
PLAKK...
seketika Fenty langsung menampar wajah Putri dengan sangat keras.
"Kalau kamu tidak bisa mencari suami katakan saja, kamu tidak usah mengganggu suamiku dasar wanita murahan tidak tahu diri!!" seru Fenty.
"Apa maksudmu?!" seru Putri.
"Pergi dari sini, dasar wanita tidak tahu diri!" bentar Fenty yang mengusir Putri dari rumahnya.
"Aku pasti akan melakukan sesuatu padamu, lihat saja. aku pasti akan melakukan sesuatu padamu!" seru Putri.
"Kamu itu seorang wanita, tapi kamu tidak mempunyai pikiran sama. sekali Jika kamu menyakiti seorang wanita, di mana perasaanmu Jika kamu disakiti oleh wanita lain? Sudah berapa kali kamu menyakiti wanita untuk mendapatkan kepuasan hatimu? sudah berapa rumah tangga yang kau hancurkan hanya untuk egoisanmu, kau ini adalah seorang wanita tapi kenapa hatimu benar-benar membatu. Kamu tidak mempunyai belas kasih perasaan cinta dan kamu tidak pernah menghargai, jika aku lebih percaya padamu daripada suamiku maka Aku adalah orang bodoh. mungkin Mbak Fira dulu terlalu mencintai Mas Rudi dan mempercayai dirimu. cinta yang terlalu berlebihan tanpa melihat kenyataan mungkin itu tidak baik, tapi setelah aku mengerti apa yang dirasakan oleh Mbak Safira Aku tidak ingin menjadi seorang wanita bodoh. mencintai suamiku tapi tidak mengenalnya, Aku tidak ingin menjadi wanita egois yang mementingkan cintaku tapi tidak tahu kalau sahabatku sendiri adalah orang brengsek." perkataan Fenti yang benar-benar melukai perasaan Putri. bahkan wanita itu serasa terhina luar biasa dengan kata-kata yang diucapkan oleh Fenty.
Rudi yang mendengar perkataan istrinya seketika hatinya remuk benar, apa yang dikatakan oleh istrinya sekarang. Safira dulu terlalu mempercayai dirinya dan temannya, dia tidak berusaha untuk mencurigai keduanya cinta itu terlalu buta hingga membuat dia tidak merasakan adanya penghianatan.
Rudi nampak menatap istrinya, menatap seorang wanita yang satu tahun dia nikahi tersebut. "Lebih baik kamu pergi dari sini, Putri. kamu sudah dengarkan apa yang dikatakan oleh istriku, Aku tidak akan membiarkan Rumah tanggaku hancur karena kehadiranmu lagi. pergilah cari kebahagiaanmu, kita memang sudah tidak ditakdirkan untuk bersama seperti aku yang mencoba untuk mengejar Safira dulu. wanita itu selalu bilang untuk memberikan diriku kesempatan yang kedua untuk mendapatkan cinta, aku tidak tahu apa yang harus aku pikirkan. tapi apa yang dia katakan itu benar adanya, carilah kehidupanmu carilah kebahagiaanmu dan cobalah mengerti Kalau orang lain juga menginginkan kebahagiaan." ucap Rudi yang kemudian membawa istrinya masuk ke rumah Putri.
Bukannya meresapi apa yang dikatakan oleh sepasang suami istri itu, namun wanita itu malah benar-benar marah dengan semua yang sudah dia rasakan. "Aku tidak akan membiarkan kalian bahagia, lihat saja aku pasti akan menghancurkan kalian semua!!" teriak Putri dengan suara yang begitu menggelegar. terlihat wanita itu menatap rumah Pak lurah, namun sesaat kemudian....,
BYURR...,
seember Air langsung diguyurkan salah satu tetangga pak lurah yang dari tadi mendengarkan teriakan Putri yang seolah berada di arena sepak bola.
"Kamu ini teriak-teriak, kamu kira ini lapangan sepak bola apa, dari tadi kamu teriak-teriak. kamu kira kami ini nggak punya telinga kamu kira kami ini budeg apa?!" seru salah satu ibu yang sudah membawa seember air yang sudah disiramkan kepada Putri. sudah jatuh tertimpa tanggap pula, itulah yang sekarang dialami oleh Putri. sudah disemprot oleh Fenti sekarang diguyur air 1 ember oleh tetangga pak lurah.
