KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Hukuman seumur hidup untuk Satria


__ADS_3

Satu minggu kemudian


RUANG PERSIDANGAN


"Sesuai dengan kejahatan yang sudah dilakukan oleh Tuan Satria selama ini, pengadilan memutuskan untuk memberikan hukuman seumur hidup tanpa pengurangan hukuman sama sekali!!" seru pak hakim yang sudah memberikan keputusan.


Satria benar-benar sangat marah, dia tidak bisa menerima semua kebenaran yang sekarang dia hadapi. niat hati dia ingin menghancurkan Reno dan Gunawan malah sekarang dia membusuk di penjara seumur hidupnya. tubuhnya sudah tidak sempurna Setelah mendapatkan tembakan dari para polisi.


"Aku tidak boleh dihukum seumur hidup!!" teriak Satria yang tidak terima dengan keputusan yang sudah diputuskan.


Sebuah senyum ditunjukkan oleh Gunawan, pria itu terlihat berdiri sembari menunjukkan senyum puasnya. Satria yang melihat hal itu tentu saja pria itu marah, dia seharusnya bisa menghancurkan Gunawan untuk yang kedua kalinya, malah sekarang dia akan membusuk di penjara dengan semua kekayaannya yang sudah hilang.


"Bersiap-siaplah, sebentar lagi kamu akan membusuk di penjara." ucap Gunawan yang membuat Satria bertambah semakin murka.


"Aku tidak akan pernah melepaskan Kalian!!" teriak Satria.


"Membusuklah dipenjara." bentak Reno yang terlihat begitu puas dengan persidangan hari ini.


Mirasti yang juga datang ke tempat itu wanita itu benar-benar merasa bahagia, kesakitan yang dia rasakan selama 18 tahun itu akan dirasakan oleh Satria juga. kebencian yang ditunjukkan oleh orang-orang yang ada di ruangan itu kepada Satria membuat Satria begitu murka, para petugas penjara langsung menarik tubuh Satria dan tidak akan membiarkan pria itu bertindak seenaknya.


"Akhirnya pria itu membusuk dipenjara, dia akan menerima semua hukuman atas apa yang sudah dia lakukan, dia akan menjadi kotoran di dalam penjara." Mirasti tidak menyangka kalau hari ini akan tiba juga. hari di mana Satria akan menerima karma atas semua yang dia lakukan. semua yang dia perbuat kini sudah mendapatkan ganjarannya.


*Lebih baik kita kembali ke rumah kita masing-masing, hari ini adalah hari yang melelahkan." ucap Gunawan.


"Ini semua berkat putrimu, Gunawan. ini semua rencana yang dia buat." paman Ferdi yang sudah berada di samping Gunawan.


"Ya Semua ini berkat dirimu, Ferdi. kamu selalu membuat putriku suka bermain dengan masalah besar. Lihatlah Sekarang dia sudah menjadi murid mu, kesayanganmu bahkan dia selalu saja mencari masalah untuk membebaskan pikiran liarnya itu." sindir Gunawan yang membuat paman Ferdi nampak tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha..., ayolah Gunawan. kenapa kamu harus marah seperti itu. Aku ini saudaramu loh, kamu lupa kalau aku ini adalah adik dari pamanmu!!" seru Paman Ferdi yang membuat Gunawan hanya menghela nafasnya.


"Kamu sama Andira sama saja, sama-sama menyebalkan. memang kalian adalah orang paling menyebalkan di dunia ini." gerutu Gunawan.

__ADS_1


"Sudahlah Papa, ayo kita pulang kalau Papa berdebat dengan paman Ferdi Papa pasti kalah telak. Papa bukan saingan Paman." Sheila yang kemudian menarik pamannya untuk segera pulang.


"Ya sudah kalau begitu, ayo kita pulang, Papa tidak akan mungkin mengalahkan pria itu. kau tahu pria itu sangat menyebalkan Bahkan dia itu biang kerok." ucap Gunawan yang kemudian pergi dari ruang persidangan.


Paman Ferdi nampak tertawa terbahak-bahak, pria itu memang dari dulu sampai sekarang adalah saingan Gunawan dalam segala hal. namun mereka berbeda aliran karena aliran mereka aliran kanan dan kiri.


