KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Dewasa


__ADS_3

** Sepuluh tahun kemudian **


"Selamat pagi, Ma!" seru Yufan.


"Pagi." jawab Safira.


"Selamat pagi, ma!" seru Sheila.


"Pagi, di mana dua makhluk lagi? kok nggak ada baunya?" tanya Safira kepada putrinya.


"Tiga ma, yang belum menampakkan diri itu 3. papa, Abang Ivan dan si gembul Raihan." jawab Sheila.


"Iya, di mana 3 orang itu? kok nggak ada baunya, apa mereka sudah kabur pagi-pagi tadi? ini kan hari Minggu Kenapa nggak ada yang menunjukkan batang hidungnya?" tanya Safira yang membuat Sheila nampak tertawa terbahak. Putri satu-satunya itu sekarang sudah berusia 16 tahun si kembar berusia 25 tahun dan si bontot berusia 14 tahun.


"Apa Mama cari Raihan?" tanya Raihan yang baru masuk ke rumah.


"Kamu dari mana saja? kenapa masuk-masuk kok pakainya kotor semuanya?" tanya Safira.


"Habis dari sawah ma." jawab Raihan.


"Ngapain ke sana pagi buta begini?" tanya Safira yang membuat Raihan menunjuk ke belakang yang ternyata masih ada papa dan abangnya.


"Kalian itu lagi ngapain, Kenapa kalian pada kabur pagi-pagi?" tanya Safira.


"Bukan kabur pagi-pagi ma, tadi papa dapat telepon dari peternakan kalau ada orang yang sengaja melepas sapi-sapi kita." jawab Gunawan.


"Lho, kok bisa Pa?" tanya Safira yang benar-benar sangat terkejut dengan jawaban yang diucapkan oleh sang suami.


"Maka dari itu ma, para pekerja langsung menelpon Papa pagi-pagi tadi. habis sholat subuh Papa langsung melejit bersama dua putramu itu, sedangkan Yufan masih berada di kamar mandi." jawab Gunawan yang membuat Safira sedikit kebingungan.


"Lalu, mereka bisa menemukan sapi-sapinya, Pa?" tanya Safira.


"Alhamdulillah nggak sampai jauh ma, sapinya semuanya sudah ditemukan. beberapa warga dan papa akan berusaha mencari tahu siapa orang yang mau menghancurkan peternakan kita." jawab Gunawan.


"Iya Pa, Kalau peternakan kita sampai hancur kasihan loh para warga. mereka itu menyambung hidupnya dari peternakan sama ladang dan sawah kita." ucap Safira.


"Karena hal itu ma, papa sama warga juga akan mencari tahu mengenai orang yang berusaha melepaskan sapi-sapi itu. apalagi kamu tahu kan kalau ada beberapa orang yang tidak menyukai keberadaan peternakan Papa." ucap Gunawan.


"Ya sudah kalau begitu, kalian mandi dulu setelah itu kalian makan. Mama sudah memasak, tadi Pak Madi sama Irfan bilang kalau mereka akan mengurus panen dari sawah. katanya ada sedikit penurunan karena hama yang menyerang." ucap Safira.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu, biar papa nanti bicara sama mereka." jawab Gunawan.


Sekitar beberapa jam kemudian keluarga besar Gunawan akhirnya berkumpul, mereka makan dan melakukan aktivitas seperti biasanya.


"Oya bang, apa kamu masih bersama dengan wanita itu?" tanya Sheila kepada Ivan.


"Sama siapa?" tanya Ivan balik kepada Sheila.


"Itu yang kerja sama abang itu." jawab Sheila.


"Memangnya kenapa? apa ada sesuatu?" tanya Ivan kembali.


"Ya ngak sih, cuma tanya aja." jawab Sheila.


"Kok Kamu itu kepo banget sih? selalu saja kamu mau tahu sama siapa kami pacaran?" sindir Yufan.


"Ya tidak begitu sih bang..," ucap Sheila yang tidak dilanjutkan karena salah satu kakinya diinjak oleh mamanya.


"Ada apa?" tanya Irfan kembali.


"Tidak ada apa-apa bang, cuma tanya aja." jawab Sheila yang kemudian melanjutkan makannya.


