KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Ke puncak


__ADS_3

* Satu Minggu Kemudian **


Hari ini hari Minggu, Gunawan terlihat berada di rumahnya. sesuai dengan perkataan dari Andira, Gunawan akan mencoba untuk menerima perasaannya.


"Khem..," Gunawan yang berdehem.


"Ada apa?" tanya Safira.


"Oya, tadi anak-anak minta untuk jalan-jalan." jawab Gunawan.


"Oya?" tanya Safira.


"Iya, tadi mereka merengek minta untuk jalan-jalan." jawab Gunawan.


"Ya sudah, hari ini kan hari Minggu. tuan silahkan ajak anak-anak untuk bersenang-senang." ucap Safira yang membuat Gunawan sedikit kebingungan.


"Kamu bisa ikut kan?" tanya Gunawan.


"Saya?" tanya Safira yang bingung dengan perkataan Gunawan.


"Iya, kamu bisa ikut kan?" tanya Gunawan yang sedikit bingung saat mengatakan hal itu.


"Apa anda mengajak saya?" tanya Safira.


"Hore!!! kita akan jalan-jalan!!" seru si kembar.


Entah mengapa Safira merasa sedikit aneh, tiba-tiba saja Gunawan mau mengajak dia pergi bersama.


* Satu jam kemudian *


Di sebuah tempat yang terlihat begitu luar biasa, Gunawan terlihat menatap kedua anaknya yang begitu bahagia. di sebuah tempat yang sejuk terlihat Gunawan mengajak si kembar dan Safira ke rumahnya yang ada di perbukitan.


"Cepat Ma!!" seru Yufan dan Ivan.


"Iya, sebentar." jawab Safira yang menarik koper yang dia bawa.


"Sini aku bawakan kopernya." ucap Gunawan yang kemudian menarik kopernya.


Keseruan hari ini terlihat begitu luar biasa, namun keseruan dan kebahagiaan itu sedikit terganggu oleh sesuatu.


TOK...


TOK..


TOK..

__ADS_1


suara pintu vila Gunawan yang di ketok oleh seseorang.


"Ada apa?" tanya Gunawan.


"Entahlah, kelihatannya ada seseorang yang mengetok pintu." jawab Safira yang kemudian membuka pintu.


CEKLEK...


pintu vila Gunawan di buka.


"Ya tuan...," perkataan Safira yang terhenti ketika dia membuka pintu.


"Siapa?!" seru Gunawan yang berjalan mendekati Satria.


"Hallo!" seru Satria yang ternyata sudah berada di depan pintu vila Gunawan.


"Ya, anda siapa?" tanya Gunawan saat melihat pria yang ada di depannya itu.


"Loh Pak Satria, Pak Satria lagi ngapain di sini?" tanya Safira yang sangat terkejut saat melihat Bosnya itu ada di depannya.


"Lho..,Safira. Kamu juga lagi ngapain di Sini?" tanya Satria kepada Safira hingga membuat kedua orang itu saling menunjuk satu sama lain.


"Siapa dia?" tanya Gunawan kepada Safira.


Di depan semua orang Gunawan memperingatkan Safira untuk tidak memanggilnya Tuan, karena hal itu dia sedikit kebingungan saat melihat bosnya ada di depan pintu villa milik Gunawan.


"Kamu lagi ngapain di sini?" tanya Satria kepada Safira.


"Ini pak lagi...," ucap Safira yang belum dilanjutkan langsung dipotong oleh Gunawan.


"Ini adalah villa tempatku, kami di sini mau berlibur." jawab Gunawan yang membuat Satria menganggukkan kepalanya.


"Kebetulan sekali aku juga sedang mengistirahatkan diri di villa yang ada di sebelah villa kalian ini." ucap Satria. sebenarnya beberapa jam yang lalu Satria baru mendapatkan kabar Kalau Safira akan libur dua hari untuk pergi ke sebuah puncak. Satria yang mendengarkan kabar itu tentu saja pria itu langsung mencari tahu mengenai kabar yang diberikan oleh Safira, dengan segera pria itu menelpon salah satu anak buahnya untuk membeli villa yang ada di dekat villa milik Gunawan.


"Oh ya, aku tidak mengira kalau kamu ada di sini padahal aku kira Kalian mau ke mana." ucap Satria.


