
"Kelihatannya mamamu tidak suka aku ke sini." ucap Zaskia.
"Kamu ini apaan sih, kamu dengar sendiri kan kalau Papa memanggil mama. lalu Kenapa kamu bilang mama tidak suka dengan kehadiran kamu?" tanya Ivan yang sedikit tidak menyukai kata-kata kekasihnya tersebut.
"Kamu lihat sendiri kan." ucap Zaskia.
"Entahlah bagaimana aku harus mengatakan bagaimana mamaku, tidak pernah sekalipun dia memperlakukan kamu dengan tidak baik. lalu Kenapa kamu selalu bersikap seperti itu kepada mamaku." ucap jawab Ivan.
"Tapi kamu lihat sendiri kan ketika aku ke sini mamamu langsung meninggalkan kita. apa itu namanya dia punya tata krama, kalau dia punya tata krama seharusnya dia memperlakukanku sebagai kekasih dari putranya. menyambutku saja dia tidak mau." ucap Zaskia.
"Lalu, Siapa tadi yang menyambutmu? Apakah hantu atau apa, mamaku tidak akan memperlakukan orang secara buruk, Walaupun dia memperlakukannya seperti tidak punya sopan santun." jawab Ivan yang mulai geram dengan semua yang dilakukan oleh kekasihnya tersebut.
Safira yang mendengar perkataan dari Zaskia nampak wanita itu terdiam, tidak pernah sekalipun Safira memperlakukan Zaskia dengan buruk. tapi entahlah kenapa wanita itu memperlakukan dia seperti itu.
Terlihat Zaskia tersenyum sembari menatap Ivan, wanita itu berharap kalau Ivan akan termakan omongannya. Zaskia tidak pernah sekalipun memikirkan apa yang dia katakan dia lebih mementingkan egonya daripada memikirkan mengenai kehidupannya.
Sesaat kemudian terlihat Safira turun ke lantai 1 dan menemui suami serta anak-anaknya. "Ivan, ajak makan dulu Zaskia." minta Safira.
"Iya ma." jawab Ivan yang kemudian mengajak Zaskia untuk ke ruang makan. tatapan mata Zaskia terus menatap Safira dengan tatapan mata yang begitu tidak menyenangkan. wanita itu seolah ingin mengatakan kalau dia tidak Sudi mempunyai Ibu seperti Safira.
"Oh ya ma, Mama sudah menjadi Ibu sambung Mas Ivan berapa tahun?" tanya Zaskia kepada Safira.
"Mungkin 20 tahun." jawab Safira sambil tersenyum.
"Lalu, seluruh rumah ini milik siapa ma?" tanya Zaskia dengan sangat lancang. Ivan yang Mendengar hal itu nampak dia meletakkan sendoknya kemudian menatap Zaskia.
"Bisa tidak kamu diam?" tanya Ivan.
"Oh ya Ma, waktu Mama pergi ke sini Apakah mama wanita kaya atau wanita miskin?" tanya Zaskia yang membuat Gunawan seketika menghentikan aktivitas makannya.
"Ivan, Apakah ini yang kamu inginkan?" tanya Gunawan. Tentu saja pria itu sangat tersinggung dengan kata-kata yang diucapkan oleh Zaskia.
"Bukan begitu Pa, Papa tahu sendiri kan Ibu sambung itu tidak sama dengan ibu kandung. terkadang Ibu sambung menginginkan kekayaan dari anak-anaknya, aku tidak ingin lho kalau menikah dengan Mas Ivan nanti harta rumah ini diperkarakan." ucap Zaskia sambil tersenyum menatap Gunawan.
__ADS_1
Terlihat Ivan menghela nafasnya dengan sedikit kasar, tak berselang lama pria itu meminta Zaskia untuk berdiri. "Ayo kita pulang, aku akan mengantarkanmu." ucap Ivan.
"Kenapa, kenapa harus pulang? Aku belum selesai makan." jawab Zaskia.
"Kamu tahu nggak bang, terkadang bibir wanita itu mempunyai pedang yang sangat luar biasa tajam. menanyakan mengenai harta kekayaan orang lain sedangkan yang bertanya itu mempunyai kekayaan berapa. Dia menanyakan mengenai harta warisan dari calon suaminya, Apakah yakin kalau dia menanyakan itu dan akan menikah dengan orang itu." sindir Sheila yang membuat Zaskia sedikit tersentil.
