KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Menyewa bodyguard


__ADS_3

Sesuai kesepakatan yang ada di sekolah, peraturan sekolah tempat si kembar akan diperketat. mereka tidak ingin tindakan kekerasan yang sudah terjadi di beberapa sekolah akan membuat reputasi sekolah tersebut semakin memburuk. Memang sekarang ini semakin marak bullying di kalangan para murid sekolah, mulai dari SD SMP atau SMA bahkan seterusnya. mereka selalu menganggap tindakan bullying itu adalah suatu tindakan Heroik seperti pahlawan, namun akibat yang akan didapatkan dari korban sangatlah menakutkan. beberapa dari korban bullying akan mengakhiri nyawanya karena tidak sanggup terus-menerus menerima cacian dan hinaan teman-temannya. Setelah rapat tersebut akhirnya para siswa diperbolehkan pulang bersama dengan orang tua mereka.


"Mama!!" seru si kembar.


"Halo Sayang." jawab Safira yang kemudian memeluk si kembar.


"Selamat pagi Bu," Panggil seorang guru kepada Safira.


"Iya Pak, Ada apa Ya?" tanya Safira.


"Kepala sekolah ingin menemui ibu untuk mengatakan sesuatu." ucap pak guru.


"Baiklah kalau begitu, Pak guru. Apakah ada sesuatu mengenai anak-anak saya?" tanya Safira.


"Saya tidak tahu Bu, karena kepala sekolah tidak mengatakan kepada saya, jika Ibu mempunyai waktu bisa kan kita ke ruangan Pak kepala sekolah?" tanya pak guru yang membuat Safira menganggukkan kepalanya.


Di ruangan itu Safira mendapatkan beberapa pertanyaan mengenai tindakan kekerasan yang terjadi di sekolah si kembar dahulu, dengan begitu teliti Safira menceritakannya Walaupun dia hanyalah ibu sambung dari si kembar nampak para guru yang ada di tempat itu tahu kalau wanita muda itu mempunyai perhatian yang sangat luar biasa.


"Baiklah kalau begitu, terima kasih atas informasinya. saya sangat berterima kasih karena Ibu Safira mau meluangkan waktu." ucap kepala sekolah.


"Baiklah kalau begitu Pak, Terima kasih atas semua yang dilakukan sekolah ini. saya berharap kedepannya sekolah ini semakin maju dan saya akan membantu Seperti yang saya katakan, Saya dan beberapa wali murid sudah sepakat untuk melakukan seperti yang Kami katakan tadi." ucap Safira.


Setelah dari sekolah si kembar terlihat Safira mengajak kedua bocah itu untuk membeli es krim di sebuah gerai es krim. "Mama, Nanti papa dibelikan, tidak?" tanya si kembar kepada Safira.


"Tentu saja, nanti kalau Papa tidak diberikan kalian cerita kalau habis beli es cream..,Nanti papa malah ngambek sama Mama." jawab Safira.


"Kalau begitu kita berikan satu kotak besar itu, Ma, biar nanti papa tidak bisa menghabiskannya!!" seru Yufan.


"Hakka.., Mama tahu itu kan akal-akalanmu saja, Yufan. pasti kamu ingin memakannya juga kan." canda Safira yang membuat Yufan tersenyum begitu bahagia.


"Nyonya." Panggil sopir pribadi Safira.


"Iya ada apa.'' jawab Safira.


"Mohon maaf sebelumnya, Nyonya. Bolehkah saya membeli es krim itu juga, saya ingin membelikan untuk anak saya." ucap sopir.


"Kenapa Bapak harus mengatakan hal itu, saya sudah membelikan untuk anak bapak, ini nanti tolong kamu kasihkan ini kepada anak-anak bapak juga kue ini untuk istrimu." ucap Safira.

__ADS_1


"Alhamdulillah, Terima kasih Nyonya." ucap sopir pribadi Safira.


"Tidak apa-apa, Pak. lagi pula Bapak kan sudah bekerja sangat lama di tempat kami, Kenapa kami tidak boleh membalasnya." jawab Safira yang kemudian membayar semua belanjaannya.


Sikap Safira yang begitu baik kepada orang-orang yang ada di rumah membuat mereka sangat menyukai wanita itu, Walaupun ada beberapa diantara mereka yang tidak menyukai keberadaan Safira karena ingin menguasai Gunawan.


