
"Aku tanya sekali lagi, Raihan. Apakah kamu melakukannya atau tidak, jika kamu berani membohongi kami maka akan kupastikan Sheila bakal membuatmu mendekam di penjara." ancam Ivan yang membuat Raihan menutup mulutnya rapat-rapat.
"Katakan!!" bentak Yufan yang membuat Raihan sedikit terjingkat.
"Wanita itu kan sudah bilang kalau dia sudah keguguran, mau apa lagi ya sudah masalahnya sudah selesai, bukan?" jawab Raihan dengan begitu santainya.
Pria itu mengira dengan keguguran dia akan lepas tanggung jawab dari wanita yang dia jebak itu. "Dasar pria brengsek, kamu ini benar-benar pria brengsek, Raihan. kami dan Papa itu bukan pria brengsek sepertimu, kamu ini mencontoh siapa sih, pergaulanmu itu terlalu bebas, Raihan. kamu membuat kehidupan seorang wanita hancur sekarang kamu menjawab dengan begitu entengnya!!" teriak Ivan yang begitu marah saat mendengar jawaban tidak rasional yang dikatakan oleh adiknya itu.
"Sudahlah Kak, semuanya itu sudah berakhir, kalau dia hamil sih aku akan tanggung jawab sebenarnya, Tapi karena anaknya sudah gugur Mana mungkin aku mau tanggung jawab buktinya apa kalau dia anakku?" Raihan yang terus bersilat lidah hingga membuat Yufan kehilangan kesabarannya.
"Dasar pria brengsek." ucap Yufan yang kemudian memberikan pukulan bertubi-tubi kepada adiknya.
BUG..
BUG..
BUG..
tiga pukulan mendarat di wajah tampan Raihan. Hal itu membuat pemuda itu tidak mampu untuk melawan kakaknya, Raihan memang Playboy tapi dia tidak pandai berkelahi sedangkan kedua kakaknya itu memang selalu suka latihan karate bersama dengan Sheila.
"Yufan, bawa pria ini dan wanita itu masuk ke mobil. aku akan menelpon Sheila dan membuat sidang di rumah." kata-kata yang di ucapkan oleh Raihan benar-benar seolah menghina para kaum wanita.
"Memangnya kamu ini lahir dari batu, lahir dari pisang apa? kamu ini lahir dari seorang wanita kalau bicara itu yang enak, Istriku itu seorang wanita kamu mengerti!!" bentak Yufan yang tidak bisa menahan emosinya.
Seketika Ivan langsung menarik Raihan untuk masuk ke dalam mobil. "Kunci pintu rumahmu dan ikutlah kami ke rumah." pinta Yufan.
"Untuk apa Mas?" tanya Asyifa.
"Sudahlah, pria ini harus bertanggung jawab atas kehormatanmu yang hilang." jawab Yufan yang kemudian menunggu Asyifa menutup pintu rumahnya. terlihat wanita itu mengambil tas dan jaket kain tipis yang dia pakai.
"Kamu sudah kunci pintunya?" tanya Yufan.
"Sudah Mas.* jawab Asyifa.
Sesaat kemudian Yufan menelpon Sheila dan meminta wanita itu untuk segera kembali ke rumah. Ada sesuatu yang harus mereka bicarakan apalagi ini adalah hari Sabtu jadi pria itu meminta adiknya untuk segera ke rumah.
Sheila bisa merasakan ada sesuatu yang terjadi kepada keluarganya, karena itu dia tidak bertanya atau bagaimanapun. dengan segera Sheila dan suaminya pergi ke tempat Gunawan, mobil berwarna merah itu melaju di jalanan kota Jakarta. tatapan mata Ivan menatap adiknya yang ternyata benar-benar sangat brengsek.
"Sudah berapa Wanita Yang Kau hancurkan Raihan, Apakah wanita ini saja atau lebih dari ini?" tanya Ivan yang membuat Raihan hanya terdiam.
__ADS_1
"Kenapa Abang selalu menyalahkanku? salahkan para wanita yang mau melakukannya bersamaku." jawab Raihan yang membuat Ivan memijit keningnya.
"Dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan, saudaranya ini seolah ingin mengatakan kalau semuanya baik-baik saja.
