KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Jadilah pria gentle


__ADS_3

Raihan benar-benar sangat marah karena orang tuanya meminta dia untuk menikahi Asyifa.


"Ada apa?" tanya Sheila.


"Tidak ada apa-apa." jawab Raihan.


"Kalau kamu berani macam-macam maka aku akan melakukan sesuatu padamu." ancam Sheila.


Raihan tidak berani melakukan apapun, pria itu langsung terdiam dengan semua yang sudah dia hadapi apa yang harus dia katakan semuanya benar-benar seperti kepahitan di antara seluruh kebahagiaan yang selalu dia rasakan. Jika dia melarikan diri dia tidak akan mampu sebesar uang tidak akan dia dapatkan, Jika dia menikah maka Bagaimana dengan masa depannya, menikah muda Setelah semua gemerlap dunia yang selalu dia agung-agungkan.


Hari ini Safira tidak ingin menemui putranya itu, hatinya benar-benar merasa sakit. dunianya seakan dihancurkan oleh Raihan dengan semua kesenangan yang selalu dia katakan.


"Mama benar-benar tidak mau menemuiku ya, mbak?" tanya Raihan kepada Sheila.


"Ya kamu pikir aja sendiri, Mama mau menemui kamu apa tidak." jawab Sheila yang membuat Raihan langsung kebingungan.


Tak berselang lama akhirnya Gunawan datang untuk menghampiri istrinya. "Kamu harus bersiap-siap." pinta Gunawan.


"Bersiap-siap untuk apa pa?" tanya Raihan kepada Papanya.


"Tentu saja kamu harus bersiap-siap untuk acara pernikahan kamu dengan wanita itu. Aku tidak ingin semua aib yang kamu lakukan akan membuat kami menanggung semua yang kamu lakukan." jawab Gunawan.


Tak ada kata yang bisa diucapkan oleh Raihan dengan semua jawaban yang dikatakan oleh Papanya tersebut.


"Aku akan menikahi wanita itu, Pa. tapi aku tidak bisa janji aku akan mencintai dia." jawab Raihan dengan semua kata-kata yang dia ucapkan.


Mendengar jawaban seperti itu terlihat Gunawan hanya bisa menghela nafasnya. "Apa yang kamu lakukan, kamu harus bertanggung." jawab Raihan.


"Kamu bukan orang brengsek yang akan melakukan hal itu, bukan?" tanya Gunawan yang membuat Raihan terdiam.


"Jujur saja Raihan tidak tahu apa yang harus dia lakukan. dia tidak mampu menjawab perkataan yang ditanyakan oleh Papanya. dia tidak ingin menjadi orang brengsek tapi dia juga tidak ingin bersama dengan seorang wanita yang tidak dia cintai.


"Aku tidak pernah mencintai wanita itu, Pa." ucap Raihan.


"Jika kamu tidak mencintai wanita itu kenapa kamu harus menghancurkan hidupnya? Aku tidak mau tahu, Raihan. kamu harus bertanggung jawab atas semua yang telah kamu lakukan. jadilah pria yang bisa Papa banggakan, jangan jadi pria brengsek seperti ini. jika kamu berani melarikan diri dari tanggung jawab ini maka akan kupastikan kamu akan menjadi buronan polisi. Dia adalah seorang wanita Dia mempunyai masa depan, Jangan kamu hancurkan masa depan seorang wanita dengan semua kebusukanmu." ucap Gunawan yang kemudian menelpon Sheila untuk meminta putrinya itu menjemput Asyifa di rumah megah milik Gunawan.


Mereka akan mengadakan acara pernikahan, Gunawan benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan namun jika melihat gadis muda itu Gunawan yakin kalau dia wanita baik-baik. Namun karena kebodohan putranya dia merusak masa depan wanita lain.


Tiga jam kemudian

__ADS_1


Terlihat Pak penghulu sudah berada di tempat Gunawan. pria itu menunggu kedatangan mempelai pria yang belum datang.


"Mempelai prianya di mana ya, Pak?" tanya Pak penghulu kepada Gunawan.


"Sebentar lagi turun Pak penghulu." jawab Gunawan. terlihat di sana sudah ada Assyifa yang berpakaian kebaya putih, gadis muda tersebut nampak terduduk dengan kebingungan yang sangat luar biasa.


"Mbak apa, semuanya akan baik-baik saja?" tanya Asyifa.


"Tidak apa-apa, Mbak. jika Raihan tidak mau menikahiku." ucap Asyifa.


"Tenang aja kamu tidak boleh berkata seperti itu." jawab Indah dan Aisyah yang terlihat menenangkan Asyifa.


Seorang wanita nampak berjalan mendekati Asyifa dengan senyum yang terlihat begitu senduh saat melihat gadis muda tersebut.


"Bu." Panggil Asyifa.


Terlihat Safira tersenyum, wanita itu mengelus pucuk kepala Asyifa.


"Kamu harus bersabar ya." ucap Safira yang kemudian mendampingi Asyifa.


"Sekitar beberapa detik kemudian Raihan turun bersama dengan dua abangnya, pria itu ingin melarikan diri.


Dalam mimpi saja tidak akan mungkin dia bisa kabur.


Ijab qobul akhirnya terucap, terlihat Asyifa begitu kepikiran dengan kondisinya yang akan terjadi. Raihan mengucapkan ijab qobul itu sebanyak dua kali karena dia sedikit melakukan kesalahan.


Setelah acara ijab qobul itu terlihat Asyifa sedang menatap Raihan.


"Apakah sah para saksi?" tanya Pak penghulu.


"Sah!" jawab beberapa orang yang ada di ruangan itu.


Akhirnya secara agama Asyifa dan Raihan sudah bisa menjadi suami istri,


"Sebentar lagi aku akan mengurus pernikahan kalian di catatan negara." ucap Gunawan.


Asyifa mencium tangan Gunawan dan Safira, wanita muda itu nampak menunjukkan sedikit senyumnya karena dia masih takut jika dirinya tidak diterima di rumah itu.


"Selamat datang ya Asyifa, Selamat datang di keluarga besar kami." Indah dan Aisyah yang terlihat memeluk adik iparnya tersebut.

__ADS_1


Senyum ditunjukkan kembali oleh Asyifa, dia benar-benar takut masuk ke dalam keluarga besar tersebut, keluarga Indah dan keluarga Aisyah juga diundang oleh Gunawan. keluarga besar itu nampak begitu hangat kecuali Raihan.


"Jangan salahkan aku jika aku tidak bisa mencintaimu." ucap Raihan yang kemudian meninggalkan istrinya tersebut.


Terlihat Safira mendatangi menantu barunya tersebut. "Kamu harus bersabar ya, kamu harus kuat dan juga kamu harus ikhlas dengan semua keadaan ini." ucap Safira yang membuat Asyifa sedikit lega. wanita itu nampak menatapnya nyalang ke arah keluarga besar tersebut. begitu berbeda dari pemikirannya, wanita muda itu takut jika mereka tidak menerimanya.


Tatapan mata dan senyum yang ditunjukkan oleh orang-orang itu membuat hati Asyifa sedikit lega, ada sedikit tempat yang ditunjukkan oleh orang-orang tersebut.


Beberapa jam kemudian


"Kamu tidurlah." pinta Safira.


"Terima kasih ya Ma." ucap Asyifa.


"Kamu harus ingat ya, kamu harus bersabar. sekarang kamu adalah Putri mama, jadi kamu tidak boleh patah semangat." ucap Safira yang kemudian memberikan pelukan yang begitu hangat yang membuat wanita muda yang sudah yatim piatu itu nampak bahagia karena ada seseorang yang sudah mau menerimanya.


CEKLEK..


Asyifa membuka pintu ruangan yang dikatakan oleh Mama mertuanya itu, langkah kakinya baru memasuki kamar itu namun tatapan mata Raihan menunjukkan ketidaksukaan yang begitu besar.


"Aku sudah bilang Kan kalau aku tidak akan pernah mencintaimu." ucap Raihan.


Tak ada kata yang diucapkan oleh Asyifa, wanita itu hanya tertunduk dengan semua kata-kata kejam itu. bukan salahnya dia berada di sini tapi salah kan Raihan sendiri yang sudah merenggut kehormatannya.


"Maaf." ucap Asyifa.


"Percuma kamu meminta maaf, karena hubungan ini tidak akan pernah berlanjut lama." jawab Raihan yang kemudian langsung tidur.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian

__ADS_1


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


__ADS_2