KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Berkas aneh


__ADS_3

Semua seperti dua sisi yang berbeda.


api menyala di atas dinginnya musim


Dua sisi yang berbeda


antara kehidupan dan kematian


***


"Terima kasih ya Mas, Sudah mentraktir makan." ucap Aisyah.


"Iya, sama-sama." jawab Ivan.


"Oh ya Aisyah, Kamu jangan terlalu memikirkan apa yang dikatakan oleh kakakmu ya. kamu itu adalah pegawaiku pegawai dari papa, kamu bekerja di perusahaan papaku jadi kamu jangan terlalu memikirkan apa yang dikatakan oleh Zaskia." ucap Ivan.


"Tidak apa-apa mas, mbak Zaskia itu memang seperti itu, mungkin karena dia berpikir aku mendekati Mas Ivan." jawab Aisyah.


"Memangnya kenapa Kakakmu mempunyai pemikiran seperti itu?" tanya Ivan.


"Entahlah Mas, aku tidak tahu. lagi pula aku tidak ingin memikirkan hal itu, biarkan saja Mbak Zaskia mempunyai pemikiran seperti itu lagi pula aku ingin bekerja untuk mendapatkan uang dan sedikit menyenangkan orang tuaku." jawab Aisyah. wanita itu tidak mempunyai cita-cita yang begitu muluk, cita-citanya begitu sederhana wanita itu ingin membantu orang tuanya meringankan beban mereka selama ini.


"Ya sudah kalau begitu, aku antarkan kamu pulang ya? kita kan searah nanti aku dikiranya laki-laki tidak bertanggung jawab. setelah mengajak sekretaris sekretarisku keluar malah aku tinggalkan." ucap Ivan.


"Tidak apa-apa Mas, nanti aku bisa naik kendaraan umum kok." jawab Aisyah sembari tersenyum.


Terkadang Ivan merasa sedikit nyaman saat berbicara kepada Aisyah, mengeluarkan keluh kesahnya bahkan pria itu terkadang berbicara mengenai Jalan hidupnya. Aisyah adalah wanita yang begitu baik sederhana dan selalu memberikan pandangan hidup yang begitu berarti, setelah makan bersama Aisyah akhirnya Ivan pulang ke rumah. pria itu benar-benar begitu lelah, tadi waktu di perusahaan Zaskia selalu meneleponnya padahal dia sudah bilang kalau dia masih mempunyai beberapa pekerjaan yang harus dia selesaikan.


"Assalamualaikum, Ivan." ucap Ivan yang masuk ke dalam rumah. terlihat pria itu menatap sang mama yang sedang membaca majalah di ruang tamu.


"Apa tadi ada tamu ma, tumben Mama ada di ruang tamu?" tanya Ivan kepada Safira.


"Iya tadi ada teman Papa yang ke sini, katanya Mereka mau melihat beberapa proyek yang harus mereka kerjakan.'' jawab Safira.


Tatapan mata Safira menatap putranya yang terlihat sedikit gembira. "Tumben sekali Putra Mama ini wajahnya segar seperti itu, apa kamu habis dapat sesuatu, sayang?" tanya Safira.


"Tidak ma, hanya tadi meeting bersama beberapa klien." jawab Ivan.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu, mandilah ganti pakaian setelah itu makan." pinta Safira.


"Tidak ma, tadi Ivan sudah makan sama Aisyah." jawab Ivan.


"Oh ya sudah, kalau begitu mandilah setelah itu istirahat." jawab Safira yang kemudian meminta Ivan untuk segera mandi.


Terkadang Ivan memikirkan apa yang ada di pikiran Zaskia, dia mempunyai Ibu sambung yang sangat luar biasa. tapi entah kenapa Zaskia selalu saja berpikiran jelek kepada Safira, sekitar 2 jam kemudian terlihat Ivan sudah keluar dari kamarnya. pria itu melihat sang Mama yang berada di ruang keluarga sembari membawa beberapa berkas bersama dengan papanya.


"Papa, Mama. Kalian sedang apa?" tanya Ivan.


"Ini lho Ivan, Papa sama Mama sedang melihat beberapa berkas yang bermasalah. kelihatannya ada beberapa tender yang disalahgunakan." jawab Gunawan.


Sesaat kemudian terlihat Yufan membawa beberapa berkas dari perusahaannya.


"Kamu bawa apa Yufan?" tanya Ivan.


"Bawa berkas bermasalah." jawab Yufan.


