KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Makan bersama


__ADS_3

"Apa kamu sibuk, Fira?" tanya Satria yang masuk ke kantor Safira.


"Tidak Pak, Memangnya ada apa?" tanya Safira kepada Satria.


Terlihat pria itu kemudian tersenyum, dia sudah membawa beberapa makanan yang ada di tangannya.


"Ayo kita makan bersama." ucap Satria yang membuat Safira terkejut.


"Makan bersama?" tanya Safira.


"Tentu, Ayo kita makan bersama. lagi pula aku suka jika aku menghabiskan waktu bersama salah satu anak buahku." ucap Satria yang kemudian duduk di samping Safira yang sedang duduk di sofa kantornya.


Terlihat Satria benar-benar ingin mendapatkan perhatian dari Safira, namun Satria harus berlapang dada dengan semua keinginannya itu. saat dia bersama dengan Safira di kantornya terlihat Gunawan juga mendatangi kantor Safira dan mengajak istrinya itu untuk makan bersama. bahkan Gunawan mempunyai jurus jitu dengan membawa kedua anaknya.


TOK...


TOK...


suara pintu kantor Safira diketok.


"Masuk." jawab Safira.


"Mama!!" teriak si kembar yang sudah berada di kantor. Safira menatap si kembar yang sudah ada di kantornya bersama dengan papa mereka.


"Mama!!" teriak si kembar yang kemudian berlari dan memeluk Safira.


Satria yang melihat kedatangan si kembar bersama ayahnya membuat pria itu sedikit menghembuskan nafasnya dengan sangat keras dan kasar. Bagaimana tidak, Satria harus merasakan kekecewaan yang sangat luar biasa karena dia harus merasakan kekecewaan karena kedatangan dari Gunawan.


"Huff...," suara helaan nafas Satria.


"Mama!!" seru Yufan dan Ivan.


"Sayang, kalian datang kemari?" tanya Safira kepada dua anak kembarnya.


"Kami Mau mengajak Mama untuk makan siang!" seru si kembar yang terlihat benar-benar begitu bahagia.


"Tapi kita mau makan siang di mana?" tanya Safira.


"Kita makan siang di sekitar sini aja." jawab Gunawan.


Safira menatap Satria yang membawa dua kotak makanan. "Tapi gimana ya Mas, ini tadi Pak Satria membawakan aku makanan." ucap Safira yang membuat Gunawan menatap dua kotak makanan yang sudah ada di meja Safira.


"Tidak apa-apa, Fira. kamu keluar aja bersama dengan suami dan anak-anakmu, nanti biar aku makan makanannya, satunya kalau bisa kamu bawa pulang ya." minta Gunawan yang membuat Safira benar-benar Tidak enak hati.


"Beneran tidak apa-apa ya Pak?" tanya Safira.

__ADS_1


"Tentu tidak apa-apa, anak-anakmu kan sudah datang dari tempat mereka. Kalau pergi saja nanti kasihan mereka." ucap Satria yang membuat Safira berterima kasih kepada Bosnya itu.


Dalam hati Satria benar-benar sangat kesal, namun bagaimana lagi dia tidak mungkin mengatakan kalau dia tidak setuju karena itu bisa membuat Satria kehilangan muka.


"Baiklah kalau begitu, lebih baik aku pergi ke kantorku sebentar, Kau Pergilah bersama dengan anak-anakmu." ucap Gunawan yang kemudian meninggalkan kantor Safira.


Terlihat Satria benar-benar merasakan kekesalan yang sangat luar biasa, ingin hati pria itu melakukan sesuatu untuk mendapatkan perhatian Safira. yang terjadi malah si pengganggu Gunawan datang sambil membawa anak-anaknya.


"Oh ya, kita mau makan di mana?" tanya Safira .


"Kita makan di sekitar tempat ini saja, nanti kalau kembali biar tidak terlalu lama." jawab Gunawan.


"Baiklah." ucap Safira yang kemudian mengambil tasnya.


Terlihat sikap Gunawan memang sudah berubah drastis seperti anjuran dari Andira, Gunawan harus merubah sikapnya jika ingin Safira menerima cintanya.


"Memangnya pria itu tadi membawa makanan apa?" tanya Gunawan kepada Safira.