__ADS_1
"Berani sekali kamu melakukan hal ini padaku?!" teriak Fenti.
"Memangnya kenapa aku tidak berani melakukan hal itu padamu, lihat aja dasar wanita tidak tahu diri. udah teriak-teriak kayak Tarzan kamu ini keturunan monyet apa!!" bentak si ibu.
"Aaaaa!" teriak Putri kembali.
BYURR...
Seember air kembali diguyurkan oleh seseorang, karena salah satu tetangga pak lurah benar-benar sangat terganggu dengan teriakan Putri yang dari tadi bertengkar dengan Fenti. seketika Putri terdiam saat dia kembali disiram oleh salah satu ibu-ibu.
"Kamu ini teriak-teriak seperti gorila saja, mulutmu itu tidak terpakai apa?! Kalau tidak terpakai sana buat mengaji jangan teriak-teriak di rumah orang, dasar tidak tahu diri kamu ini wanita apa tidak sih? jangan-jangan kamu ini benar-benar gorila apa!!" seru tetangga pak lurah yang lain. Si Ibu benar-benar sangat kesal.
"Ibu Mina tahu tidak, Dia dari tadi berteriak-teriak hingga membuat telinga saya ini seperti mau pecah. orang nyapu di luar rumah dia teriak-teriak, kamu ini teriak-teriak di rumah orang lain seperti monyet saja!!" seru Bu Mina.
Kedua Wanita itu sudah mengguyur Putri dengan seember air, seketika Putri benar-benar kesal luar biasa tapi jika dia melawan dua ibu-ibu itu yakinlah pasti Putri akan menjadi makanan tipis seperti kerupuk.
"Dasar kalian wanita tua!" seru Putri yang kemudian pergi meninggalkan rumah pak lurah. wanita itu pulang dalam kondisi basah kuyup.
Bu Mina dan Bu Hana benar-benar sangat terganggu dengan suara teriakan Putri, tentu saja memang dua wanita itu tidak suka dengan kehadiran Putri karena dia tidak pernah mau diajak bicara, sangat sombong dan sangat menyebalkan. kedua wanita itu terlihat menatap Putri yang sudah pergi.
"Kenapa tidak dipakai air cucian piring, Bu. Kenapa harus air bersih?" tanya Bu Mina.
"Ya Bu Mina sendiri kenapa tidak air got aja, biar dia itu busuk seperti mulutnya." jawab Bu Hana.
"Iya Bu, aku kesel banget sama wanita ini. ingin ku cakar dia." ucap Bu Mina.
__ADS_1
"Ibu ingin cakar dia, kalau saya sih ingin aku ceburkan ke sumur aja biar kelelep." jawab Bu Hana.
Dua wanita itu benar-benar beradu mulut gara-gara Putri, wanita pendatang baru yang ada di sesar namun selalu membuat onar dengan semua kata-katanya. terlihat Putri berjalan kembali ke rumahnya dia benar-benar kesal. beberapa anak-anak mengolok-ngolok Putri dengan panggilan orang gila, tentu saja Putri yang kesal langsung melotot ke arah anak-anak kecil yang mengolok-olok dirinya.
"Dasar brengsek, ibu-ibu di sini itu pekerjaannya mengganggu aku saja. mereka tidak punya pekerjaan apa, mereka itu seperti wanita tidak punya rasa malu. bisanya bergosip bergosip dan bergosip terus." cerocos Putri yang merasa kesal karena dirinya disiram oleh ibu-ibu itu.
"Ada apa Mbak Putri? Kenapa kok basah kuyup?" tanya ibu pemilik rumah yang dikontrak oleh Putri.
"Memangnya saya enggak boleh main hujan-hujanan, Bu?" jawab Putri yang kemudian masuk ke dalam rumah. tentu saja pemilik rumah sedikit kebingungan nampak wanita itu menatap langit yang begitu cerah.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1