KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Hahaha mati kutu deh


__ADS_3

Pagi itu senja terlihat begitu indah, Gunawan dan sang istri sedang menanam bunga di pekarangan belakang rumah mereka.


"Sayang, kamu mau masak apa hari ini?" tanya Gunawan.


"Aku mau membuat nasi campur mas." jawab Safira.


"Waduh kenapa harus nasi campur sih, Kenapa tidak membuat nasi rendang aja?" tanya Gunawan.


"Memangnya Mas mau nasi rendang? kalau mau aku buatkan." Safira yang bertanya sembari menanam beberapa bunga.


"Tentu saja sayang, Sudah lama aku tidak makan nasi rendang buatan mu, apalagi nasi urap sama ayam panggang kesukaanku itu." jawab Gunawan.


"Halah.., itu maumu aja kan? paling-paling nanti kalau sudah aku buatkan semuanya kamu telepon satu kampung, kamu pasti mau memanggil cucu-cucumu kan." cibir Safira yang membuat Gunawan tertawa sembari memeluk sang istri.


"Ayolah sayang, sudah dua hari ini loh para cucu-cucuku itu tidak kemari. mereka itu sudah lupa apa sama kakeknya ini?" tanya Gunawan.


"Mereka kan harus sekolah, Mas. apa Mas itu tidak mengerti Kalau mereka masih kecil dulu setiap hari kita ambil. kalau mereka sudah sekolah memangnya kita mau mengambil mereka di tempat sekolah?" tanya Safira yang kemudian memukul suaminya dengan sekop kecil yang ada di tangannya.


"Kamu tahu nggak sayang, beberapa hari ini aku melihat sebuah informasi mengenai seorang pengusaha yang memiliki tiga istri loh." ucap Gunawan sambil memperlihatkan ponselnya.


Entah apa yang ada di otak Gunawan sehingga dia mengatakan hal itu, dia kan sudah tahu kalau Safira itu benci dengan pengkhianatan atau yang lainnya.


"Kelihatannya kamu bangga sekali dengan temanmu itu, mas?" tanya Safira sembari menatap sang suami dengan Tatapan yang begitu menakutkan hingga membuat Gunawan langsung terdiam dan memasukkan ponselnya.


"Aduh, kelihatannya aku ini cari masalah aja ya. aku ini benar-benar mau bunuh diri, udah tahu Istriku itu benci dengan hal seperti itu malah pagi-pagi begini aku pancing amarahnya, pasti nanti malam aku disuruh tidur ke kantorku." guman Gunawan dalam hati yang kemudian mencoba untuk mencari kata-kata agar dirinya aman.


"Bukan seperti itu, sayang. temanku itu adalah seorang pengusaha, dia sudah mempunyai dua istri tapi ternyata dia menikah lagi. istri pertama dan keduanya itu memergoki dia menikah lagi dan kamu tahu? kedua wanita itu menghajar habis-habisan temanku itu sampai mukanya benyok-benyok semua. Gunawan yang menceritakan semua yang terjadi kepada temannya.


"Untung cuma benyok Mas, Kalau aku sih aku bakal aku bakar aja langsung ngapain dipukuli, iya kan?" tanya Safira sembari melotot kedua matanya itu seolah ingin keluar dari kelopak matanya.


"Ya.., Salah lagi deh. ini mulut kok bablas banget sih, mulut ini benar-benar mau mencari masalah." guman Gunawan yang kemudian diam tanpa mengeluarkan suara sama sekali.

__ADS_1


"Oh ya Mas, Memangnya kamu mau menikah lagi ya? kamu mau cari istri baru, istri muda yang seksi, bahenol dadanya besar bibirnya seksi dan kalau jalan kayak bebek itu ya?" tanya Safira yang membuat Gunawan langsung menggelengkan kepalanya sembari menutup rapat mulutnya.


"Kenapa kamu tidak jujur aja kalau kamu sudah bosan ya Mas sama aku? udah banyak keriput ya di wajahku hingga kamu mau berpaling dariku!!" bentak Safira yang membuat Gunawan langsung terkejut bahkan pria itu jongkok mundur.


