
"Tenanglah Laila, aku akan berbicara dengan Reno." ucap Alvaro.
"Dia tidak akan pernah mendengarkan Kakak, Dia bilang tidak mencintaiku. Jika dia tidak mau bersamaku maka aku tidak akan membiarkan dia bersama wanita lain." jawab Laila.
"Kamu tidak boleh seperti itu, Laila. masih banyak pria yang ada di luar sana." ucap Alvaro.
"Tidak, Aku tidak mau pria lain. Aku menginginkan Reno." jawab Laila dengan amarah yang benar-benar luar biasa.
Setelah mengatakan hal itu Laila nampak mengambil pisau yang ada di meja kamarnya. "Jika pria itu tidak mau bersamaku akan kubuat dia menyesal." ucap Laila yang kemudian melukai tangannya.
SRETT...
Laila seperti wanita depresi yang sangat luar biasa, dia nampak menatap kakaknya yang benar-benar sangat ketakutan.
"Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu harus seperti ini!" teriak Alvaro ketika melihat adiknya mengiris pergelangan tangannya.
"Jika aku tidak bisa mendapatkan pria itu, lebih baik aku pergi dari dunia ini, Kak. aku mencintainya dan aku tidak akan mau melepaskannya untuk wanita lain!" teriak Laila .
Alvaro yang melihat darah keluar dari tangan adiknya, Tentu saja dia langsung berteriak dengan sangat keras. Alvaro menelpon ambulans rumah sakit namun yang terjadi malah Layla sudah tidak sadarkan diri dengan darah yang sudah mengalir.
Beberapa jam kemudian Laila sudah dirawat di rumah sakit, Wanita itu benar-benar sangat depresi, Alvaro meminta Reno untuk menjenguk adiknya di rumah sakit. pria itu mau melakukannya karena Alvaro adalah temannya Reno. namun ketika Alvaro meminta Reno Untuk menerima adiknya pria itu menolaknya karena dia tidak mau bersama wanita yang tidak dicintai. Hal itu akan sama-sama melukai mereka berdua.
Beberapa minggu Laila keluar dari rumah sakit, terlihat Laila terus menerus berusaha mengejar Reno namun pria itu tetap bersih kuku tidak mau menerima Layla, yang terjadi Layla melakukan sesuatu yang benar-benar di luar dugaan. wanita itu melompat dari gedung pencakar langit untuk mengancam Reno, namun sayangnya Reno tidak pernah menanggapi semua yang dikatakan oleh Layla hingga membuat Laila benar-benar melompat dari gedung itu.
BRUKK...
AAAA!!!
teriak orang-orang yang ada di sekitar gedung. mereka tidak pernah mengira kalau wanita itu akan melakukan hal seperti itu, Reno sendiri benar-benar sangat terkejut. Alvaro yang melihat adiknya melakukan bunuh diri itu pria itu seketika syok, dia mematung menatap adiknya yang sudah menjadi mayat. Alvaro mencoba untuk menolong adiknya namun ketika berada di rumah sakit nyawa Laila tidak tertolong.
Setelah hari itu Alvaro bertekad untuk menghancurkan Reno, apalagi Reno juga mempunyai catatan kriminal. Hal itu membuat Alvaro melakukan sesuatu dan menjebak pria itu hingga membuat Reno mendekam di penjara selama 1 tahun. setelah keluar dari penjara Reno menjadi sosok yang begitu kejam, dia terus menghancurkan orang-orang yang sudah membuatnya hancur, keluarganya sudah dihancurkan oleh Satria, dia sendiri dijebak oleh temannya.
__ADS_1
Waktu itu Reno bersama dengan para penjahat melakukan sesuatu, dia menjadi seorang pengusaha yang begitu luar biasa. dia menghancurkan lawan-lawannya dengan begitu mudahnya. itulah cerita sekilas mengenai kehidupan Reno.
Keesokan hari.
Hari ini Sheila membawa mobil ke kantornya, wanita itu baru mendapatkan informasi kalau Reno keluar kota dan baru pulang keesokan hari. mau tidak mau Sheila harus menerima semuanya itu, padahal beberapa hari lagi mereka akan menikah.
Tumben sekali Kamu kok bawa mobil, Sheila?" tanya Paman Ferdi.
