereka. walaupun Rudi sudah memberitahukan sang istri mengenai Mantan istrinya tersebut Namun rasa takut itu masih membelenggu di hati Rudi. tentu saja Rudi takut karena pria itu juga tahu bagaimana sifat istrinya, putri adalah wanita yang akan selalu berusaha untuk mengambil apa yang dia inginkan, wanita itu tidak peduli bagaimanapun caranya dia pasti akan mendapatkan sesuatu yang dia inginkan.


** Dua hari kemudian **


Terlihat di salah satu tempat yang ada di desa itu, salah satu warga sedang mengadakan hajatan di rumahnya. di sana terlihat Gunawan dan Rudi yang sedang membantu tetangganya tersebut, Sedangkan Safira dan Fenty mereka berada di salah satu ruangan di tempat tersebut.


Putri tidak mau kalah, wanita itu yakin kalau Rudi ataupun Safira berada di sana. terlihat wanita itu berdiri menatap Rudi dan suami sahabatnya tersebut.


"Enak sekali Safira mendapatkan kebahagiaan bersama pria itu, walaupun sekarang dia tidak kaya raya namun dia masih memiliki semua kekayaan di desa ini. buktinya dia adalah tuan tanah, juragan dan orang terpandang di desa ini. aku tidak akan membiarkan Safira hidup bahagia aku pasti akan menghancurkan kebahagiaan itu bagaimanapun caranya." ucap Putri yang dari tadi menatap Rudi dan Gunawan. wanita itu berpikir jika tidak bisa menghancurkan Rudi, maka dia harus menghancurkan Safira dengan cara yang sama yaitu mengambil suaminya.


Terbersit pikiran licik mulai terlihat kembali, Putri akan menggunakan rencana cadangan. dia harus mendapatkan kembali Rudi sekaligus mengganggu rumah tangga Safira, wanita itu tidak merasa pernah merasakan kapok sama sekali otaknya selalu saja dipenuhi dengan pikiran licik, picik dan selalu iri dengan kebahagiaan orang lain.


"Oh ya Mas Gunawan, bagaimana kelanjutan dari sekolah itu?" tanya Rudi.


"Aku sudah mendapatkan 3 guru yang bisa mengajar di sana, selebihnya Itu terserah Istriku. kamu tahu sendiri kan kalau wanita itu tidak mau menerima saran dari kita." jawab Gunawan.


"Iya Mas tapi kira-kira butuh berapa bulan lagi sekolah itu akan dibuka?" tanya Rudi.

__ADS_1


"Memangnya kamu sudah mendapat guru di kota? katanya kamu mencoba untuk menawarkan kepada teman-temanmu?" tanya Gunawan kepada Rudi.


"Ya Mas, Kalau tidak salah sih lumayan banyak. katanya Mereka di sana sudah bingung dengan kehidupan kota." jawab Rudi.


"Kalau kita sudah mempersiapkan segalanya apalagi donaturnya kan sudah banyak, Andira mendapatkan donatur yang sangat luar biasa berkat mulut embernya itu." ucap Gunawan sambil tersenyum.


"Tapi kalau tidak berkat Dia, mungkin kita tidak akan mendapatkan bantuan secepat ini." jawab Rudi.


"Kamu benar sih, jadi nanti kita akan membuat semua ini dengan cepat agar sekolah ini Cepat dibuka. Kamu tahu kan aku terkadang kasihan saat melihat beberapa anak yang harus putus sekolah karena tidak mampu membayar biaya sekolah. di sini memang ada sekolah negeri tapi kalau untuk menampung siswa sebanyak itu ya sekolahnya tidak cukup lah." ucap Gunawan.


"Mas Gunawan benar sih, kalau menampung segitu banyak siswa bisa-bisa sekolahnya roboh." jawab Rudi.


Percakapan dua pria itu akhirnya terganggu dengan kedatangan Putri yang tiba-tiba berada di sana.


"Kalian lagi ngapain?" tanya Putri kepada Rudi dan Gunawan.


Dua pria itu langsung menoleh ke arah asal suara, tatapan mata Rudi dan Gunawan menatap wanita pengganggu yang ada di depan mereka.


"Bisa aku bantu Mas?" tanya Putri.


Seketika Gunawan langsung mengangkat salah satu tangannya. "Oh ya Rudi, bukankah kita harus mengangkat panci besar yang ada di belakang." ucap Gunawan yang membuat Rudi langsung mengerti maksud dari perkataan dari Gunawan.


"Kamu benar sekali, malah nanti kita tidak dibukakan kamar waktu malam." canda Gunawan yang membuat Rudi tertawa terbahak-bahak.


Seketika dua pria itu langsung meninggalkan Putri, sedangkan Putri yang melihat hal itu tentu saja Wanita itu sangat geram luar biasa.


"Memangnya apa sih kehebatan dua wanita itu hingga kedua pria ini tidak menggubris ku." gerutu Putri yang terlihat menatap kepergian dua pria itu.


Sesaat kemudian seorang pria yang benar-benar mempunyai tingkat keanehan luar biasa itu mendekati Putri.


"Halo cantik, apa kamu mau aku temani?" tanya seorang pria yang benar-benar sangat menjengkelkan luar biasa. seketika Putri menoleh menatap orang aneh yang sudah bertanya kepadanya tersebut. "Pergi, hus hus kamu itu mengganggu saja." ucap Putri yang kemudian pergi dari tempat tersebut.


Sedangkan Gunawan dan Rudi yang melihat hal itu seketika mereka mempunyai rencana yang sangat luar biasa. "Mas tahu nggak, aku punya rencana apa." ucap Rudi.


"Apa?" tanya Gunawan.

__ADS_1


"Gimana kalau wanita itu kita jodohkan sama pria tua itu, biar dia tidak mengganggu kita." jawab Rudi yang membuat Gunawan tertawa.


"Hahaha..., kamu pintar juga." ucap Gunawan yang membuat Rudi langsung tertawa lepas.


"Kalian ini lagi ngapain sih, kok pada ketawa di tempat ini?" tanya Safira.


"Tadi ada setan krincing yang mengganggu kami." ucap Rudi.


"Setan krincing, setan krincing siapa Mas?" tanya Fenti.


Kedua pria itu menunjuk ke arah seorang wanita yang dari tadi dikejar oleh pria setengah baya yang berpakaian begitu nyentrik.


"Ya ampun, jadi dia mengganggu Putri?" tanya Safira.


"Kami mau menjodohkan mereka biar wanita itu tidak mengganggu kami." jawab Rudi yang membuat dua wanita itu langsung tersenyum geli dengan jawaban para suami mereka.


"Ya ellah...," ucap Safira.


Putri benar-benar mendapatkan pelajaran yang sangat luar biasa, dia benar-benar sangat kesal karena dari tadi dikejar oleh pria tua yang benar-benar menjengkelkan.


"Pergi, pergi kamu!!" seru Putri yang terlihat berlari meninggalkan tempat tersebut.


Sedangkan pria tua itu dia malah tertawa terbahak-bahak sembari merentangkan tangannya untuk memeluk Putri, kejadian itu menjadi kejadian yang sangat lucu karena para tamu melihat Putri yang sedang dikejar-kejar oleh seorang pria yang memang selalu menyukai wanita muda.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri

__ADS_1


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan


__ADS_2