"Baru mau aku buka kamu sama anak-anak sudah datang, mas." jawab Safira.


"Alhamdulillah masih selamat." ucap Gunawan yang masih bisa didengar oleh Safira.


"Alhamdulillah Kenapa Mas?" tanya Safira.


"Tidak apa-apa, cuma Alhamdulillah kamu tidak ikut rapat. Kalau ikut rapat kan kamu nggak bakal bisa ikut aku." jawab Gunawan sambil tersenyum.


** Restoran NYT **


"Kamu mau pesan apa, mas?" tanya Safira.


"Terserah Apapun yang kamu pesan akan aku makan." jawab Gunawan yang membuat Safira sedikit terkejut kembali.


"Apa kamu yakin, Mas?" tanya Gunawan yang membuat Safira sedikit terkejut.


"Memangnya kenapa, Apa kamu tidak yakin kalau aku akan memakan makanan yang kamu pesan?" tanya Gunawan.


Tentu saja Safira tidak akan yakin Gunawan mau memakan makanan apa yang dia pesan. tapi karena Gunawan meminta Safira untuk memesan makanan itu mau tidak mau dia harus memakannya.


Sekitar 20 menit kemudian makanan yang dipesan oleh Safira sudah tersaji semuanya. "Oh ya, nanti kamu pulang bersamaku tidak?" tanya Gunawan kepada Safira.


"Ya tidak mungkin, Mas. aku kan masih harus bekerja." jawab Safira.


"Maksudmu nanti aku akan menjemputmu mau tidak?" tanya Gunawan yang membuat Safira langsung terkejut.


"Uhuk..," Safira yang tersedak makanan karena benar-benar terkejut dengan kata-kata yang diucapkan oleh Gunawan.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Gunawan yang melihat Safira tersedak makanan. sesaat kemudian Gunawan mengambil tisu kemudian membersihkan mulut Safira.


Safira yang mendapat perlakuan seperti itu seketika wanita itu langsung menarik tubuhnya, Gunawan tersenyum pria itu akhirnya bisa melakukan sesuatu untuk mendekati Safira.


"Ada apa!" tanya Gunawan kepada Safira.


"Tidak apa-apa." jawab Safira.


Terlihat Gunawan dan Safira saling menatap satu sama lain, terlihat mereka salah tingkah dengan situasi canggung itu.


"Oh ya, bagaimana jika nanti sore kita jalan-jalan habis menjemput kamu?" tanya Gunawan.


"Memangnya mau jalan-jalan ke mana, Pak?" tanya Yufan dan Ivan.


"Kita makan-makan di luar aja biar hari ini mama libur tidak masak." ucap Gunawan yang membuat Safira kembali terkejut. Entahlah berulang kali Gunawan membuat Safira selalu terkejut dengan apa yang dia katakan.


"Memangnya kita tidak makan di rumah saja?" tanya Safira.


"Anak-anak mau berjalan-jalan, jadi aku mau mengajak mereka untuk bersenang-senang Nanti sore, bisa kan?" tanya Gunawan yang membuat Safira menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu nanti kita akan jalan-jalan setelah kamu pulang kerja." ucap Gunawan yang kemudian meminta anak-anaknya untuk segera makan.


Sekitar 45 menit kemudian Safira kembali ke perusahaan, sedangkan Safira sendiri kembali ke perusahaannya. Rudi yang berada di perusahaan terlihat pria itu menatap Safira yang tadi dijemput oleh suaminya, seorang pria yang membayar biaya rumah sakit istrinya dahulu.


"Fira." panggil Rudi.


"Iya, ada apa Mas." jawab Safira.


"Kamu dari mana?" tanya Rudi yang terlihat begitu Ingin tahu apa yang dilakukan oleh mantan istrinya tersebut.


"Tadi aku habis keluar sama suami dan anak-anakku, Mas. memangnya Kenapa?" tanya Safira.


Sakit, itulah yang sekarang dirasakan oleh Rudi. dulu wanita sebaik Safira dia selingkuh, namun sekarang Rudi harus merasakan kepahitan karena istri yang begitu baik ditukar dengan wanita tidak sempurna seperti Putri.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri

__ADS_1


- I love you uncle Bastian


__ADS_2