
"Maaf tuan, Bisakah anda membuka pintu kamar ini. karena kami harus segera membersihkan beberapa tempat yang lain." pinta Sheila dengan perkataan yang begitu sopan bahkan wanita itu berbicara dengan nada suara yang tidak terlalu keras.
"Memangnya kenapa aku harus membuka pintu kamar ini, jika aku sudah masuk maka aku tidak akan keluar dan orang yang sudah masuk kemari tidak akan kubiarkan keluar." Pria tua yang terus menatap Nadia dan Sheila dari ujung kepala sampai ujung kaki. pria itu menunjukkan senyumnya, dia berdiri sembari melipat salah satu lengan bajunya.
"Tuan, kami harus segera pergi. mohon untuk membuka pintunya." Sheila yang meminta kembali kepada si pria tua untuk membuka pintu kamar itu.
Si pria tua nampak tidak mau mendengar perkataan Sheila, dia mengambil sebatang rokok kemudian menghisapnya, rokok itu dihisap perlahan-lahan dia hembuskan kemudian dia hisap kembali sambil menatap dua wanita muda yang ada di ruangannya.
"Bagaimana ini, Sheila?" Nadia yang mulai takut jika terjadi sesuatu kepada dirinya.
"Kamu jangan khawatir, Jika dia berani melakukan sesuatu kepada kita akan kupastikan pria itu mendapatkan tendangan mematikan dari kakiku ini." Sheila yang mencoba untuk menenangkan Nadia yang benar-benar sangat kebingungan
KLEK
TUK..
TUK...
pria tua terlihat memainkan kunci mobil yang ada di tangannya, Sheila nampak menatap pria tua itu, dia ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh pria tua itu. gadis muda itu nampak menata pria tua dari ujung kepala sampai ujung kaki. Sheila memprediksikan Kalau pria tua itu tidak akan mempunyai kekuatan lebih dari 50%.
"Jika pria ini berani melakukan sesuatu kepadaku akan kupastikan giginya yang ompong dan kakinya yang masih bisa berjalan itu akan kubuat menjadi lumpuh." guman Sheila dalam hati yang terlihat terus menatap Pria tua yang sedang memainkan kunci mobilnya.
"Tuan, Aku minta kepada anda untuk membuka pintu kamar ini. jika anda tidak membukanya maka Apa yang anda lakukan ini akan saya sebarkan ke seluruh media sosial. Aku yakin jika berita ini tersebar anda akan mendapatkan masalah," ancam Sheila yang ternyata dari tadi dia sudah merekam Apa yang dilakukan oleh pria tua tersebut.
"Apakah kamu mengancamku, gadis kecil?" tanya pria tua yang sedikit terkejut namun dia tidak yakin kalau dua gadis muda itu berusaha untuk melakukan sesuatu kepadanya.
"Apa anda tidak yakin saya bisa melakukan apa yang saya inginkan? saya minta Anda membuka pintu kamar ini, jika tidak akan kupastikan reputasi anda sebagai seorang pengusaha atau orang kaya akan hancur dalam hitungan jentikan jari." tegas Sheila yang terlihat berdiri di samping pria tua tersebut.
"Hahaha.., gadis kecil gadis kecil. kamu kira kamu bisa mengancamku, aku akan memastikan kalau semua ancamanmu itu hanyalah isapan jempol, kalian akan menemaniku malam ini kalian akan memberikan aku sensasi menginap di tempat ini." Pria tua yang kemudian berjalan mendekati Sheila.
"Berhenti atau aku akan membuatmu tidak bisa berjalan seumur hidupmu." ancam Sheila sambil menunjuk wajah pria tua tersebut. dikiranya Sheila hanya menggertak.
__ADS_1
Namun ketika pria tua itu berusaha untuk menyentuh Sheila, seketika gadis muda itu memberikan tendangan maut ke wajah pria tua yang hendak melecehkan dua gadis yang ada di ruangan itu.
HYAAA!!!!
BRUKKKK...
