
Beberapa jam kemudian
"Wahh!!!" seru para pekerja hotel. ternyata villa yang disewa oleh para pekerja itu adalah villa yang ada di dekat villa milik Gunawan. beberapa villa yang ada di sana memang sengaja disewa untuk acara libur pekerja.
Empat vila di sewa untuk para pekerja pria dan wanita.
Pak direktur membagi beberapa anak buahnya, tiga villa di bagi dan pekerja pria dan wanita juga tidak akan di jadikan satu.
"Sekarang kalian tidur, besok pagi kita mulai acaranya." pinta salah satu kepala kebersihan hotel.
"Ya, mbak!!" seru para wanita.
"Wah.., kamar kita besar banget ya!" seru seorang wanita.
"Iya, kita dapat kamar yang sangat besar, satu kamar isinya 4 orang. sedangkan kalau diisi 6 orang sih masih bisa kan." Shela yang terlihat berjalan-jalan di sekitar villa tersebut.
Jarak antara villa milik Gunawan dan villa tempat Sheila menginap hanya sekitar 100 atau 200 meter saja.
"Kita tidak usah tidur ya, Sheila. kita main tebak-tebakan aja." Nadia yang meminta Sheila dan teman sekamarnya untuk melakukan sesuatu.
"Iya masa masih jam segini kok disuruh tidur, mereka kira kita ini anak kecil apa."
Beberapa jam kemudian akhirnya para gadis itu tertidur juga.
Keesokan pagi..
"Hoamm..," para gadis menguap.
"Jalan-jalan yuk." ajak Nadia.
"Kemana?" tanya teman sekamar Sheila.
"Ya pokoknya jalan-jalan gitu, daripada kita di dalam kamar suntuk." jawab Nadia.
"Oh ya, Nadia. kamu mau aku tunjukkan sebuah pemandangan indah?"
"Pemandangan di mana, Sheila?"
"Di sebuah tempat dong,"
"Kami mau dong diajak juga." pinta dua teman Shela yang lain. tentu saja mereka juga ingin merasakan dua hari berjalan-jalan di sekitar puncak.
"Kalian tahu nggak, di sini itu para penghuni villanya orang tampan-tampan dan kaya loh." Sheila benar-benar memberikan pengaruh yang sedikit buruk.
"Benarkah, Sheila?" tanya dua teman Sheila yang lain.
__ADS_1
"Tentu saja." dua wanita itu langsung terkejut.
"Jangan percaya sama Sheila, nanti kita dibohongi."
"Kamu apaan sih Nadia, kok nggak percaya banget. beneran."
"Kita mau dong diajak jalan-jalan sekitar tempat ini." pinta dua teman Sheila yang Lain.
Sepuluh menit kemudian
"Kalian mau ke mana?" seorang pria tiba-tiba saja langsung mendatangi Sheila dan teman-temannya. Pria itu menanyakan mengenai kemana dia akan pergi.
Mendengar pertanyaan seperti itu Sheila dan teman-temannya langsung menatap seorang pria yang bertanya padanya. dua bola mata yang seketika melotot menunjukkan keterkejutan yang sangat luar biasa. seorang pria yang menanyakan mengenai ke mana mereka akan pergi.
"Kamu!!" suara keras yang dikeluarkan oleh Sheila ketika melihat pria yang ada di depannya itu. pria menyebalkan yang selalu saja membuat Sheila marah.
"Haloo!" sapa si pria.
"Dasar kurang ajar tidak tahu diri, kamu ngapain Di Sini?" tanya Shela yang menunjuk wajah Reno.
"Aku? Ngapain di sini? Tentu saja aku berada di sini karena aku ikut acara liburan ini." jawab Reno sambil menaruh salah satu tangannya di saku celananya. pria itu berpakaian kaos berwarna hitam dan celana Levi's mungkin seukuran sampai lutut.
"Kamu ikut acara liburan hotel?" Sheila yang masih tidak percaya.
