KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Wanita menyebalkan


__ADS_3

Akhirnya Ivan membawa Zaskia ke sebuah tempat. "Kamu bilang Besok baru datang, Lalu kenapa sekarang sudah datang?" tanya Ivan.


"Kamu tidak suka ya aku tiba-tiba datang?" tanya Zaskia yang seolah menyudutkan Ivan.


"Bukannya aku tidak suka, kalau aku tahu kan tadi aku langsung menjemputmu." jawab Ivan.


"Sebenarnya aku tadi ingin memberimu surprise, tapi malah aku terkejut sendiri saat aku mengetahui adikku menjadi sekretarismu." jawab Zaskia.


"Memangnya kenapa, apa yang salah jika adikmu menjadi sekretarisku, itu semuanya tidak ada masalah, bukan?" tanya Ivan yang membuat Zaskia marah.


"Tentu saja aku tidak suka, wanita itu menjadi sekretaris mu, tapi aku tidak tahu kalau wanita licik itu di sini. adikku itu adalah seorang penggoda ulung yang selalu menggoda pria tampan dan dia adalah wanita yang benar-benar sangat menjengkelkan dan suka berbohong." ucap Zaskia yang membuat Ivan hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Oh ya, kamu menginap di mana?" tanya Ivan kepada Zaskia.


"Aku baru sampai tadi naik bus, setelah itu langsung kemari naik taksi." jawab Zaskia..


"Kalau begitu akan aku carikan penginapan, kalau tidak akan aku carikan hotel." jawab Ivan.


"Kenapa harus menginap di hotel di penginapan atau manapun, Kenapa aku tidak menginap di rumahmu saja?" tanya Zaskia yang membuat Ivan langsung terdiam.


Safira tidak akan suka ada seorang gadis yang menginap di rumahnya, karena di rumahnya ada banyak pria apalagi dua putranya sudah dewasa. dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada anak-anaknya karena hal itu Safira menginginkan kalau ada tamu lebih baik mereka menginap di hotel atau di penginapan.


Terlihat Ivan terdiam sedangkan Zaskia yang melihat hal itu nampak wanita itu sedikit kesal.


"Jangan bilang kalau ibumu tidak suka aku menginap di sana?" tanya Zaskia yang membuat Ivan hanya bisa menghela nafasnya berulang kali.


"Bukannya mama tidak suka, tapi itu tidak baik. kita itu belum menikah tidak boleh tinggal satu atap." jawab Ivan yang menjelaskan dengan begitu sabar.


"Bilang aja kalau mamamu itu tidak suka aku berada di sana, kalau kita menikah tuh kita akan di sana. kita akan tinggal di rumah itu, lagi pula aku ke sini juga ingin melihat bagaimana rumahmu yang ada di Jakarta." ucap Zaskia yang membuat Ivan benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


Cinta akan membunuh Ivan secara perlahan-lahan kalau wanita yang dia cinta itu seperti Zaskia. "Ya sudah kalau begitu, aku akan mencarikan hotel. Nanti aku akan coba bicara dengan Mama dan Papa." ucap Ivan yang terlihat berusaha untuk menenangkan Zaskia. Jika tidak, wanita itu akan mengomel panjang lebar dan terus-menerus menyalahkan Safira dengan semua pemikirannya.


"Ayo kita pergi." ajak Zaskia.


"Sebentar, aku akan telfon Aisha dulu." ucap Ivan.


"Memangnya kenapa harus telefon Aisha?" tanya Zaskia.

__ADS_1


"Tentu, karena aku harus bilang kalau aku sedang keluar, nanti kalau ada seseorang yang mencariku nanti aku akan di tegur sama klien ku." jawab Ivan.


Akhirnya Ivan mengantar Zaskia ke sebuah hotel yang ada di sekitar tempatnya, dia benar-benar tidak mungkin membawa Zaskia ke rumahnya karena dia tidak ingin menentang apa yang sudah dikatakan oleh mamanya. ketika sudah kembali ke perusahaan terlihat Aisyah menetap layar laptopnya dan mengerjakan beberapa pekerjaan yang sudah diberikan oleh Ivan.


"Aisha." Panggil Ivan.


"Ya, Tuan." jawab Aisyah.