DUKK..
bisa dibayangkan jika pria tua itu mendapatkan tendangan dan pukulan dari gadis muda yang ada di sana. benjol memar di wajah bahkan pria tua itu mendapatkan sebuah lukisan indah. "Berani sekali-kali kalian melakukan hal ini padaku, akan kupastikan kalian masuk penjara!" seru pria tua yang kemudian berdiri dan hendak melakukan sesuatu kepada dua gadis yang ada di ruangan itu.
Sesaat kemudian..
BRAKKK..
BRAKKK...
BRAKKK...
"Tuan!!"
suara panggilan dari beberapa pria yang tidak lain adalah para pekerja yang ada di hotel mereka sudah melihat rekaman video live streaming yang dilakukan oleh Sheila.
BRAKK..
pintu kamar pria tua sudah didoprak oleh beberapa pekerja pria. "Kalian tidak apa-apa?!" tanya manager hotel ketika sudah berada di dalam kamar itu. manajer hotel nampak menatap salah satu tamu yang ada di kamar itu, kondisinya luka dan memar di wajahnya.
"Apa yang kamu lakukan, Sheila?" tanya manajer hotel.
"Aku tidak melakukan apapun kok Bos, aku cuma menyentuhnya aja. lah dia kulitnya sensitif banget Bos, disentuh langsung memar seperti itu." jawab Sheila sembari menunjukkan senyumnya.
Tentu saja Pak manager tidak akan percaya saat melihat kondisi pria tua itu dengan perkataan gadis muda yang ada di sampingnya.
__ADS_1
"Akan ku laporkan hotel ini sebagai hotel paling tidak bermutu!!" teriak pria tua.
"Apa yang Anda maksudkan, Tuan. anda sudah melakukan pelecehan kepada anak buah saya." jawab manajer hotel.
"Percuma saja kamu melakukan hal itu Pak tua, semua yang kamu lakukan kepada kami itu sudah dilihat oleh jutaan pemirsa bahkan mungkin saja sudah dilihat oleh para wartawan yang ada di luar sana. mungkin kalau kamu keluar dari hotel ini para wartawan kameramen dan lain sebagainya Itu sudah menunggumu di luar." jawab santai Sheila yang kemudian menunjuk wajah pria tua mesum tersebut.
"Akan kupastikan kalian semua masuk penjara, hotel ini pasti akan ditutup!!" teriak pria tua.
"Coba saja kalau kamu bisa menutupnya, kamu kira hotel ini pintu ditutup seenak jidatmu." hardik Sheila yang kemudian mengambil ponselnya dan menelpon salah satu polisi. "Halo pak polisi, Saya mau melapor mengenai tindakan pelecehan salah satu tamu yang ada di hotel tempat saya bekerja." Sheila yang mengunakan kata-kata yang begitu menakutkan.
"Apa yang kamu lakukan?!" teriak pria tua ketika gadis muda itu menelfon polisi.
Shela yang melihat ketakutan di wajah pria itu tentu saja dia tidak akan membiarkannya, Sheila menjulurkan lidahnya. wanita muda itu mengejek pria tua dengan semua tingkahnya. "Tadi sombong, sekarang ditelepon polisi nyalimu langsung menciut. dasar pria tua udah ubanan kelakuanmu masih sok-sokan." cibir Sheila yang masih menelpon Pak polisi.
Dengan segera pak manager meminta salah satu tamunya itu untuk keluar, berita mengenai salah satu tamu hotel membuat keributan itu terdengar di telinga para tamu dan pekerja hotel. sekitar 30 menit kemudian beberapa polisi memang benar-benar sudah berada di tempat itu, seorang pria berpakaian coklat berpangkat kepala polisi langsung mendatangi Pak manager dan meminta kejelasan mengenai insiden yang menimpa salah satu pekerjanya. bukan salah satu, tapi dua pekerjanya. pak manager menjelaskan secara detail seperti yang sudah dilihat melalui ponsel tersebut.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1