"Aduh Sheila, dia kan cowok yang dua kali nabrak kamu itu." bisik Nadia.
"Tentu saja, dia ini pria tidak tahu diri tidak bisa meminta maaf dan pria yang selalu membuatku kesal. ngapain sih Tuan kamu ada di sini, Ngapain juga kamu harus ikut acara liburan hotel kami." bentak Sheila.
"Sheila, Nadia." Panggil Pak direktur dan beberapa staff hotel yang terlihat sudah keluar dari villanya dan berjalan-jalan di sekitar tempat mereka.
"Pak Bos, Pak Bos mau ke mana?" tanya Sheila.
"Kami mau jalan-jalan di sekitar tempat ini, katanya di sana ada sungai yang bisa untuk main-main." jawab Salah satu staf wanita.
"Kalau tidak bisa berenang jangan main di sana." Shela yang mencoba untuk memperingatkan.
"Memangnya kenapa?" tanya salah satu staf hotel wanita yang masih tidak percaya.
"Di sungai itu kedalam nya lumayan dalam. Kalau kalian tidak bisa berenang nanti tenggelam, bahaya apalagi tidak jauh dari tempat itu ada air terjunnya kalau sampai terbawa air terjun nanti bisa-bisa ibu sama teman-teman ibu mati bunuh diri dong." jawab Sheila.
"Kelihatannya kamu sangat mengenal tempat ini ya?" tanya Reno.
"Tentu saja aku sangat mengenal tempat ini, karena di dekat tempat ini ada villa milik keluargaku." guman Sheila dalam hati.
Sekitar 10 menit kemudian
__ADS_1
"Kalian mau jalan-jalan ke mana?!" seru seorang pria yang membuat Sheila langsung menoleh.
Suara familiar itu membuat Sheila langsung menghela nafasnya begitu dalam dan memutar tubuhnya. "Papa, ngapain Papa di sini?" Shela yang terkejut saat melihat keberadaan Papa dan Mamanya. "Mama." sambung Sheila.
"Jangan tanya sama mama, Sheila. kamu tanyakan sendiri sama papamu. Mama cuma ikut ikutan aja." jawab Safira sambil tersenyum.
"Loh Reno, kamu juga ada di sini?" tanya Safira ketika melihat Reno.
"Iya Tan, Tante tahu kan kalau Reno itu adalah salah satu pemegang saham yang ada di hotel Nusantara." jawab Reno.
"Baguslah kalau begitu, kamu menginap di salah satu villa itu juga?" tanya Gunawan.
"Iya Om, di salah satu bangunan itu." Reno yang menunjuk salah satu bangunan.
"Kamu udah makan, belum? kalau belum Kamu makan aja sama Om di villa, di sana ada makanan banyak loh, tadi Istri Om membuat makanan banyak banget." Gunawan yang terlihat benar-benar ingin memancing putrinya.
Tanpa menunggu waktu lama lagi Sheila yang mendengar perkataan papanya tentu saja gadis muda itu langsung berjalan ke arah tempat villanya. "Kalian mau ikut aku tidak? Kalau tidak ikut kalian jalan-jalan aja dulu, aku mau makan Sebentar perutku lapar." ucap Sheila yang kemudian berjalan ke arah villanya.
Ketiga teman Sheila tentu saja mengikuti gadis muda itu, Sedangkan Reno pria itu nampak tersenyum kemudian mengikuti Sheila juga.
"Pancinganku ternyata ampuh juga ya Ma." Gunawan yang tersenyum ketika melihat putrinya langsung bergegas ke villa mereka.
"Ya tentu aja lah pa, putrimu itu tidak akan suka makanan yang ada di luar. bisanya itu menyuruh mamanya masak-masak dan masak." jawab Safira yang kemudian berjalan Kembali menuju villanya.
"Mau ngapain ma?" tanya Gunawan.
"Mau pulang pa, Memangnya mau apa." jawab Safira.
"Kita jalan-jalan aja ma, ngapain pulang sih.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1