"Bukan seperti itu Sayang, aku kan cuma cerita mas tidak bermaksud seperti itu kok." Gunawan yang mencoba untuk menjelaskan kepada sang istri.


"Hallah..., alasan aja. lihat aja apa yang kamu lakukan di perusahaan di manapun pasti aku akan mencari tahu. aku tidak akan membiarkan kamu main-main di belakangku ya, dasar pria tua sinting berani sekali kamu mau main-main denganku. kamu mau aku kerahkan pasukanku untuk melawanmu?!" tanya Safira sembari berdiri dan berkacak pinggang. wanita itu berbicara panjang lebar hingga membuat Gunawan hanya menatap istrinya kemudian menggelengkan kepalanya.


Salah dia sendiri kenapa pagi buta Gunawan sudah membuat masalah dengan istrinya.


"Apes banget sih." guman Gunawan dalam hati yang kemudian menundukkan kepalanya.


"Berani sekali, udah tua kamu mau main-main sama aku. Aku mau tahu bagaimana jika hartamu ini aku ambil semuanya, kita itu sudah menikah akan ku bagi seluruh hartamu ini dengan 4 anakmu termasuk aku jadi 5 orang. kamu akan mendapatkan hasil 0% karena kita mempunyai perjanjian pranikah saat kita menikah." ancam Safira yang membuat Gunawan mengelus dadanya berulang kali.


"Aduhhhh, aku benar-benar cari masalah. entah apa yang terjadi nanti malam." guman Gunawan dalam hati yang kemudian menggali tanah sembari mendengarkan ocehan istrinya yang panjang lebar tersebut. Safira terus mengomel tidak karuan, dia mengoceh panjang lebar hingga membuat Gunawan hanya bisa menghela nafasnya berulang kali. tak berselang lama tiga malaikat penolong Gunawan datang dengan semua kelucuannya, anak-anak Yufan dan Ivan.


"Kakek, nenek!!" seru dua anak kembar Yufan satu anak Ivan.


Alangkah bahagianya Gunawan ketika tiga penolong itu datang dengan semua kelucuannya.


"Kalian jangan main sama kakek, jangan temenan sama kakek. sini!!" seru Safira yang membuat ketiga cucunya itu langsung berlari menghampiri Safira.


Gunawan benar-benar tertunduk lesu, dia yakin kalau hari ini dia akan mendapatkan akibat dari semua ocehannya sendiri.


"Ada apa Pa, kok mama mukannya cemberut gitu?" tanya Putri kepada Gunawan.


"Nggak tahu tuh." jawab Gunawan.


"Nggak mungkin lah Mama marah seperti itu Kalau Papa tidak melakukan sesuatu." sindir Aisyah kepada mertuanya.


"Papa itu kalau bicara hati-hati, jangan-jangan Papa membicarakan sesuatu yang Mama benci ya?" Yufan yang langsung menanyakan sesuatu.

__ADS_1


"Ya betul sekali, gimana ya Yufan, Ivan. papa itu tidak sengaja kok. Tapi mamamu sudah marah seperti ini." jawab Gunawan.


"Memangnya papa itu membicarakan apa pagi buta begini?" tanya Ivan.


"Itu loh Papa kan tadi cerita kalau temen papa itu sudah mempunyai dua istri, lalu dia menikah lagi Kemudian kepergok dua istrinya mereka mau bertengkar." jawab Gunawan dengan seluruh ceritanya.


"Pantas aja Mama marah, Papa itu benar-benar mencari masalah. tanggung sendiri akibatnya kalau nanti malam diusir keluar dari rumah, aku nggak bakal bukain pintu buat Papa, nanti mama marah sama aku." ucap Yufan sembari melirik Papanya.


"Jangan seperti itu dong Yufan, Ivan. tolong Papa dong." minta Gunawan.


"Apa Papa nginep aja di rumah Sheila?" Ivan yang memberikan jalan keluar.


"Masa sih Papa harus menginap di rumah mereka, jauh loh kalian kan dekat rumahnya kan berdampingan kok nggak mau nolong papa sih." Gunawan yang sedikit marah.


"Salah sendiri Papa melakukan sesuatu yang membuat Mama marah, pantesan aja Mama murka Seperti itu." cibir Ivan.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam

__ADS_1


__ADS_2