KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Siapa musuh Gunawan


__ADS_3

"Bagaimana, mas?" tanya Aisyah.


"Hemmm, enak." jawab Ivan yang menikmati makanan yang sudah di masakan oleh Aisyah.


Sekitar satu jam kemudian terlihat salah satu teman Aisyah nampak masuk ke dalam tempat Aisyah.


"Aisyah, Oh ya Aisyah!!" seru salah satu teman kost Aisyah.


"ada apa?" tanya Aisyah.


Kamar Aisyah memang tidak ditutup karena biar tidak menimbulkan fitnah dari orang-orang yang ada di dekatnya. "Maaf aku tidak tahu kalau ada tamu." ucap teman Aisyah.


"Iya, tidak apa-apa. Oh ya Aisyah Terima kasih karena sudah memberikan aku makanan. aku mau pulang dulu ya." Ivan yang kemudian berpamitan kepada Aisyah dan pergi dari tempat kos itu.


"Sama-sama Mas." jawab Aisyah yang kemudian mengantar Ivan keluar dari kosnya. seorang gadis seusia dengan Aisyah nampak menatap pria tampan yang sedang mendatangi temannya tersebut.


"Siapa dia, Aisyah?" tanya teman Aisyah.


"Dia bosku." jawab Aisyah.


"Apa kamu yakin?" tanya teman Aisyah.


"Tentu saja aku yakin, kamu kira aku bohong ya." jawab Aisyah yang kemudian menutup pintu kamarnya.


Ivan yang sudah pergi dari tempat Aisyah nampak pria itu tiba-tiba saja membayangkan wajah Aisyah yang tersenyum begitu tulus, begitu pandai memasak tutur katanya lembut Bahkan dia selalu baik kepada orang lain. tanpa sengaja bibir itu tertarik ke atas dan menunjukkan senyumnya, Ivan merasakan sesuatu yang begitu aneh di hatinya. 2 tahun berpacaran dengan Zaskia terkadang Hal itu membuat Ivan merasakan tekanan. pria itu memang mengenal Aisyah semenjak beberapa tahun yang lalu, namun begitu berbeda ketika dia berbicara dan berinteraksi langsung dengan gadis lugu tersebut.


"Mengapa Aisyah begitu berbeda dengan Zaskia, perbedaan mereka benar-benar begitu jauh. bagai pinang dibelah dua namun pinang itu memiliki perbedaan yang benar-benar drastis." ucap Ivan yang kemudian melajukan mobilnya ke rumah.


Keesokan hari Ivan berangkat ke perusahaan kembali.


"Selamat pagi, tuan!" seru para karyawan perusahaan G1.


"Selamat pagi." jawab Ivan.


"Tuan Ivan, Tuan Gunawan sudah menunggu Anda di dalam." ucap salah satu petugas resepsionis.


"Baiklah kalau begitu, terima kasih saya akan segera ke ruangan Tuan Gunawan." jawab Ivan yang kemudian melangkah maju.


Ketika hendak berjalan menaiki lift terlihat Aisyah juga mau masuk ke lift tersebut. "Kamu mau ke mana, Aisyah?" tanya Ivan.

__ADS_1


"Tentu saja mau ke kantor, Tuan." jawab Aisyah yang kemudian masuk bersama dengan Ivan.


Terlihat sebuah senyum, suara canda tawa dan pembicaraan yang seolah mereka itu sudah lebih akrab di luar sebagai seorang karyawan dan bos.


"Ayo kita keluar, Aisyah. lagi pula aku harus berbicara dengan papaku, Jika kamu mau ikut Tolong kamu ikut aku. kalau bisa kamu catat semua kata-kata yang diucapkan oleh papaku." ucap Ivan.


"Memangnya ada apa, tuan? apa ada sesuatu yang salah?" tanya Aisyah kepada Ivan.


"Nanti kalau kita sudah berbicara sama papaku kamu akan tahu sendiri." jawab Ivan.


Akhirnya Ivan dan Aisyah pergi ke ruangan Gunawan, mereka harus membicarakan sesuatu yang begitu penting mengenai beberapa berkas yang sangat mencurigakan.


TOK..


TOK..


Ivan mengetuk pintu kantor papanya.


"Masuk!!" seru Gunawan. ketika mereka masuk melihat Gunawan sedang meneliti beberapa berkas.


"Duduk dulu." pinta Gunawan yang meminta Aisyah dan Ivan untuk duduk. kedua orang itu sedang menatap Gunawan dengan begitu intens.


Pagi itu dibuka dengan beberapa pembicaraan yang sangat luar biasa, terlihat Gunawan memberikan beberapa perintah kepada Ivan mengenai salah satu berkas yang berhubungan dengan salah satu perusahaan yang mungkin milik Satria.


"Apa yang harus kami lakukan, Tuan?" tanya Aisyah kepada gunawan.


"Aku minta kepadamu untuk mensurvei seluruh berkas-berkas dan kontrak yang akan diajukan ke perusahaan. kamu bisa kan, Aisyah?" tanya Gunawan.


"Tentu saja saya bisa, tuan. saya akan melakukannya." jawab Aisyah.


Setelah menerima perintah seperti itu akhirnya Aisyah pergi ke ruangannya, Gunawan menatap Aisyah dengan tatapan mata yang menunjukkan kalau pria itu suka ketika dia bekerja menjadi sekretaris putranya.


"Bagaimana pekerjaan Aisyah, Ivan?" tanya Gunawan.


"Dia sangat cekatan, papa. dia sangat luar biasa dan dia sangat mengerti tanpa Aku perintahkan." jawab Ivan.


Terlihat Gunawan hanya menganggukkan kepalanya kemudian tersenyum. "Ya sudah kalau begitu, aku harap Aisyah betah di perusahaan dan dia betah bekerja di sini bersamamu." ucap Gunawan yang kemudian meminta Ivan untuk segera kembali ke ruangannya.


Gunawan dari dulu memang menyukai sikap dan sifat yang dimiliki oleh Aisyah daripada Zaskia. Namun karena Ivan lebih mencintai Zaskia maka Apa yang bisa dilakukan oleh Ivan, karena cinta tidak bisa dipaksa oleh sesuatu.

__ADS_1


"Aku tidak bisa melakukan apapun, aku tidak bisa memaksa cinta berlabuh pada tempat yang tidak diinginkan." ucap Gunawan yang kemudian memeriksa kembali beberapa berkas tersebut.


Dia harus mencari informasi mengenai pengusaha yang begitu misterius itu, jika kecurigaannya itu benar dan jika perusahaan itu milik Satria maka Gunawan harus berhati-hati dengan semua kelicikan pria itu. dia sudah hampir kehilangan seluruh perusahaannya, jika tidak dibantu oleh pamannya dan Andira. namun sekarang kekuatan yang dimiliki oleh Gunawan sudah meninggal.


"Aku harus memikirkan cara untuk melawan pria itu, jika dia benar benar orang yang sudah melakukan kekacauan ini." ucap Gunawan.


Di ruangan Ivan terlihat Ivan sedang menandatangani beberapa kontrak dengan salah satu perusahaan. "Bagaimana, Apa kamu sudah mencari informasi mengenai perusahaan itu, Aisyah?" tanya Ivan.


"Belum mas." jawab Aisyah.


"Ya sudah kalau begitu, aku akan meminta salah satu temanku untuk mencari tahu mengenai orang yang bernama tuan Jackson." ucap Ivan.


"Memangnya kenapa dengan pria itu, Tuan? Apakah ada sesuatu yang berhubungan dengan pria yang memiliki perusahaan itu?" tanya Aisyah.


"Sesuatu yang buruk maka mungkin akan terjadi, jika kita belum mendapatkan informasi mengenai pria itu. beberapa informasi yang sudah aku dapatkan mengatakan pria yang bernama Tuan Jackson itu adalah pria yang menggunakan nama samaran, jika pria itu adalah musuh bebuyutan lama papaku maka kita semua dalam bahaya. bisa-bisa perusahaan ini akan hancur untuk yang kedua kalinya." jawab Ivan.


"Separah itu kah, Mas?" tanya Aisyah.


"Tentu saja itu parah." jawab Ivan.


Setelah mendengar semua perkataan Ivan akhirnya Aisyah akan mencari tahu mengenai pria yang bernama Tuan Jackson, entah siapa pria itu bahkan Aisyah sendiri juga tidak tahu siapa pria itu. karena Aisyah baru masuk ke perusahaan setelah beberapa tender sudah ditandatangani oleh pemimpin yang dahulu.


"Bagaimana, Apa kamu sudah mendapatkan informasi yang aku minta?" tanya Ivan yang sudah menelpon salah satu temannya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan

__ADS_1


__ADS_2