
BRAKKK...
BRAKKK...
Zaskia yang begitu murka karena dirinya di usir oleh Ivan. "Aaaa!!" teriak Zaskia.
Terlihat Ivan sedang berada di sebuah tempat untuk menenangkan dirinya, pria itu benar-benar sudah tidak kuasa dengan semua yang terjadi pada dirinya. Ivan merasakan kegalauan yang luar biasa, dia benar-benar tidak ingin melanjutkan hubungan bersama dengan Zaskia, sebuah hubungan yang sudah tidak bisa dinamakan sebagai hubungan cinta. hubungan yang tidak pernah ada landasan pengertian dan saling memahami.
"Apa yang sedang kau pikirkan, Ivan?" tanya seorang pria yang tidak lain adalah teman dari Ivan.
"Entahlah aku tidak tahu apa yang telah aku pikirkan." jawab Ivan.
"Lalu, apakah kamu masih bersama dengan kekasihmu itu?" tanya teman Ivan yang membuat Ivan sedikit terdiam.
"Entahlah, aku tidak tahu hubungan ini benar-benar seperti tidak nyata, hubungan ini benar-benar seperti sebuah hubungan yang tidak ada landasan kepercayaan dan saling memahami." jawab Ivan.
"Beberapa hari yang lalu secara tidak sengaja aku bertemu dengan Yufan, dia menceritakan mengenai temperamen dari kekasihmu." ucap teman Ivan.
"Lalu?" tanya Ivan.
"Kau akan merasa sedih jika kau melanjutkan kisah cinta ini, namun kau juga akan terluka jika kau tiba-tiba kehilangan dia. tapi rasakan perasaan yang ada di hatimu, cobalah memahami bagaimana perasaanmu sekarang." ucap teman Ivan.
"Entahlah, aku tidak tahu tapi yang jelas aku benar-benar tidak bisa melanjutkan hubungan ini, terasa hubungan ini sudah tidak sehat dan hubungan ini akan menghancurkan orang-orang yang mencintaiku." jawab Ivan.
"Jika memang sudah seperti itu lalu Kenapa kamu pertahankan nya, hadapi kenyataan ini dan cobalah untuk membuat perasaanmu berkembang. Jika kamu terus seperti ini maka lama-kelamaan perasaanmu akan hancur dan kamu akan menjadi semakin terpuruk." ucap teman Ivan.
"Apa yang kamu katakan itu ada benarnya, tapi ketika hubunganku tidak sehat ada sebuah perasaan yang selalu membuatku merasakan kenyamanan. ada sebuah perasaan yang membuatku begitu tenang ketika aku bersama seseorang." ucap Ivan.
__ADS_1
"Lalu?" tanya teman Ivan kepada Ivan.
"Apakah perasaan ini adalah sebuah kesalahan? jika aku merasakan cinta kepada wanita lain seorang wanita yang lebih memahamiku, seorang wanita yang memberikan aku ruang untuk berpikir. memberikan aku kesempatan untuk memahami diriku sendiri." jawab Ivan.
"Benar apa yang dikatakan oleh wanita itu, kamu harus memberikan ruang untuk dirimu sendiri. Kamu harus memberikan kesempatan pada perasaanmu untuk memikirkan Apakah cinta ini pantas diteruskan atau cinta ini harus dihentikan. Jika kamu benar-benar ingin melanjutkan perasaan ini maka kamu harus melanjutkannya, jika perasaan cinta yang kamu miliki untuk dia semakin menyakitimu dan orang-orang yang ada di sekitarmu, maka Lebih baik kau harus menghentikannya. itu akan menghancurkanmu dalam sekejap waktu, Mungkin itu bukanlah sebuah cinta namun hanya Sebuah obsesi untuk memiliki." ucap teman Ivan yang membuat Ivan menganggukkan kepalanya.
"Terima kasih karena kamu membuat aku merasakan sesuatu yang benar-benar menghimpit hatiku beberapa waktu ini." ucap Ivan.
"Tenang saja bro, kita ini adalah teman jika ada waktu untukmu bermain-main ke rumah. mampirlah aku dan istri serta anakku akan membuka pintu untukmu Yang ternyata dia sedang menelpon Irvan.
"Baiklah Paman Irvan, Terima kasih karena paman sudah membuatku merasakan pemikiran yang lebih baik. kamu tahu aku beberapa hari ini tidak bisa berpikir jernih, otakku serasa sudah pecah karena memikirkan hal ini." ucap Ivan.
"Tenang saja Ivan, Paman akan membantu mu, Kamu bicara saja apa yang terjadi. oh ya bagaimana kondisi di sana semuanya, apakah baik-baik saja?" tanya Irfan kepada Ivan.
"Di sini kondisinya baik-baik semuanya, Paman. hanya aku yang tidak baik karena memikirkan permasalahan ini." jawab Ivan sambil tersenyum dengan pertanyaan yang diberikan oleh Irfan.
Aisyah sedang makan dengan beberapa temannya termasuk Herman di Cafe tempat Ivan berada. terlihat mereka bercanda gurau tertawa bahkan mereka berbicara seolah mereka itu teman akrab.
"Oh ya Aisyah, bagaimana kalau nanti malam aku mengajak kamu keluar?" tanya Herman kepada Aisyah.
"Nanti malam tidak bisa lho mas, karena aku banyak pekerjaan. lagi pula aku harus membawa beberapa pekerjaan ke rumah." jawab Aisyah sambil tersenyum.
Ivan menatap Aisyah dari meja tempatnya berada, pria itu menatap Aisyah dengan kata-katanya yang lembut, tutur katanya begitu menyenangkan dan bahasa yang benar-benar membuat orang lain begitu nyaman.
"Iya Aisyah, Bagaimana kalau kapan-kapan kita keluar bersama, piknik gitu." ucap salah satu teman Aisyah yang ada di perusahaan yang sama.
"Bagaimana ya, kalau aku keluar aku harus mengajak teman sekamarku. kalian tahu kan kalau sekarang aku mempunyai teman sekamar." jawab Aisyah.
__ADS_1
Suara canda tawa dan kata-kata yang diucapkan oleh Aisyah membuat teman-temannya selalu suka dengan wanita itu, Ivan terus menatap Aisyah tanpa mengatakan sesuatu ketika pria itu menatap Aisyah dengan tatapan mata yang begitu terpesona. tiba-tiba saja jantungnya berdebar begitu kencang. Apa salahnya jika cinta ini berhenti di tempat yang tidak seharusnya, dia merasakan perasaan itu kepada Aisyah, pria itu merasakan jantungnya berdebar begitu kencang saat melihat Aisyah. Begitu berbeda ketika dia bersama Zaskia.
Beberapa menit kemudian ponsel Ivan mulai berdering pria itu melihat nama Zaskia yang tertera di sana. "Mau apalagi wanita itu menelponku."'ucap Ivan yang terlihat wajahnya langsung berubah ketika melihat ponselnya ditelepon oleh Zaskia. pacarnya itu benar-benar tidak bisa memberikan dia perasaan nyaman, tidak bisa memberikan dia perasaan senang ketika mereka bersama. seketika Ivan mematikan ponselnya, pria itu tidak ingin terus menerus diganggu oleh kekasihnya itu.
Sedangkan Zaskia sendiri Wanita itu sangat marah ketika ponselnya langsung dimatikan oleh Ivan, seolah dia sudah diputuskan oleh Ivan hingga membuat Zaskia tidak bisa mengatakan apa yang harus dia lakukan.
"Dasar brengsek, berani sekali dia melakukan hal itu dia benar-benar sudah membuatku seperti wanita tidak berguna sama sekali, dia lebih memilih adikku daripada aku!!" teriak Zaskia ketika dia menelepon Ivan namun telepon itu langsung dimatikan.
PRANGG...
Zaskia membanting barang-barang yang ada di ruangannya. Dia merasakan frustasi, jika sampai dia berpisah dengan Ivan dia takut dia tidak akan mendapatkan apa yang dia inginkan kembali. apalagi dia tidak bekerja di tempat itu karena dia hanya ingin mendapatkan fasilitas menyenangkan dari Ivan.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1