"Reno sedang keluar kota, Paman. Besok baru pulang." jawab Sheila.
"Oya, kamu sudah membuat laporan kepada orang gila itu?" tanya Paman Ferdi.
"Sudah Paman, beberapa wanita juga sudah membuat laporan mengenai pria itu." jawab Sheila.
"Ya sudah kalau begitu, Oh ya aku sudah menemui sedikit informasi mengenai pembunuhan yang dilakukan oleh dua orang itu." paman Ferdi yang memberikan beberapa berkas seperti yang dipikirkan oleh Sheila.
Dua orang yang mempunyai kekurangan itu tidak mungkin melakukan pembunuhan yang sangat kecil tersebut, mereka akan sangat susah untuk berinteraksi jika yang satu buta yang satunya tidak bisa mendengar. karena itu Sheila tidak akan membiarkan dua orang itu dipenjara karena kesalahan orang lain.
"Iya, Sheila. ada apa?" tanya Paman Ferdi.
"Persiapkan aku bodyguard 2 atau 3, Paman." pinta Sheila.
"Lho, Memangnya ada apa?" tanya Paman Ferdi sedikit kebingungan sekaligus syok saat Sheila mengatakan ingin tiga bodyguard.
"Seperti yang Paman ketahui ternyata dalang dari pembunuhan ini adalah seorang pria kaya raya yang sangat sulit untuk disentuh, paman. Reno juga sudah menemukan titik terang mengenai kasus ini." jawab Sheila yang membuat Paman Ferdi.
Seketika Paman Ferdi terdiam dengan semua pernyataan wanita itu. "Apakah seberbahaya itu?" tanya Paman Ferdi.
"Sekarang jujur saja, Paman. Apakah Paman mendapatkan teror atau tidak selama kita memegang kasus ini?" tanya Sheila yang membuat Paman Ferdi menganggukkan kepalanya.
"Kita persiapkan beberapa bodyguard, karena hari ini aku yang memantau aku harus menjaga keselamatan ku, Paman. walaupun aku bisa berkelahi tapi kalau kecepatan kakiku tidak akan bisa mengalahkan kecepatan pistol, Paman. kalau kakiku berlari berapa detik tapi kalau pistol wih cepet banget." jawab Sheila yang kemudian membuka bekal makanannya. wanita itu membaca beberapa bekas mengenai pembunuhan yang terjadi kepada seorang pria.
__ADS_1
"Lebih baik aku menghubungi seseorang, jika benar yang dipikirkan oleh Reno aku tidak boleh diam saja. aku harus menelpon teman-teman Reno untuk membantuku seperti yang dikatakan olehnya, mereka adalah orang-orang yang berbahaya pasti saat persidangan mereka berada di sana." ucap Shela yang mulai berpikir untuk mengamankan dirinya. beberapa hari lagi dia akan menikah tidak lucu kan kalau dia masuk rumah sakit di saat pernikahannya. namun yang terpenting saat ini adalah menolong dua pria berumur yang dituduh sebagai pembunuh.
Keesokan hari akhirnya persidangan itu sudah diselenggarakan, terlihat beberapa polisi sudah berjaga di sana. pembunuhan kali ini adalah pembunuhan seorang jutawan dengan kekayaan yang sangat luar biasa.
RUANG PERSIDANGAN
"Persidangan ini kita buka dengan dua tersangka pembunuhan yang membunuh tuan Mujahidin!" seru Pak hakim.
"Benar Pak hakim, kita harus segera menghukum 2 orang tersebut. mereka dengan kejam membunuh Tuan Mujahidin Bahkan mereka mengoyak tubuhnya!!" seru jaksa penuntut.
"Maafkan saya jika saya menyelah perkataan Anda Pak jaksa, Bolehkah saya mengatakan sesuatu?" tanya Sheila yang dipersilahkan oleh Pak hakim.
"Saya sudah mendapatkan beberapa informasi dan beberapa laporan mengenai dua klien saya yang akan saya bela!" seru Sheila yang kemudian memberikan beberapa berkas bukti kepada Pak hakim.
"Kenapa Anda harus membela orang-orang itu, karena mereka adalah pembunuh." ucap jaksa penuntut.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1