Gunawan menatap Satria dari ujung kepala sampai ujung kaki, terlihat pria itu memikirkan seorang pria yang menjadi bos dari istrinya tersebut. Entahlah, Safira Apakah bisa dikatakan sebagai seorang istri atau tidak. Tapi wanita itu hanya menandatangani sebuah perjanjian walaupun sebenarnya Gunawan sudah menikahi Shafira secara sah agama dan negara. tapi tidak pernah sekalipun Gunawan menganggap Safira sebagai istrinya, 1 tahun lebih pernikahan mereka Gunawan hanya menganggap Safira sebagai wanita yang merawat anak-anaknya, namun sekarang pria itu akan merasakan bagaimana rasanya cemburu luar biasa.


"Karena aku sudah ada di sini Bolehkah aku masuk?" tanya Satria kepada Gunawan yang dari tadi menatapnya.


Gunawan tidak mungkin mengatakan tidak boleh, namun Entah mengapa pria itu merasa sedikit terancam dengan kehadiran Satria.


"Silahkan kalau kamu mau duduk karena kita tetangga." ucap Gunawan.


Gunawan mempersilahkan Satria masuk, pria itu meminta Safira untuk membuatkan makanan atau minuman untuknya.

__ADS_1


"Mas." Panggil Safira. baru pertama kali Safira memanggil Gunawan dengan panggilan seperti itu, seketika Gunawan menoleh pria itu menatap Safira dengan tatapan mata yang benar-benar begitu intens.


DEG...


jantung Gunawan tiba-tiba saja berdebar begitu kencang, dia tidak pernah mengira Safira akan memanggilnya seperti itu.


"Iya." jawab Gunawan yang sedikit gugup.


"Barang-barang yang kita bawa belum dikeluarkan dari mobil lho Mas." ucap Safira yang sedikit kebingungan. wanita itu juga takut kalau tiba-tiba saja Gunawan marah kepadanya karena memanggil dia dengan panggilan Mas. tapi bagaimana lagi tidak mungkin kan Dia memanggil Gunawan dengan panggilan Tuan apalagi di depan bosnya, bisa-bisa pria itu akan malu semalu-malunya.


"Oh ya aku lupa, Sebentar ya sayang." jawab Gunawan yang membuat Safira ikut terdiam. sepasang suami istri itu benar-benar bertingkah begitu aneh. Hal itu membuat Satria yang ada di sana benar-benar yakin kalau Safira dan Gunawan hanyalah pasangan yang menikah karena sebatas perjanjian saja.


"Baiklah kalau begitu aku benar-benar sudah yakin kalau kalian hanya berpura-pura, dengan begini aku akan meyakinkan diriku untuk mengambil wanita ini. aku akan mengambilnya dan menjadikan Dia milikku." ucap Satria yang kemudian tersenyum.


"Mama, Mama." panggil dua bocah kecil yang baru turun dari lantai 2. terlihat si kembar mencari keberadaan Safira yang baru keluar bersama Gunawan untuk mengambil makanan yang masih berada di dalam mobil. karena mereka baru sampai nyatanya ada tamu yang membuat Safira dan Gunawan kebingungan.


"Oh ya, kalian Siapa?" tanya Satria.


"Om ini Siapa? Kenapa Ada di rumah kami?" tanya si kembar yang membuat Gunawan langsung tersenyum


"Perkenalkan nama Om ini adalah Om Satria, Om ini Bos dari ibu kalian." ucap Satria yang kemudian mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan si kembar.


Dengan cepat Satria mengajak si kembar untuk berbincang-bincang. sekitar 1 jam kemudian mau tidak mau Safira hanya bisa memasak nasi goreng sama ayam goreng serta wanita itu membuat jus apel yang ada baru dia bawa.


"Aku tidak menyangka kau pandai memasak, Safira." ucap Satria.


Gunawan terus melihat interaksi istri dan Bosnya itu, apalagi pria itu terus memandang Safira dengan tatapan mata yang seolah mengatakan kalau pria itu benar-benar tertarik dengan istrinya.


"Sebenarnya istriku sangat pandai memasak, kalau dia sedang libur dia pasti memasak untuk kami semua." jawab Gunawan yang kemudian melahap makanannya dengan begitu cepat.


"Oh ya sayang, setelah ini kita keluar jalan-jalan ya." ucap Gunawan yang membuat Safira kembali terdiam.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian

__ADS_1


__ADS_2