"Aku tidak mengira kalau adikku ini adalah orang yang sangat kurang ajar, kamu ini mencontoh didikan siapa sih?" tanya Ivan yang kemudian menyandarkan tubuhnya di kursi mobil. dia tidak akan pernah menyangka kalau adiknya adalah pria sebejat itu.
Mendengar kata-kata adiknya yang begitu panas di telinga. Hal itu membuat Yufan dan Ivan hanya diam sembari menahan panas yang ada di hatinya, mobil berwarna merah itu melaju dengan begitu kencang. sekitar 30 menit kemudian mereka sudah sampai di rumah Gunawan, langkah kaki Yufan keluar dari mobil. tatapan matanya menatap rumah besar itu.
"Hufff...,"
Yufan menghela nafasnya berulang kali. "Aku akan meminta Papa untuk ke rumahku saja." ucap Yufan.
"Terserah, Jangan biarkan Mama Mendengar hal ini biar nanti papa memberitahu mama perlahan-lahan." ucap Ivan yang membuat Yufan menganggukkan kepalanya.
Ketika pria itu hendak masuk ke rumah besar itu Sheila juga sampai di tempat itu. "Ada apa Bang?" tanya Sheila yang baru turun dari mobil.
"Kamu putar balik aja langsung masuk ke rumahku." jawab Yufan yang membuat Sheila kembali masuk ke dalam mobil dan meminta Reno untuk berputar Ke Rumah kakaknya itu.
Tatapan mata Reno menatap seorang wanita berada di dalam mobil Yufan. "Kelihatannya adiknu itu membuat masalah." ucap Reno yang tadi melihat Raihan berada di dalam mobil Yufan.
"Entahlah Mas, Aku sangat bingung dengan pria itu. dia selalu saja membuat masalah, kali ini kalau dia membuat masalah serius akan kubuat kaki dan tangannya itu patah." jawab Sheila yang kemudian meminta sang suami untuk melajukan mobilnya.
"Papa ada di mana ma?" tanya Yufan.
"Papa, Papamu ada di belakang. lagi bakar ayam." jawab Safira.
Setelah mendengar perkataan mamanya langkah kaki Yufan mendekati Papanya yang sedang membakar ayam. (orang kaya kok bakar ayam, dia nggak punya oven pemanggang apa)
"Pa." panggil Yufan.
"Ada apa, Yufan." jawab Gunawan.
"Bisa ikut aku sebentar, tidak?" tanya Yufan.
"Memangnya ada apa?" Gunawan yang masih membakar ayam.
"Masalah penting Pa." jawab Yufan yang kemudian menarik Papanya.
"Mau dibawa Ke Mana papamu, Yufan?!" seru Safira.
__ADS_1
"Urusan kantor sebentar Ma." jawab Yufan yang kemudian membawa Papanya ke rumahnya.
"Ada apa Yufan?" tanya Gunawan.
"Nanti papa juga akan tahu." jawab Yufan.
Ketika masuk ke dalam rumah Yufan seorang wanita nampak berada di tempat itu bersama Raihan, Sheila, Reno dan Ivan.
"Kok pada di sini semua, Kenapa nggak di rumah?" tanya Gunawan.
"Ada masalah penting dikit Pa." jawab Yufan.
"Ada apa memangnya?" tanya Gunawan yang masih belum memahami situasi.
"Aku minta pada Papa untuk menikahkan putra Papa itu sama wanita ini." Ivan yang langsung berbicara pada poin pentingnya.
"Menikah, Kenapa adikmu harus menikah Sekarang? usianya saja masih 19 tahun, Ivan." jawab jawab Gunawan.
"Pria ini sudah menghamili anak orang, Pa." pria ini harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan." jawab Ivan yang membuat Gunawan benar-benar terkejut bukan main.
Seketika pria itu menatap putranya yang wajahnya sudah babak belur itu, dia menatap seorang wanita muda yang ada di samping Raihan.
"Ya Allah Raihan, Apa sih yang kamu inginkan itu? kenapa kamu harus melakukan hal ini, Raihan." ucap Gunawan yang berusaha untuk menekan gejolak yang ada di hatinya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
__ADS_1