"Papamu kalau ketemu Paman Ferdi, dia selalu seperti itu. dia pasti menggerutu panjang lebar, nanti papamu sampai di rumah pasti minta buatkan ini itu." Safira yang juga ikut kesal.


Seorang pria nampak menatap Sheila dengan semua kemampuannya, wanita berumur 19 tahun dengan semua cerita dalam kehidupannya.


"Kamu tahu Reno, Mama sangat menyukai wanita itu. dapatkan dia dan buat dia menjadi menantu Mama. akan sangat bodoh Jika kamu kehilangan dia, buat dia menjadi istrimu, Reno." bisik Mirasti di telinga putranya. wanita itu memang suka dengan semua sikap yang selalu ditunjukkan oleh Sheila, begitu tangguh kuat bahkan wanita itu benar-benar memiliki pemikiran yang sangat luar biasa.


"Aku tidak akan memaksanya, Mama. akan kubuat dia juga mencintaiku, Aku mencintainya ketika pertama kali bertemu. aku tidak akan melepaskan dia bagaimanapun caranya, dia adalah milikku dia akan selalu menjadi milikku sampai kapanpun." jawab Reno yang kemudian tersenyum.


"Mas!" Panggil Sheila.


"Iya." jawab Reno.


"Memangnya kamu mau ke mana." selidik Reno yang tidak akan membiarkan Sheila lepas begitu saja.


"Aku mau pergi ke suatu tempat, Mas. mungkin di luar pulau sih, soalnya Paman Ferdi sedang menyelidiki beberapa kasus mengenai perselingkuhan." jawab Sheila.


"Kalau begitu berikan aku alamat lengkap dan semuanya." minta Reno.


"Memangnya untuk apa, Mas? apakah untuk persetujuan agar aku bisa izin, Kok aneh sih?" tanya Sheila.


"Bukannya seperti itu, Sheila. aku kan cuma mau tahu kalau ada sesuatu sama kamu, aku bisa langsung menjemputmu begitu." jawab Reno yang membuat Sheila menganggukkan kepalanya.


"Mungkin di sekitar wilayah bandar Lampung, Mas. Paman Ferdi ada klien di sana dan mereka harus menyelidiki beberapa kasus, begitu." jawab Sheila.


"Ya sudah kalau begitu, Kamu nanti kirimkan alamat lengkapnya. Oh ya Kamu memangnya mau berangkat kapan?" tanya Reno.

__ADS_1


"Mungkin nanti malam Mas, soalnya besok pagi kami sudah memulai menyelidiki mengenai suami klien Paman Ferdi yang membunuh selingkuhannya itu." jawab Sheila.


"Ya sudah kalau begitu, nanti kalau ada sesuatu hubungi aku." pinta Reno.


"Oke." jawab Sheila yang kemudian pergi.


Hari ini Sheila akan berangkat ke Lampung untuk menyelesaikan sebuah kasus sedangkan, Reno sendiri pria itu sudah memutuskan akan mengikuti Sheila ke mana pun dia pergi. dia tidak akan membiarkan wanita itu terjerat pria lain, walaupun pria itu kaya Namun ternyata Reno adalah tingkat pria bucin yang apabila jatuh cinta dia tidak akan melepaskan wanita yang dia cintai.


"Apa kamu juga akan pergi ke kota itu?" tanya Mirasti.


"Tentu saja Mama, apa Mama mau kalau dia berada di sana ketemu pengacara-pengacara muda atau ketemu polisi atau apapun. kalau dia terjerat, Bagaimana? aku bisa kehilangan dia ma." jawab Reno yang menunjukkan tingkat keseriusan yang tinggi.


"Baiklah kalau begitu minta saja kepada pamanmu untuk mengantarkanmu ke sana, dia kan punya helikopter pribadi jakarta-lampung kan cuma beberapa jam saja." ucap Mirasti yang membuat Reno menganggukkan kepalanya.


"Sudah ma, aku sudah telepon Paman katanya dia akan mengantarkan aku ke sana. lagi pula aku kan juga bisa bawa helikopter sendiri, kenapa Mama pusing banget." jawab Reno santai.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan

__ADS_1


__ADS_2