KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Tragedi


__ADS_3

Di salah satu tempat, terlihat Satria sedang mempersiapkan semua rencananya. pria itu begitu berambisi untuk mendapatkan Safira yang sudah mulai mendapatkan kebahagiaan.


Di sebuah tempat, terlihat Gunawan dan Safira sedang bersenang-senang di lautan. "Lepaskan, lepaskan aku!!" seru Safira yang sedang di gendong oleh Gunawan.


"Tidak, aku tidak akan melepaskanmu. Enak banget kamu mau lepas dariku." jawab Gunawan.


"Mas, nanti aku kecebur di lautan loh." ucap Safira.


"Nggak bakal, aku nggak bakal ngelepasin kamu. kamu nggak bakalan jatuh di lautan ini." jawab Gunawan.


Suara canda tawa terdengar di tengah lautan yang lepas, si kembar sedang bermain-main sembari memancing dengan para pegawai Gunawan.


"Paman, paman cepat tarik ikannya. nanti ikannya lepas!!" teriak Yufan.


"Iya, tenang saja." jawab Paman tua.


Terdengar suara teriakan yang begitu menggema dari si kembar, mereka berdua begitu bahagia saat berada di lautan lepas. mereka semuanya belum menyadari bahaya yang sudah mengintai kebahagiaan mereka.


"Papa, ada kapal di sana." ucap Ivan.


"Biarin saja, mungkin mereka sedang berlayar seperti kita." jawab Gunawan.


"Mama aku lapar, Aku mau masak ikan ini." pinta Ivan.


"Ya sudah, kalau begitu ayo kita makan Setelah itu kita bersenang-senang lagi." jawab Safira yang kemudian mengambil makanan yang sudah dimasak. Gunawan benar-benar merasa bahagia ketika Safira sudah mau bersamanya, satu langkah lagi pria itu harus mendapatkan Safira sepenuhnya.


"Papa!!" teriak Yufan.


"Sebentar, Papa mau membantu mama dulu." jawab Gunawan.


Di sebuah kapal layar yang begitu besar Satria menatap sebuah keluarga yang sudah berusaha untuk mencari kebahagiaan mereka, di tengah kebahagiaan itu rencana jahat yang dimiliki oleh Satria sudah dilakukan kapal yang diajukan oleh anak buah Satria terlihat berlayar ke arah kapal milik Gunawan.


"Aku minta pada kalian lakukan secepatnya, buat semua ini seperti kecelakaan dan aku ingin mereka semuanya tewas." perintah Satria.


"Baik Tuan." jawab anak buah Satria.

__ADS_1


Di tengah canda gurau dan tawa tersebut entah apa yang dilakukan oleh Satria, setelah berusaha untuk mendekati kapal yang digunakan oleh Gunawan tiba-tiba pria itu langsung pergi. sekitar 10 menit kemudian tiba-tiba saja kapal mewah yang dimiliki oleh Gunawan mengalami kerusakan parah, kapal itu tiba-tiba rusak di tengah lautan. Hal itu membuat Gunawan dan Safira langsung kebingungan.


"Ada apa ini, Mas?" tanya Safira.


"Entahlah, kenapa tiba-tiba kapal ini seperti ini." jawab Gunawan.


Nahkoda kapal langsung melapor kepada Gunawan mengenai kerusakan yang tiba-tiba terjadi. "Tuan, tiba-tiba saja kapalnya mengalami kerusakan. ada kebocoran di bagian lantai bawah." ucap kapten kapal.


"Bagaimana bisa, kita mengeceknya tadi pagi semuanya baik-baik saja." jawab Gunawan.


"Saya tidak tahu Tuan, tapi semuanya tiba-tiba mengalami kerusakan." jawab si kapten yang kemudian mencoba untuk menghubungi bantuan. mereka harus segera mendapatkan pertolongan di tengah lautan yang begitu luas.


Tiba-tiba saja kapal yang dinaiki oleh Gunawan Safira dan si kembar mengalami kerusakan, ombak yang sedikit menggulung membuat Gunawan sangat panik. "Dengarkan Aku baik-baik, Kalian pakai pelampungnya dan selalu bersama dengan Papa dan Mama." pintar Gunawan kepada si kembar.


"Kami takut Papa." ucap Yufan dan Ivan.