"Aku minta maaf banget ya, karena kakakmu mengatakan hal itu." ucap Ivan.


"Sudahlah mas, tidak apa-apa lagi pula itu sudah biasa kok." jawab Aisyah yang kemudian tersenyum sembari mengerjakan beberapa pekerjaan.


"Tuan," Panggil seorang pria yang bernama Herman.


"Iya, ada apa Herman?" tanya Ivan.


"Tuan, nanti kita akan ada beberapa meeting dengan salah satu klien sekitar pukul tiga sore ini." ucap Herman.


"Pukul tiga ya?" tanya Ivan.


"Iya, nanti kita ada meeting sekitar pukul tiga. Memangnya ada apa, Tuan? apa Tuan tidak bisa?" tanya Herman.


Melihat raut wajah Ivan seperti itu tentu saja Aisyah yakin kalau dia sudah berjanji dengan saudarinya untuk pergi ke suatu tempat, tapi karena sesuatu hal yang mendesak di perusahaan Hal itu membuat Ivan tidak bisa melakukannya.


"Aisha." Panggil Ivan.


"Iya, Tuan. ada apa." jawab Aisyah.


"Aisyah, nanti kamu ikut aku ya. nanti ada meeting sekitar pukul tiga sore." pinta Ivan.


"Naik Tuan." jawab Aisyah.


Terkadang Ivan memikirkan sesuatu yang begitu terlihat mencolok antara Zaskia dan Aisyah, satu adalah api dan satunya adalah air yang begitu sejuk. Aisyah begitu lembut saat berbicara sedangkan Zaskia dia seperti bara api yang siap membakar siapa saja.


"Oya, Aishah. kamu tinggal di mana selama bekerja di sini?" tanya Ivan.


"Aku kos di dekat sini loh Mas." jawab Aisha.

__ADS_1


"O..gitu ya." jawab Ivan.


Setelah itu akhirnya Ivan masuk ke dalam kantornya, terlihat Ivan membaca beberapa berkas yang sudah menumpuk di kantornya. sekitar 10 menit kemudian ponselnya berbunyi, Ivan menatap layar ponselnya dan di sana tertulis nama Zaskia.


"Ada apa dia terus menelponku." ucap Ivan yang kemudian menatap layar ponselnya kemudian mematikan ponsel itu.


Pukul tiga sore ini akhirnya Ivan rapat bersama dengan Zaskia, pria itu terlihat begitu pawai dengan semua pembawaan yang begitu tenang.


Sekitar satu atau dua jam kemudian rapat itu sudah selesai. "Oh ya, kamu mau pulang sekarang Aisyah?" tanya Ivan.


"Iya Mas, aku mau cari makan dulu soalnya kalau mau masak takut kelamaan." jawab Aisyah.


"Ya udah kalau begitu, Bagaimana kalau kita makan dulu soalnya aku juga sudah sangat lapar." ucap Ivan.


"Kan Mas Ivan tinggal naik mobil setelah itu sampai di rumah." canda Aisyah.


"Iya, sekitar 45 menit aku harus menahan lapar sampai di rumah, lalu apa aku harus kelaparan selama di perjalanan?" tanya Ivan yang membuat Aisyah sedikit tersenyum.


"Memangnya Mas Ivan mau mengajakku Makan di mana?" tanya Aisyah.


"Kita makan di pinggir jalan aja, lebih murah tempatnya nggak terlalu kotor, lagi pula kita bisa makan banyak." jawab Ivan sambil tersenyum.


"Boleh juga tuh Mas, soalnya aku biasanya juga beli makanan di pinggir jalan. nggak semua makanan pinggir jalan itu kotor loh Mas." jawab Aisyah yang kemudian berjalan bersama dengan Ivan.


Beberapa orang memang menatap Ivan dan Aisyah sebagai pasangan yang sangat serasi, sama-sama baik sama-sama pengertian juga kalau berbicara saling memahami satu sama lain. setelah beberapa saat kemudian Ivan dan Aisyah sudah berada di salah satu rumah makan di pinggir jalan, mereka memesan bebek goreng sama bebek bakar. perbincangan diselah makan itu membuat Aisyah dan Ivan nampak begitu dekat.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri

__ADS_1


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan


__ADS_2