
Kehidupan terasa bagaikan kepahitan yang benar-benar sangat luar biasa. setelah semua cerita yang begitu pahit akankah sebuah kebahagiaan datang diantara Raihan dan Asyifa.
"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Sheila kepada Asyifa.
"Aku sedang menunggu Mas Raihan pulang Mbak." Jawab Asyifa.
"Memangnya ada apa, Kok tumben dia belum pulang?" tanya Sheila.
"Tidak tahu Mbak, tadi aku menelpon ponselnya tidak diangkat." jawab Asyifa.
Tak berselang lama tiba-tiba saja ponsel milik Sheila berdering, wanita itu menatap ponselnya sembari memperhatikan nomor yang tidak dia kenal tersebut.
"Ini nomor siapa ya, Kok aku nggak kenal." ucap Sheila yang terlihat mengacuhkan panggilan tersebut.
BRETTTT...
BRETTTT...
Sesaat kemudian ponsel itu kembali berdering.
"Diangkat aja mbak, Mungkin ada yang penting." ucap Asyifa.
"Aku nggak kenal nomor ini, Asyifa. Buat apa juga aku angkat." jawab Sheila.
"Mungkin nomor saudara atau teman-teman dari Mbak Sheila, mungkin mereka ganti nomor." Asyifa yang terlihat menatap perut Sheila.
TUT...
akhirnya Sheila mengangkat ponselnya tersebut.
"Halo ini siapa ya." jawab langsung Sheila.
"Maaf, kami dari pihak rumah sakit ingin mengatakan kalau seorang pria yang bernama Raihan Gunawan sedang berada di rumah sakit karena mengalami kecelakaan beberapa jam yang lalu." ucap salah seorang perawat.
"Tunggu, Maksud kamu apa?" tanya Sheila yang sedikit terkejut sebuah mobil berwarna hitam dengan plat kendaraan blablabla tadi sore mengalami kecelakaan dan pasien dilarikan ke rumah sakit kami jawab suster.
TAKK...
ponsel yang ada di tangan Sheila langsung terjatuh. wanita itu tidak akan menyangka adiknya akan mengalami kecelakaan.
"Ada apa Mbak?" tanya Asyifa.
"Tolong bilang sama Papa dan Mama kalau mereka harus segera ikut aku ke rumah sakit, bilang sama mereka suamimu mengalami kecelakaan." jawab Sheila yang kemudian menelpon suaminya.
__ADS_1
DEG..
Asyifa begitu terkejut dengan semua yang di katakan oleh Sheila, seketika Asyifa memberitahukan kepada kedua mertuanya. setelah mendengar kabar itu Gunawan dan Safira bergegas pergi ke rumah sakit.
RUMAH SAKIT
"Suster, di mana ruangan delima?" tanya Safira kepada salah satu perawat.
"Ruang delima ada di lantai 3 Bu, ada di ruang B." jawab Salah satu perawat.
Setelah mendengar jawaban seperti itu seketika Safira langsung pergi ke ruang delima.
RUANG DELIMA NO.7
Seorang pria terlihat sudah terbujur tak berdaya di atas ranjang ruangan rumah sakit, Safira yang melihat hal itu seketika dia masuk ke dalam kamar tersebut. air matanya langsung menetes saat melihat kondisi putranya seperti itu.
"Kenapa Putra saya seperti ini, dokter?" tanya Safira.
"Putra Anda mengalami kecelakaan karena Dia mabuk." jawab Pak Dokter.
Penjelasan yang diberikan oleh Pak Dokter membuat Safira benar-benar sangat terkejut, dia tidak akan pernah menyangka putranya akan melakukan hal itu, dia begitu percaya Namun semua kepercayaan itu dihancurkan oleh putranya. Mungkin Tuhan memberikan sebuah cobaan kepada Raihan dengan semua yang sudah dia lakukan. kakinya mengalami patah tulang satu dan tangannya juga.
Raihan harus dibantu kursi roda untuk beberapa waktu dengan kondisi yang dialami, sekarang Asyifa yang melihat hal itu dia tidak ingin menampakan air matanya. Jika dia menangis mungkin Raihan malah akan memaki dirinya.
Beberapa hari kemudian akhirnya Raihan sudah diperbolehkan pulang.
