KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Menemui wanita itu


__ADS_3

"Sebenarnya apa yang terjadi, Reno?" tanya Safira kepada Reno.


"Padi tadi waktu berada di hotel ada suatu kejadian yang mungkin akan membuat Sheila sedikit trauma, Tante." jawab Reno. pria itu terlihat kebingungan dengan kata-kata yang akan dia katakan. Bagaimana mungkin tidak kebingungan Reno berusaha untuk mengatakan sesuatu yang mungkin akan membuat Safira sangat terkejut.


"Memangnya ada apa, kenapa Sheila sampai seperti itu?" Safira yang terus mendesak Reno untuk mengatakan apa yang terjadi di tempat itu.


"Sebenarnya tadi di hotel ada insiden pembunuhan, Sheila dan temannya melihat kejadian itu dengan kedua matanya." jawab Reno.


"Apa!" Safira benar-benar terkejut dengan jawaban yang diberikan oleh Reno. Pembunuhan yang dilihat oleh wanita itu.


Sekitar 15 menit kemudian


Entah apa yang terjadi pada Sheila, Wanita itu sudah turun dari kamarnya dan berjalan ke ruang tamu. "Mama!" panggil Sheila.


Reno dan Safira menoleh ke asal suara, mereka berdua sangat terkejut ketika melihat Sheila sudah terbangun dan sudah berada di ruang tamu.


"Sheila!" ucap Reno dan Safira.


DEG..


Tiba-tiba saja jantung Reno sedikit tersentak saat melihat raut wajah Sheila yang tadinya begitu pucat kini sudah kembali pulih. raut wajah yang begitu terkejut itu sekarang sudah nampak normal.


"Sayang, kenapa bangun? kamu istirahat saja." pinta Safira.


"Tidak ma, aku tidak mau istirahat." jawab Sheila. wanita itu langsung duduk di samping mamanya sambil menatap Reno.


"Kamu sudah lebih baik?" tanya Reno sembari menatap wajah Sheila.


"Aku sudah lebih baik, Mas." jawaban yang keluar dari mulut Sheila nampak membuat pria itu sedikit terkejut. panggilan Mas itu serasa membuat pria itu tersenyum di dalam hatinya.


"Ya sudah kalau begitu, aku lega Jika kamu sudah lebih baik. aku akan ke hotel untuk menyelesaikan masalah ini." ucap Reno yang kemudian berjalan hendak pergi.


"Mas!" Panggil Sheila.


Seketika Reno menghentikan langkahnya, pria itu menatap Sheila yang memanggilnya. "Iya, ada apa?" tanya Reno.


"Apakah wanita itu sudah ditangkap polisi?" tanya Sheila.


"Kemungkinan Sudah, memangnya kenapa?" tanya Reno.


"Bisakah besok kamu mengantarkan aku untuk melihat wanita itu di penjara?" tanya Safira dengan tatapan mata yang begitu tajam.

__ADS_1


Ada sesuatu yang membuat gadis muda tersebut begitu penasaran.


"Memangnya kamu mau apa, Sayang?" tanya Safira.


"Tidak apa-apa Ma, aku cuma mau melihat wanita itu saja." jawab Sheila.


"Tapi itu tidak akan baik untukmu." Safira yang mencoba untuk menasehati putrinya.


"Mama yakin saja aku tidak apa-apa kok. aku cuma ingin melihat wanita itu." Sheila yang juga menjelaskan kepada mamanya.


"Baiklah kalau begitu, besok aku akan menemanimu ke sana. memangnya kamu mau ku antar pukul berapa?" tanya Reno.


"Biasanya waktu jenguk itu pukul 11.00 siang, Mas. besok aku antarkan pukul itu." jawab Sheila.


Entahlah apa yang ada di pikiran Sheila.


Keesokan hari


KANTOR POLISI


RUANG TUNGGU PENJARA


Seorang wanita dengan raut wajah yang begitu pucat, kedua bola matanya begitu sendu, bahkan tubuhnya serasa tidak bisa dikontrol untuk bergerak.


"Kamu hanya punya waktu 10 menit." ucap salah satu penjaga penjara.


Seketika tatapan mata Sheila nampak menatap wanita itu kembali, mata yang penuh dengan kebencian raut wajahnya begitu pucat dan sorot mata yang begitu sedih.


"Kenapa kamu membunuh pria itu?" tanya Sheila.


"Tak Ada jawaban yang keluar dari mulut wanita itu, dia hanya memainkan jari-jemarinya sembari menundukkan kepalanya.


"Apakah pria itu sudah melakukan sesuatu padamu?" tanya Sheila kembali.


Tetap saja wanita itu menundukkan kepalanya, dia tidak mengeluarkan sepatah katapun.


"Sudahlah Sheila, wanita itu tidak ingin berbicara dengan kita. lebih baik kita pulang." Reno yang meminta Sheila untuk segera pergi.


"Apakah pria itu sudah memperkosamu?" Sheila yang langsung mengatakan perkataan itu hingga wanita itu langsung mendongakkan kepalanya dan menatap Sheila.


Wanita itu belum mengeluarkan suaranya, namun dari sorot mata si wanita Sheila bisa merasakan sesuatu.

__ADS_1


"Benar, bukan? pria itu sudah memperkosa mu?" tanya Sheila kembali.


Seketika air matanya menetes, sorot mata yang begitu kosong itu sekarang terlihat memiliki hasrat.


DEG..


Reno yang melihat wanita itu menangis dia langsung menatap Sheila dengan tatapan mata yang begitu terkejut. gadis muda yang mempunyai cita-cita menjadi seorang pengacara, seorang hakim bahkan jaksa penuntut.


"Walaupun kamu tidak mengatakan apapun, dari sorot mata dan gerakanmu aku yakin kalau pria itu memiliki niat jahat padamu kan?" tanya Sheila.


HIKS..HIKS...


seketika wanita itu menangis, saat ada seseorang yang mengetahui apa yang terjadi. air matanya turun dengan deras beban yang ada di hatinya serasa dia keluarkan ketika Sheila menanyakan hal itu.


Reno nampak terdiam, pria itu tidak akan pernah mengira kalau Sheila bisa membaca pergerakan tubuh seseorang.


"Tenang saja, aku pasti akan berusaha untuk menolongmu. akan kupastikan walaupun kamu dipenjara kamu akan mendapatkan keadilan, kamu tidak boleh menyerah kamu harus mengatakan sesuatu kepada para polisi. jangan biarkan mereka menyebutmu pembunuh Jangan biarkan kamu hancur sendirian di sini." ucap Sheila yang kemudian pergi dari tempat itu karena penjaga penjara sudah meminta dia untuk pergi.


Waktu jenguk sudah habis ketika Sheila berada di dalam mobil. Reno nampak menatap Sheila dengan tatapan mata yang begitu tak terduga. Reno hendak bertanya kepada Sheila, namun wanita itu malah mengatakan sesuatu yang membuat Reno langsung terdiam.


"Aku yakin salah satu pihak hotel bekerja sama dengan pria itu, aku minta padamu untuk mencari tahu. aku akan memberikan wanita itu keadilan aku akan meminta jaksa Ferdi untuk membantuku." ucap Sheila.


"Bagaimana kamu bisa mengatakan hal itu, apakah kamu yakin?" tanya Reno yang benar-benar sangat terkejut.


"Aku yakin Mas, ada seseorang yang sudah melakukan sesuatu di hotel itu. ini mungkin bukan yang pertama kali, kamu ingatkan mengenai kejadian aku dan temanku yang hampir dilecehkan. aku yakin beberapa pekerja juga mendapatkan hal yang sama sepertiku. Aku tidak akan membiarkan sesuatu yang menjijikkan itu terus terulang." jawab Sheila.


Enam bulan menjadi mahasiswa jurusan hukum membuat Sheila begitu luar biasa, apalagi dosen yang membimbingnya adalah salah satu pengacara handal yang selalu membantu orang-orang yang tidak berdaya.


"Baiklah kalau begitu, aku akan menyelidiki seperti yang kamu inginkan. tapi kamu harus ingat kamu tidak boleh terlalu membahayakan dirimu, Jika benar salah satu pekerja hotel melakukan hal itu, maka mereka akan melakukan sesuatu jika sampai kamu mengeluarkan suara." ucap Reno yang takut jika terjadi sesuatu kepada wanita yang membuatnya jatuh cinta itu.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri

__ADS_1


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan


__ADS_2