KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Pria dingin super cuek


__ADS_3

"Ya ampun..., tuh orang ngeselin banget." ucap Safira yang terlihat begitu kesal.


"Ada apa, mam?" tanya Ivan.


"Itu loh papa kalian." jawab Safira.


"Heh...,pasti Papa sedang rapat." ucap Yufan.


"Ya sudah, kita makan aja." jawab Safira yang kemudian mengajak si kembar makan terlebih dahulu.


Sekitar tiga jam kemudian Gunawan sudah berada di rumahnya, pria itu menatap Safira yang sedang bercanda gurau dengan kedua anaknya. Entah mengapa salah satu bibir Gunawan nampak tertarik, pria itu menunjukkan sedikit senyumnya yang begitu samar.


"Tidak, aku tidak boleh jatuh hati kepada wanita itu, dia hanyalah wanita yang aku nikahi karena kedua anakku. Aku tidak mau jatuh cinta kepadanya, Aku tidak mau terluka karena cinta yang mungkin akan menghancurkanku." ucap Gunawan dalam hati yang kemudian berjalan menuju lantai 2.


Tersirat sedikit gambaran luka yang pernah dialami oleh Gunawan, pria itu selalu menyembunyikan masa lalunya. dia tidak membiarkan orang lain mengetahui bagaimana kehidupan rumah tangganya dahulu, Apakah dia bahagia ataukah istrinya bahagia atau tidak.


"Mam, kelihatannya Papa sudah pulang." ucap Yufan.


"Biarin saja, nanti kalau kita mengganggu.., Papamu bakal marah. kita di sini saja lagi pula besok kalau ada rapat kan mama yang datang." ucap Safira.


"Hore!! mama mau datang kan ke acara rapat sekolah?" tanya Ivan.


"Tentu saja, memangnya siapa yang biasanya datang ke acara rapat?" tanya Safira yang memang tidak tahu menahu mengenai kehidupan dua bocah itu.


"Biasanya kalau ada rapat itu yang akan datang paman Joni, tidak akan ada yang datang selain pria itu." jawab Ivan.


"Lalu, Papa kalian tidak pernah ke sekolah kalian?" tanya Safira kepada dua bocah kembar itu.


"Waktu kami masih sekolah di playgroup papa sama sekali tidak pernah datang, kalaupun ada acara yang datang itu Paman Joni." jawab si kembar.


Safira benar-benar tersentak dengan jawaban yang diucapkan oleh dua bocah kembar itu, dia tidak pernah mempunyai seorang anak, dia belum merasakan menjadi seorang ibu. jadi Safira tidak pernah mengetahui bagaimana kehidupan anak-anak yang ada di depannya itu.


"Ya sudah, mulai sekarang Mama yang akan datang ke acara sekolah kalian, Oke!" seru Safira yang membuat dua bocah kembar itu terlihat begitu bahagia.


Dari balik tiang tinggi dan besar itu Gunawan mendengarkan semua percakapan yang dilakukan oleh Safira dan si kembar.

__ADS_1


"Mama, besok kalau kita ke sekolah Mama pakai pakaian apa?" tanya Yufan.


"Ya pakai pakaian simple aja, memangnya Kalian mau Mama pakai pakaian apa?" tanya Safira.


"Mama pakai pakaian yang agak tomboy gitu, seperti para remaja yang ada di TV." ucap Ivan.


Akhirnya setelah melakukan perbincangan itu Safira mengajak si kembar untuk segera beristirahat, tatapan mata Gunawan menatap Safira yang bersikap selayaknya seorang ibu kepada anak-anaknya. tak ada pergerakan dari Gunawan untuk mendekati Safira, pria itu hanya memastikan kalau Safira tidak akan mencoba untuk mendekatinya atau memperlakukan dia sebagai seorang suami.


Langkah kaki Gunawan mulai berjalan menaiki anak tangga menuju kantor yang ada di sebelah kamarnya, terlihat pria itu hanya menatap sekilas rumah yang begitu megah tersebut. semenjak kedatangan Safira rumah yang biasanya sepi itu terlihat begitu hidup.