"Kalian harus selalu memegang Papa Apapun yang terjadi, nanti mama akan membantu papa." ucap Safira. padahal Safira tidak bisa berenang sama sekali, Wanita itu sangat panik dan kebingungan. namun saat melihat raut wajah si kembar Safira harus berusaha untuk menyembunyikan semua ketakutannya tersebut.


"Ya Tuhan kenapa tiba-tiba terjadi seperti ini." Gunawan Safira dalam hati.


Kapal yang dinaiki oleh Safira dan yang lain bergoncang semakin kencang ketika ombak besar mulai datang.


"Kamu harus pegang tiang besi itu, sayang!" seru Gunawan.


"Aku baik-baik saja, Mas. kamu harus melindungi anak-anak!!" seru Safira kembali.


Kapten kapal terus berusaha untuk melakukan sesuatu, namun sayangnya anak buah Satria menyelam ke dalam laut dan merusak kapal bagian bawah, tentu saja kapal itu mengalami kebocoran. Hal itu membuat Safira dan yang lain benar-benar panik luar biasa.


Perlahan-lahan kapal mulai tenggelam, namun ketika kondisi yang benar-benar kritis itu akan menimpa Safira dan yang lain Tuhan masih memberikan keajaiban kepada wanita itu. tiba-tiba saja kapal bantuan datang dengan begitu cepat, Satria yang melihat kapal bantuan itu nampak pria itu sangat marah.


"Kenapa mereka datang begitu cepat." ucap Satria.


Akhirnya kondisi yang sangat mengkhawatirkan itu berakhir ketika kapal bantuan datang.


"Alhamdulillah ya, Allah!!" seru Gunawan.

__ADS_1


"Alhamdulillah, mas." jawab Safira.


Ketika Tuhan masih memberikan pertolongan kepada Safira, di tempat lain Satria begitu marah ketika bala bantuan datang untuk membantu Gunawan dan Safira. beberapa menit kemudian akhirnya Gunawan, Safira dan si kembar terselamatkan.


Kita lihat sedikit Bagaimana kondisi dari Putri putri dirawat di rumah sakit dengan kondisi yang lumayan parah. sedangkan anaknya yang berusia hampir 2 tahun itu kehilangan nyawanya karena benturan yang begitu keras di aspal jalan. Putri meraung merasakan kesakitan yang begitu besar dengan semua yang terjadi kepada dirinya. entah ke mana Rudi pergi, pria itu sudah meninggalkan istri dan anaknya yang sudah 2 hari berada di rumah sakit.


Kondisi Putri benar-benar begitu mengenaskan, dia terus menangis setelah mendapatkan kabar Kalau putrinya meninggal. "Kenapa ini harus terjadi padaku, Kenapa ini harus terjadi padaku." ucap Putri yang menangis tersedu-sedu. Putri terus memejamkan matanya, Wanita itu berusaha untuk menenangkan hatinya.


Mungkin saja Tuhan memberikan dia cobaan seperti ini karena dia harus mengingat kembali semua yang dosa yang dia lakukan, "Seperti inikah sakit saat kehilangan orang yang kita cintai." ucap Putri. wanita itu tidak tahu apa yang harus dia lakukan, rasa sakitnya teramat luar biasa hingga membuat Putri seperti kehilangan nyawanya.


"Nyonya, adakah seseorang yang bisa saya hubungi!" tanya salah satu perawat.


Putri memberikan nomor ponsel suaminya, dia berharap Rudi mau melihat dirinya. mereka harus memakamkan Putri mereka, Putri benar-benar tidak tahan dengan semua kondisinya. air matanya terus mengalir anak yang dulu dia gunakan sebagai senjata untuk mendapatkan Rudi itu sekarang sudah tiada.


"Bagaimana, suster?" tanya Putri kepada perawat yang ada di rumah sakit.


"Sebentar ya nyonya, ini masih menghubungkan." jawab perawat.


Sekitar 1 jam mencoba untuk menghubungi Rudi akhirnya panggilan itu terhubung. "Tuan Rudi." Panggil perawat.


"Iya, ini siapa ya?" tanya Rudi.


"Saya salah satu perawat yang ada di Rumah Sakit sejahtera, maaf tuan. Apakah Anda tuan Rudi suami dari Nyonya Putri?' tanya perawat yang membuat Rudi sedikit terkejut.


"Iya, Memangnya ada apa Ya?" tanya Rudi.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu

__ADS_1


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian


__ADS_2