Sekitar 15 menit kemudian Budi sudah berada di tempat Gunawan. "Mas." panggil Budi.


Akhirnya malam itu keluarga Gunawan dan Budi sedang memeriksa beberapa berkas yang bermasalah.


"Apa kamu tidak pernah mengetahui berkas-berkas Ini, Budi?" tanya Gunawan.


"Tidak Mas, berkas ini sangat berbeda dengan berkas yang aku terima. berkas yang aku terima semuanya tidak bermasalah, namun satu tahun yang lalu Mas tahu sendiri kan, aku harus masuk rumah sakit dan tidak tahu menahun mengenai hal ini. sedangkan Andira suaminya meninggal Jadi kami sama-sama tidak bisa menghandle perusahaan hampir beberapa bulan. Tapi ketika kami sama-sama masuk kembali ke perusahaan semuanya benar-benar berantakan, Mas." jawab Budi.


"Ya sudah kalau begitu, lebih baik kita selesaikan ini Setelah itu kita kumpulkan orang-orang yang ada di perusahaan G2. Aku tidak ingin perusahaan ini mengalami krisis karena ulah seseorang." ucap Gunawan.


"Maafkan Aku, Mas. aku benar-benar teledor." ucap Budi.


"Tidak Budi, aku seharusnya memegang sendiri perusahaanku, Bukannya menyerahkan tanggung jawabku ini padamu aku tahu kalau kamu juga harus mempertahankan dirimu. aku tidak bisa menjenguk mu setiap hari ketika kamu dalam kondisi sekarat waktu itu." ucap Gunawan.


"Tidak Mas, Mas sudah memberikan aku yang terbaik, mas selalu ke tempatku bahkan membayar seluruh tagihan Rumah Sakit." jawab Budi.


"Ya sudah kalau begitu, setelah selesai semua urusan ini Mari kita tata kembali. aku tidak ingin satu perusahaan ini mengalami masalah karena permasalahan ini ada tiga, satu mengenai pusat perbelanjaan itu dan kedua kontrak kerjasama dengan pengusaha asing." ucap Gunawan.


"Iya Mas, Baiklah aku akan melakukan yang terbaik." jawab Budi yang terlihat meneliti beberapa berkas yang benar-benar sangat bermasalah.

__ADS_1


Ivan yang melihat hal itu nampak dia ikut membantu keluarganya, "Berkas seperti ini juga ada di perusahaanku, ayah." ucap Ivan yang membuat Gunawan dan Budi langsung terdiam.


"Maksudmu?" tanya Gunawan.


"Salah satu berkas atas nama yang sama dengan orang ini juga ada di perusahaanku, bahkan perusahaan ini bekerja sama dengan perusahaan G1 tanpa diketahui oleh perusahaan G2." jawab Ivan yang membuat orang-orang yang ada di ruangan itu langsung terkejut.


Seketika Safira menelpon Andira karena Safira sedikit mengenal tanda tangan dari berkas yang dia lihat. "Ada apa Sayang?" tanya Gunawan kepada sang istri.


"Tanda tangan ini sepertinya aku sangat mengenalnya, Mas." jawab Safira.


"Apakah kamu yakin?" tanya Gunawan.


"Benar Mas, tanda tangan ini pernah aku lihat tapi di mana gitu loh aku lupa." jawab Safira yang kemudian menelpon Andira.


Setelah sambungan telepon dengan Andira sudah terhubung Safira melakukan video call dan memperlihatkan tanda tangan tersebut. "Sebenarnya itu dulu bukan milik dari perusahaan Itu, Entah mengapa di tengah jalan perusahaan itu mengalihkan kepada perusahaan yang sudah kita sepakati. karena aku dan Budi tidak mau mengambil resiko serta kamu, Gunawan. kami menerima kerjasama itu selanjutnya, Tapi aku tidak tahu siapa orang yang menandatangani itu karena kami tidak pernah bertemu dengan dia." jawab Andira.


"Aku pernah melihat tanda tangan Ini, Mbak. tapi aku lupa siapa gitu." ucap Safira.


"Apa kamu yakin?" tanya Andira kepada Safira.


"Aku sangat yakin, Mbak. tapi waktu itu siapa ya aku lupa. Aku akan coba bertanya kepada Mas Rudi, Kemungkinan dia tahu." ucap Safira yang kemudian mencoba untuk menelpon Rudi.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan

__ADS_1


__ADS_2