** Keesokan hari **


"Selamat pagi!!" seru Safira yang melihat Gunawan sudah berada di ruang makan.


"Apa Kamu hari ini tidak bisa ke sekolah anak-anak?" tanya Safira kepada Gunawan.


"Hari ini aku sangat sibuk, Aku tidak bisa ke sekolah mereka?" tanya Safira.


Safira tidak ingin mengatakan apapun, wanita itu hanya terdiam sembari bercanda gurau dengan si kembar. sudah seperti biasanya Gunawan bersikap seperti itu kepada anak-anaknya, pria itu selalu menghabiskan waktunya di perusahaan untuk bekerja bekerja dan bekerja. terkadang Safira berpikir kehidupan ini seperti mempermainkan dirinya.


"Mama, bagaimana kalau mama pakai pakaian yang waktu pertama kali kami melihat Mama di toko itu." ucap Yufan.


"Memangnya kenapa kalian minta Mama pakai pakaian itu?" tanya Safira.


"Mama keren." jawab Ivan.


Suara canda tawa yang ada di ruang makan membuat Rudi Gunawan nampak merasakan ada perasaan yang begitu berbeda, namun Gunawan selalu mengatakan kepada hatinya kalau dia tidak ingin jatuh cinta kepada siapapun termasuk Safira. setelah makan pagi Gunawan akhirnya berangkat ke kantornya, pria itu hanya berpamitan kepada dua anaknya tanpa menatap Safira sama sekali.


Safira tidak menghiraukan semua yang dilakukan oleh Gunawan, semenjak awal dia tahu apa batas yang perlu dia ketahui dalam hubungannya dan Gunawan.


"Joni, tolong nanti kamu lihat apa yang dilakukan oleh wanita itu di sekolah anak-anakku." minta Gunawan kepada orang kepercayaannya.


"Baik Tuan." jawab Joni.


Sekitar satu jam kemudian Safira Dan si kembar berangkat ke sekolah tempat bocah-bocah kecil tersebut, walaupun usianya masih 6 tahun Namun kedua bocah itu sudah masuk kelas 1 SD.

__ADS_1


"Mama, kami masuk sekolah dulu ya nanti mama ingat pukul 09.00 Mama harus datang ke tempat rapat di sekolah." yufan yang memperingatkan Safira.


"Tenang saja sayang, Mama pasti datang." jawab Safira.


Setelah mengantar ke sekolah si kembar akhirnya Safira kembali ke kantornya, wanita itu nampak berjalan begitu Anggun Saat memasuki perusahaan tempatnya bekerja.


"Selamat pagi, Bu!" seru beberapa karyawan.


"Selamat pagi." jawab Safira dengan nada suara yang begitu lembut.


Para karyawan yang ada di perusahaan memang selalu menyukai sikap yang ditunjukkan oleh Safira, seorang wanita yang bersikap begitu bijak lembut bahkan tutur katanya selalu berbicara tanpa amarah sama sekali. saat hendak memasuki lift tanpa sengaja wanita itu berpapasan dengan Rudi dan Putri, sorot mata Rudi langsung menatap Mantan istrinya yang hendak memasuki lift menuju kantornya.


"Bu Fira, nanti rapatnya diundur sampai pukul berapa?" tanya Nia kepada Safira.


"Nanti pukul 09.00 aku ada rapat di sekolah anak-anakku, ya pukul 11.00 atau kalau tidak undur Besok saja biar tidak terlalu terburu-buru." jawab Safira.


Tatapan mata putri menatap suaminya yang dari tadi menatap Mantan istrinya, Safira yang mengetahui kalau Rudi berada di lift dengannya nampak wanita itu akan memberikan suatu balasan sedikit demi sedikit.


"Kamu tahu Mas, Hari ini perasaanku tidak enak banget deh." ucap Putri.


"Memangnya ada apa." jawab Rudi.


"Entah mengapa di tempat ini kelihatannya ada sesuatu yang membuat lift ini semakin berat." ucap Putri yang seolah perkataan itu ditunjukkan kepada Safira.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu

__ADS_1


__ADS_2