Dengan segera Ivan langsung menarik tangan Zaskia dengan sangat kasar, pria itu akan segera mengantarkan Zaskia kembali ke hotel. Tak ada kata yang keluar dari mulut Ivan, Terlihat pria itu benar-benar sangat tidak menyukai semua sikap yang ditunjukkan oleh Zaskia.
Seketika Ivan mengantarkan Zaskia ke hotel tempat dia menginap, terlihat Ivan tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
"Apakah kamu marah dengan kata-kata yang aku ucapkan tadi, sayang?" tanya Zaskia.
Ivan mencoba untuk menenangkan hatinya, pria itu nampak terdiam seribu bahasa dengan semua pertanyaan dari kekasihnya itu.
"Terserah kamu mau marah padaku atau bagaimana, tapi pikirkan saja apa yang aku katakan itu benar atau tidak. dia hanyalah ibu tirimu Dia belum tentu mencintaimu." ucap Zaskia yang membuat Ivan tidak tahu apa yang harus dia katakan lagi.
Setelah mengatakan hal itu Ivan enggan untuk berdiri untuk membukakan pintu mobilnya.
"Kamu tidak mau membukakan aku pintu, sayang?" tanya Zaskia.
"Turunlah." pinta Ivan. setelah mengantarkan Zaskia, terlihat pria itu sedang menatap jalanan yang begitu padat. tatapan matanya tanpa sengaja melihat seorang wanita yang sedang berjalan sembari membawa beberapa kantong belanjaan. Dengan segera Ivan menghentikan laju mobilnya.
"Aisyah!" panggil Ivan yang sudah menghentikan laju mobilnya.
"Mas Ivan?" Aisyah yang begitu terkejut saat melihat Ivan ada di depannya.
"Kamu dari mana kok bawa tas plastik sebanyak itu?" tanya Ivan kepada Aisyah.
"huf.., ini lho Mas tadi aku membeli beberapa keperluan sehari-hari." jawab Aisyah.
"Kalau begitu masuk sini aku antarkan." ucap Ivan.
"Tidak usah Mas, nanti aku berangkat sendiri saja." jawab Aisyah.
__ADS_1
"Cepat masuk, ini udah agak malam tuh." ucap Ivan yang kemudian membuka pintu untuk Aisyah.
Akhirnya pria itu mengantarkan Aisyah ke kos-kosan tempat tinggalnya, sekitar 20 menit kemudian mereka sudah sampai di sana .saat berada di dalam mobil tiba-tiba Ada sebuah kejadian yang sangat memalukan bagi Ivan.
KRUCUKK....,
tiba-tiba saja perut Ivan bernyanyi dengan begitu kerasnya hingga membuat Aisyah yang hendak keluar itu menatap Ivan dengan tatapan mata yang benar-benar terkejut. "Kamu belum makan, Mas?" tanya Aisyah kepada Ivan.
"Aduh ini perut kok nggak bisa diajak kompromi ya." ucap Ivan sembari menunduk malu.
"Masuk dulu Mas, aku buatkan nasi goreng Aku juga lapar belum makan." pinta Aisyah yang kemudian meminta Ivan untuk masuk.
"Tidak usah, nanti merepotkan anggap aja." ucap Ivan.
"Ini sebagai tanda terima kasih karena Mas Ivan sudah mengantarku, Bagaimana?" tanya Aisyah.
"Baiklah kalau begitu kalau kamu memaksa." jawab Ivan sambil tersenyum.
Akhirnya malam itu Aisyah meminta izin kepada ibu kos untuk membiarkan bosnya masuk ke tempat kosnya, Aisyah dengan cekatan memasak makanan dan membuat beberapa hidangan untuk Ivan. Ivan yang melihat Apa yang dilakukan oleh Aisyah nampak pria itu sangat takut dengan apa yang dilakukan oleh wanita itu.
Dia benar-benar sangat berbeda dengan saudarinya, andaikata dua mata koin mereka adalah dua sisi yang berlawanan. "Maaf ya Mas aku tidak bisa membuatkan makanan yang lebih dari ini, aku cuma membuatkan nasi goreng, telur mata sapi telur dadar teh anget sama es teh." ucap Aisyah.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
__ADS_1
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan