KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Persaingan antara Gunawan dan Satria


__ADS_3

"Siapa sih sore-sore begini pakai main berkunjung ke rumah orang." ucap Gunawan yang kemudian membuka pintu villa miliknya. ketika membuka pintu itu tatapan mata Gunawan menatap seorang pria menyebalkan yang kembali berada di depan villanya.


"Kamu...," ucap Gunawan yang melihat Satria sudah berada di depan villa tempatnya kembali.


"Halo..," ucap Satria yang melambaikan tangan kepada Gunawan.


"Ngapain kamu ke sini lagi?" tanya Gunawan.


"Kita ini kan tetangga, kalau jadi tetangga itu yang baik karena di rumahku tidak ada pembantu dan tidak ada orang. jadi boleh tidak kalau aku mau menumpang makan di sini?" tanya Satria sembari tersenyum menatap Gunawan. ketika melihat pria itu kembali tiba-tiba saja Gunawan mengingat kata-kata yang diucapkan oleh Andira, jangan-jangan ini pria seperti yang dikatakan oleh Andira.


"Jangan-jangan Dia mempunyai perasaan kepada istriku." guman Gunawan dalam hati yang terlihat menatap Satria yang sudah ada di depan villanya.


"Boleh masuk tidak?" tanya Satria kepada Gunawan.


"Kalau tidak boleh Bagaimana?" jawab Gunawan yang seolah pria itu mengatakan kalau Satria adalah seorang pengganggu yang selalu saja berada di depan villanya.


Langkah kaki Safira mendekati pintu, karena dari tadi Gunawan tidak nampak kembali ke ruang makan. saat berada di depan pintu terlihat Safira menatap Gunawan yang berdiri di depan pintu. "Ada apa, Kenapa tidak masuk?" tanya Safira kepada Gunawan. karena tidak mendapat jawaban dari Gunawan seketika Safira menengok ke arah pintu yang ternyata di sana ada bosnya lagi.


"Pak Satria..," ucap Safira yang sedikit terkejut karena kedatangan Bosnya itu di depan villa Gunawan kembali.


"Hai, Fira." Panggil Satria.


Gunawan dan Safira saling menatap satu sama lain, terlihat wanita itu sedikit kebingungan karena bosnya datang kembali ke villa Gunawan.


"Ada apa ya, Pak. kok kemari lagi?" tanya Safira.


"Aku ke sini Bukannya ingin sesuatu sih, tapi aku kemari karena di tempatku tidak ada makanan." jawab Satria.


"Kamu kan Bisa meminta anak buahmu untuk membeli makanan, Lalu kenapa kau kemari lagi?" tanya Gunawan yang seolah mengatakan kalau dirinya memang tidak menyukai keberadaan Satria.


"Kita ini sebagai manusia itu harus saling menolong, masak tetangga sedang kelaparan kamu tidak mau menolong aku sih." ucap Satria yang kemudian hendak masuk ke villa Gunawan. namun pria itu langsung menghentikan langkah kaki satria yang ingin memasuki villanya. ternyata api permusuhan itu seketika mulai menyala, dua pria yang akan memperebutkan seorang wanita yang benar-benar kebingungan karena situasi seperti ini membuat mereka seperti berada di medan perang.


Karena tidak ingin seperti seorang tuan rumah yang tidak punya sopan santun akhirnya Gunawan mau tidak mau mempersilahkan Satria masuk. tatapan mata Satria terus menatap Safira, pria itu terus tersenyum dan menunjukkan betapa baiknya dirinya.


"Dasar pria brengsek, dia selalu ke sini dan terus-menerus mengganggu. Sebenarnya dia ini mau apa sih, jangan-jangan dia benar-benar mau menggoda istriku, lihat saja apa yang akan aku lakukan." Gunawan yang terlihat mulai memikirkan suatu rencana.

__ADS_1


Safira mengambilkan satu piring lagi dan mempersiapkan makanan, Sedangkan Gunawan terlihat membantu Safira. "Mas duduk aja, aku persiapkan makanannya dulu." ucap Safira.


"Tidak apa-apa, sayang. aku akan membantumu." jawab Gunawan.


Senyum yang begitu aneh membuat Safira sedikit terkejut, senyum yang tidak pernah diberikan oleh Gunawan namun saat ini dia tunjukkan. "Apakah pria ini baik-baik saja, kenapa sikapnya benar-benar aneh seperti ini?" guman Safira dalam hati yang terlihat terus memikirkan kejadian hari ini.


Acara makan hari itu pun menjadi acara yang sangat menyebalkan, dua pria saling berhadapan dengan tingkat permusuhan dan persaingan yang juga luar biasa. dua pria yang sama-sama kaya, dua pria yang sama-sama seorang pengusaha.


"Mama!" panggil si kembar.


"Ada apa sayang." jawab Safira yang kemudian membersihkan mulut Yufan yang belepotan karena makanan.


"Mama, nanti ayo lihat film kesukaanku ya." minta Yufan.


"Memangnya kamu bawa kaset CD filmnya?" tanya Safira kepada Yufan.


"Tentu, nanti kita lihat filmnya sama papa juga ya." ucap Yufan.


"Iya Ma, Nanti kita bergadang ya." minta Ivan juga.


Terlihat Satria menaruh tangannya di pipi, pria itu tersenyum sembari menatap Safira yang benar-benar bersikap lembut kepada anak kecil. "Dia benar-benar wanita idamanku." guman Satria dalam hati.


Gunawan yang melihat semua perlakuan Satria tentu saja pria itu terus mencibir tidak karuan. "Lihatlah, kedua bola matanya itu ingin aku colok." guman Gunawan dalam hati yang kemudian mengajak Safira untuk membersihkan wajahnya.


"Ayo Sayang, kita bawa makanannya ke belakang aja." ucap Gunawan. tentu saja Gunawan tidak ingin Satria terus-menerus melototin istrinya tanpa henti.


"Iya Mas." jawab Safira yang kemudian mengambil piring-piring kotor dan menaruh makanan di lemari makanan.


Terlihat Gunawan bersikap begitu romantis kepada Safira hinggap membuat Safira kebingungan. "Kamu tidak apa-apa Mas?" tanya Safira kepada Gunawan.


"Kamu ingin bosmu itu melihat kita bersikap aneh? Diam." jawab Gunawan yang membuat Safira nampak kikuk dengan semua perlakuan Gunawan. Satria yang melihat adegan yang ada di depannya tentu saja pria itu juga sedikit kesal.


"Dasar pria brengsek, pasti dia ingin membuat aku berpikir kalau mereka itu benar-benar pasangan suami istri." gerutu Satria saat melihat Gunawan memperlakukan Safira dengan begitu romantis.


"Mas kalau mau mencuci piring Jangan keras-keras, nanti piringnya itu pecah." ucap Safira.

__ADS_1


"Biarin aja, kamu aja sudah memecahkan hatiku masa aku tidak boleh memecahkan piring ini." jawab Gunawan yang membuat Safira langsung terkejut dan menatap pria yang ada di depannya itu.


Seketika Safira memberanikan diri untuk menyentuh dahi Gunawan, mungkin saja pria itu sakit atau mengalami sesuatu.


"Kenapa kau menyentuh dahi ku?" tanya Gunawan.


"Mungkin kamu sakit." jawab Safira.


"Kalau aku sakit aku tidak akan berkeliaran seperti ini kan." ucap Gunawan sambil tersenyum.


DEG..


jantung Safira tiba-tiba berdebar begitu kencang, Entahlah hari ini seharian penuh Gunawan bersikap begitu aneh padanya. karena begitu kesal akhirnya Satria memutuskan untuk kembali ke villanya, Gunawan benar-benar merasa kemenangan luar biasa.


"Dasar pria tidak tahu diri, enak banget kamu mau mendekati istriku." guman Gunawan dalam hati sembari tersenyum. Safira yang melihat suaminya itu tersenyum tanpa tahu apa maksudnya, hal itu membuat Safira bergidik di ketakutan.


Malam itu akhirnya Safira, Gunawan dan si kembar menonton sebuah film animasi yang sangat disukai oleh si kembar. "Sebentar ya Mama mau ambilkan makanan dulu." ucap Safira.


"Aku bantu ya." jawab Gunawan yang ikut berdiri dan berjalan ke dapur.


"Kamu mau makan apa, Mas?" tanya Safira.


"Makan apa saja." jawab Gunawan.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri

__ADS_1


- I love you uncle Bastian


__ADS_2