Sekitar 1 jam kemudian Safira sudah sampai di perusahaan sang suami, terlihat wanita itu menatap beberapa karyawan yang sedang menyapanya. "Selamat siang, Nyonya!" seru para karyawan.


"Selamat siang." jawab Safira sambil tersenyum.


TOK..


TOK..


Safira mengetuk pintu ruangan sang suami terlihat Gunawan masih bersama dengan dua orang yang sudah dia bayar.


"Masuk." jawab Gunawan.


Saat memasuki ruangan itu tatapan mata Safira menatap 2 pria yang berada di sana. "Lagi sibuk mas?" tanya Safira.


"Tidak sayang, masuklah aku akan memperkenalkanmu dengan dua pria ini." ucap Gunawan.


"Mereka adalah anak buahku yang akan Mas pakai untuk melindungimu dan mas." jawab Gunawan.


"Memangnya ada apa, Mas? Kenapa kok pakai bodyguard?" tanya Safira.


"Kamu tahu kan beberapa hari yang lalu Mas sudah menceritakannya, mas tidak ingin terjadi sesuatu sama kamu dan anak-anak. karena itu mas menyewa mereka kembali." jawab Gunawan.


"Jangan pakai kata menyewa, Mas. itu nggak baik katakan mereka bekerja untukmu." ucap Safira yang kemudian menatap dua pria tersebut.


Dua pria yang mungkin usianya sekitar 40 tahun, dua pria yang mempunyai tubuh segar dan terlihat sangat kuat.


"Ya sudah kalau begitu, kalian bisa keluar sekarang kan? karena saya tidak enak ingin membicarakan sesuatu dengan suami saya di depan kalian." ucap Safira sambil tersenyum.


Setelah 2 bodyguard itu keluar Safira menceritakan mengenai kejadian aneh ketika dia pergi ke sekolah si kembar.


"Memangnya kamu melihat orang itu, sayang?" tanya Gunawan.

__ADS_1


"Tidak Mas, Saya tidak melihat wajah pria itu, tapi Ketika aku melihat mobil yang dia pakai Entah mengapa aku merasa pernah melihatnya." jawab Safira.


Gunawan sangat curiga dengan pria yang sudah menjadi mantan bos dari istrinya tersebut. "Ya sudah kalau begitu sayang, kamu harus hati-hati. jangan lupa nanti mas akan meminta mereka berdua untuk menjagamu." ucap Gunawan.


*Baiklah Mas." jawab Safira.


CEKLEK..


ketika mereka berdua berbincang-bincang tiba-tiba sesosok wanita tanpa sopan santun langsung memasuki ruangan Gunawan.


"Pak Gunawan!" seru Risa yang sudah berada di ruangan Gunawan.


Seketika Gunawan menatap sekretarisnya itu, terlihat pria itu langsung menunjukkan sikap tidak suka dengan semua yang dilakukan oleh Risa. "Apakah kamu tidak mempunyai sopan santun? Kenapa kamu tiba-tiba langsung masuk ke dalam ruanganku?!" seru Gunawan yang membuat Risa langsung terdiam.


Maksud hati wanita itu ingin melakukan sesuatu, Namun ternyata ketika dia baru kembali dari fotokopi berkas-berkas ternyata di ruangan itu sudah ada Safira.


"Maaf tuan, saya tidak tahu kalau ada istri Anda di sini." ucap Safira.


"Walaupun ada istriku atau tidak kamu harus selalu mengetuk pintu kantorku, di sini ada tata tertib mengenai sopan santun. Kamu adalah seorang sekretaris, Seharusnya kamu mempunyai etika yang baik!" seru Gunawan yang membuat Safira hanya diam tanpa berusaha untuk ikut campur.


"Baik Tuan, Maafkan saya." ucap Risa.


Seketika Risa keluar, Wanita itu benar-benar sangat kesal ketika melihat Safira sudah berada di ruangan suaminya tersebut.


"Kenapa sih wanita itu terus-menerus ke sini, apa dia tidak mempunyai pekerjaan lain apa. ya walaupun Pak Gunawan mengatakan dia membantunya di sini tapi kelihatannya wanita itu tidak mempunyai pekerjaan sama sekali, percuma kan dia menjadi istri bos tapi dia tidak pandai sama sekali." gerutu Risa yang terus-menerus.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri

__ADS_1


- I love you uncle Bastian


__ADS_2