Setelah semuanya sudah selesai makan terlihat Sheila mendekati mamanya sembari menatap wajahnya. "Mama, kenapa Mama tidak bilang sama bang Ivan mengenai pacarnya?" tanya Sheila kepada Safira.


"Tidak boleh seperti itu dong Ma, wanita itu benar-benar kasar banget sama Mama, Dia selalu bilang kalau mama itu hanyalah ibu tiri. ibu tiri yang hanya akan menguasai kekayaan bang Ivan." ucap Sheila.


"Mama sudah bilang kan, kamu jangan sampai mengatakan apapun kepada abangmu. Mama tidak ingin abangmu mempunyai anggapan kalau mama tidak menyukai kekasihnya." jawab Safira.


"Tapi, kalau sampai dia ke sini lagi aku pasti akan membuat wanita itu mendapatkan makanan gratis ma." ucap Sheila.


"Memangnya kamu mau apa?" tanya Safira.


"Ya tentu saja aku mau membungkam mulutnya itu, enak banget dia mengatakan hal itu." Sheila yang tidak terima karena kekasih Ivan Hanya selalu menganggap Safira sebagai ibu tiri yang hanya mencintai si kembar sebatas akting saja.


"Mama bukanlah wanita ambisius ataupun wanita pembohong, Mama mencintai kalian sama rata. Tidak ada yang lebih besar ataupun lebih kecil biarkan saja mereka menganggap mama wanita licik yang ingin mengambil keuntungan dari kedua abangmu." ucap Safira.


"Tapi saya nggak terima, ma. Sheila Nggak terima jika wanita itu mengatakan Mama itu wanita tidak tahu diri." ucap Sheila.


"Mengertilah putriku, tidak semua kehidupan itu berjalan dengan lancar, dengan mulus bahkan tidak semua kehidupan itu melakukan pekerjaannya dengan baik. tapi biarkan abangmu mengetahui semuanya sendiri, Mama tidak ingin menghancurkan perasaan abangmu dengan semua cerita Mama. kita beri waktu abangmu untuk mengetahui siapa kekasihnya itu." jawab Safira.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian terlihat Ivan sudah keluar dengan pakaian sangat rapi. "Kamu mau ke mana, Ivan?" tanya Safira.


"Ivan mau keluar sebentar Ma, mau ke tempat Zaskia." jawab Ivan.


"Ya sudah kalau gitu, hati-hati ya nanti kalau mengajak anak gadis orang jangan sampai pulangin larut malam nanti dimarahi sama orang tuanya." ucap Safira.


"Tentu saja tidak ma." jawab Ivan.


Setelah berpamitan kepada ibunya akhirnya Ivan pergi ke tempat seorang wanita yang bernama Zaskia, seorang gadis muda yang disukai Ivan semenjak 2 tahun yang lalu. mereka bekerja di tempat yang sama di salah satu perusahaan yang ada di tempat itu.


"kamu ada di mana?" tanya Zaskia ketika menelpon Ivan.


"Aku ada di depan rumahmu." jawab Ivan.


"Kamu bawa mobil atau bawa motor ke sini?" tanya Zaskia kepada Ivan.


"Aku bawa mobil, Memangnya kenapa." jawab Ivan.


"Ya nggak gitu, kalau kamu ke sini bawa motor itu panas Nanti kalau panas-panasan aku bisa hitam loh..," jawab Zaskia yang membuat Ivan hanya diam dengan semua permintaan Zaskia.


Ivan Memang mencintai wanita itu namun Ivan juga belum tahu bagaimana sifat yang dimiliki oleh wanita yang dia cintai itu. hari ini Ivan berjalan-jalan keluar bersama Zaskia.


"Aku pikir kamu tadi masih mengantarkan ibumu kemana-mana." ucap Zaskia.


"Lho.., Memangnya kenapa, aku mengantar mamaku kan udah kewajibanku." jawab Ivan.


"Kamu itu harus memprioritaskan aku dulu, Aku ini pacarmu katanya kamu ingin menikahiku." jawab Zaskia yang membuat Ivan tersenyum sembari memegang tangan Zaskia.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri

__ADS_1


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan


__ADS_2