"Baik, dokter." jawab Gunawan yang kemudian mendorong kursi roda putranya.
Dari sinilah awal yang akan terjadi pada kehidupan Raihan dan semuanya, pria itu akan memulai semua kehidupan cintanya Semua yang dia miliki dan semua yang sudah dia jalani akan memberikan sebuah cerita bahagia.
Awal dirinya di rawat oleh Asyifa, Raihan memang selalu menolak namun lambat laun dalam kehidupan hari selalu berjalan. lambat laun perasaan Raihan pun mulai goyah, pria itu dapat Melihat kesungguhan kebaikan dan keyakinan yang dimiliki oleh Asyifa.
Beberapa bulan kemudian
"Kamu mau aku buatin apa, Mas?" tanya Asyifa.
"Buatkan aku nasi kuning atau nasi uduk aja, aku pengen makan itu." jawab Raihan dengan jawaban yang begitu lembut.
"Baiklah kalau begitu, Apa kamu mau aku bantu turun ke bawah atau Kamu tunggu di sini saja?" tanya Asyifa.
"Bantu Mas turun dibawa aja, Mas. pengap terus berada di kamar." jawab Raihan.
Setelah mendengar jawaban dari sang suami akhirnya Raihan dibantu oleh istrinya turun ke bawah, sudah 6 bulan ini kondisi Raihan sudah lebih baik. dia bisa berjalan walaupun masih perlu bantuan seseorang atau alat.
__ADS_1
"Oh ya Raihan, nanti kamu harus segera ke rumah sakit. kamu diminta oleh dokter Fadli untuk cek kesehatan." minta Safira.
"Iya Ma, nanti aku ke sana." Jawab Raihan.
"Oh ya Asyifa, nanti kamu ikut mama ya biar Papa yang ngantar Suamimu ke rumah sakit." pinta Gunawan yang membuat Safira menoleh.
"Buat apa mas?" tanya Safira.
"Katanya kamu mau melihat tempat yang akan dibuka sebagai toko kue untuk menantumu, Kenapa kamu lupa?" tanya Gunawan yang membuat Safira menepuk jidatnya.
"Usiaku semakin tua ya Mas, aku jadi pikun." jawab Safira sambil tersenyum.
"Sudah tentu sayang kita sudah pikun, umur kita itu udah banyak loh." jawab Gunawan.
"Umurmu Mas yang udah banyak, kalau aku sih masih jauh di bawahmu." canda Safira yang membuat Gunawan malah tidak terima.
"Enak aja, kalau tua kita bersama masak kamu mau muda terus aku dibiarin tua." gerutu Gunawan yang membuat Safira tertawa.
Safira dan Asyifa pergi ke salah satu bangunan yang akan mereka beli sedangkan Gunawan dan putranya ke rumah sakit untuk cek kesehatan. sekitar 2 jam kemudian akhirnya Gunawan dan Raihan pergi ke sebuah tempat yang sudah dikatakan oleh istrinya itu.
"Apa di sini tempatnya papa?" tanya Raihan.
"Iya di sini tempatnya, Bagaimana? Sederhana tapi lumayan luas kan?" tanya Gunawan kembali.
"Iya pa, ini lumayan luas. nanti aku dan istriku akan memulai dari awal kami akan membuat tempat ini semakin besar." jawab Raihan yang terlihat begitu bersemangat.
"Kamu tahu Raihan, istrimu adalah anugerah yang paling indah untukmu. jagalah dia dan bimbinglah dia, jangan biarkan dia menjadi wanita lemah dan Jangan biarkan orang lain mengambil wanita sebaik dia." ucap Gunawan yang terlihat memberikan wejangan kepada putranya.
"Papa benar, dia adalah wanita yang sangat sempurna, dia tidak pernah mengeluh Saat merawatku walaupun aku mencaci maki dia memarahinya bahkan ketika aku membuatnya terluka pun dia tidak pernah marah padaku." jawab Raihan yang terlihat mengenang semua kata-kata kasar yang selalu dia berikan kepada istrinya itu.
"Karena itu jagalah istrimu baik-baik dan berikan dia kebahagiaan." pinta Gunawan kepada putranya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
__ADS_1
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam