
"Apa maksudmu?" tanya Satria.
"Benar tuan, para polisi sedang berada di hotel milik tuan." jawab anak buah Satria yang begitu kebingungan.
"Jadi maksudmu para polisi sudah berada di hotelku?" tanya Satria yang sangat terkejut ketika salah satu anak buahnya mengatakan kalau polisi sudah menggeledah hotel tempatnya. jika hal itu terjadi dan sampai para polisi menemukan beberapa kejanggalan maka mereka semua akan masuk penjara.
Setelah mendengar kabar itu seketika Satria membereskan seluruh barang-barangnya, dia harus segera melarikan diri ke luar negeri Jika dia tidak segera melakukan hal itu maka semua yang dia miliki akan hancur semua.
"Aku harus segera pergi sejauh mungkin, jika tidak mereka akan segera menangkapku." dengan segera Satria membereskan seluruh barang-barangnya. pria itu harus segera pergi dari Indonesia. Satria terlihat begitu terburu-buru membereskan beberapa pakaiannya dan langsung memasukkan ke koper yang dia miliki.
Tut..
Satria menelpon salah satu sopirnya untuk mempersiapkan kepergiannya, dia harus membeli tiket secara online agar dia tidak dipenjara.
Di tempat lain seorang pria menatap beberapa anak buah Satria yang sudah ditangkap. Reno begitu bahagia setelah penantiannya selama 18 tahun. "Sebentar lagi kamu akan membusuk di penjara, semua yang kamu miliki akan hancur. kamu telah menghancurkan keluargaku kamu telah membuat ayah dan ibuku mengalami keretakan. Sekarang aku ingin lihat bagaimana caramu kabur dari tempat ini." Reno sangat tahu betul Bagaimana sifat dari Satria. karena itu Reno meminta para polisi untuk berjaga-jaga di bandara.
"Apa kamu yakin, Tuan Reno. Kalau pria itu akan melarikan diri atau dia akan bersembunyi di sekitar kota?" pak polisi yang meyakinkan diri mereka kalau apa yang dikatakan Reno itu benar.
"Saya yakin sekali pak polisi, pria itu adalah pria brengsek dia tidak akan mungkin bersembunyi di sekitar tempat itu. dia akan langsung kabur ke tempat yang sangat jauh karena di beberapa negara dia mempunyai rumah dan dia mempunyai properti yang lumayan banyak." jawab Reno tegas.
Setelah mendengar jawaban yang diucapkan oleh Reno akhirnya pak polisi meminta anak buahnya untuk berjaga-jaga di area bandara, mereka tidak diperbolehkan memakai pakaian dinas. mereka harus memakai pakaian biasa agar tidak dikenali oleh Satria.
Satria adalah pria licik, dia tidak akan mungkin berpikir hanya satu kali. Satria pasti akan melakukan sesuatu yang lebih kejam.
Sekitar 1 jam kemudian para polisi bersama dengan Reno dan Sheila berada di bandara, kedua orang itu nampak memantau pergerakan yang ada di bandara. para polisi yang berpakaian warga sipil nampak mereka terus mencari keberadaan Satria. tak berselang lama seorang pria memakai pakaian serba hitam, topi hitam dan kacamata hitam memasuki tempat itu dengan membawa satu koper besar.
"Bukankah dia adalah Ayah tirimu, Mas?" tanya Sheila kepada Reno. mata Sela benar-benar sangat jeli, wanita itu dapat menitik seseorang hanya dengan pergerakannya saja.
"Kalau dilihat dari pakaiannya aku yakin kamu benar, Sheila. dia adalah pria brengsek itu." jawab Reno yang kemudian menelpon salah satu polisi untuk memberitahukan keberadaan dari Satria.
Langkah kaki satria mendekati tempat penukaran tiket, pria itu nampak sedikit gelisah dengan raut wajah yang sangat kebingungan. petugas bandara yang sudah diberitahu oleh para polisi mereka bergegas mendekati ksatria.
"Tuan Satria." Panggil petugas bandara.
"Iya ada apa." jawab Satria.
"Maaf tuan Satria, Bisakah anda ikut dengan kami." pinta petugas bandara yang membuat Satria yakin kalau ada sesuatu yang tidak beres. dengan sigap Satria langsung melarikan diri, pria itu berlari dengan begitu kencang dan dibantu oleh beberapa anak buahnya.
__ADS_1
DOR..
suara letusan pistol ketika Satria berusaha untuk melarikan diri.
"Berhenti!!" teriak beberapa polisi yang langsung menghadang Satria.
Pria itu tidak bisa lagi berkutik, langkah kakinya terhenti ketika para polisi langsung menyergap dirinya. raut wajah yang terkejut bahkan raut wajah itu menunjukkan ketidakpercayaan ketika dia sudah ditangkap.
"Ada apa ini, kenapa kalian memperlakukan aku seperti ini?" tanya Satria yang berlagak bodoh.
"Anda harus ikut kami ke kantor polisi." jawab Salah satu polisi.
"Kenapa aku harus ikut kalian ke kantor polisi? Memangnya apa yang sudah aku lakukan?" Satria yang terus-menerus berusaha untuk mengelabui para polisi.
PROKK..
PROKK..
PROKK..
suara tepuk tangan seseorang.
Seorang pria yang begitu dibenci oleh Satria, seorang anak yang dulu dia buang jauh. sekarang pria itu sudah dewasa anak kecil yang selalu dianiaya itu sekarang sudah dewasa.
"Kamu? mau apa kau kemari!!" Satria yang benar-benar sangat terkejut ketika melihat Reno sudah ada di bandara.
"Aku bersama para polisi datang untuk menjemputmu, menjemput seorang penjahat yang sudah melakukan kejahatan yang sangat luar biasa." jawab santai Reno yang membuat Satria yakin kalau pria itulah yang melakukan hal ini padanya.
"Dasar brengsek!" teriak Satria.
"Anda tidak berhak mengatakan apapun, Tuan Satria. Anda harus ikut kami jika tidak kami akan membuat anda terdiam!!" seru salah satu polisi.
Bukan Satria namanya jika pria itu menyerah begitu saja, seketika Satria menendang salah satu polisi dan melarikan diri entah ke mana. para polisi langsung bergegas mengejar Satria yang kabur.
DOR..
DOR...
__ADS_1
DOR...
ZLEPP..
Beberapa tembakan sudah terdengar, satu tembakan langsung mengenai dada Satria hingga membuat pria itu tersungkur di lantai bandara.
BRUKK..
Satria sudah tidak mampu lagi berlari, tubuhnya mengeluarkan darah rintihan kesakitan keluar dari mulut pria itu. rintihan kesakitan yang sama dengan rintihan para korban yang selalu dia sakiti.
"Bawa pria ini ke rumah sakit." perintah pak polisi kepada anak buahnya. dengan segera pak polisi menelpon ambulans dan membawa Satria ke rumah sakit.
"Aku berharap pria itu mati." ucap Shela yang membuat Reno menampakkan senyumnya.
"Tentu saja aku juga berharap pria itu mati mengenaskan, dia harus merasakan penderitaan yang dirasakan oleh orang lain." jawab Reno yang kemudian memberikan kabar kepada keluarga mereka.
Beberapa hari setelah kejadian ditangkapnya Satria, hotel Nusantara mengalami beberapa kemerosotan. Reno dan Pak Andi berusaha untuk memperbaiki kinerja dari para pekerja, beberapa wanita yang menjadi korban Satria juga dipekerjakan di hotel tersebut.
"Bagaimana Mas, Apakah semuanya masih baik-baik saja?" tanya Sheila kepada Reno.
"Kita akan memulai dari nol, karena kasus itu kemungkinan besar banyak orang yang akan ketakutan untuk menginap di hotel ini." jawab Reno.
"Kalau begitu kita harus melakukan sesuatu agar hotel ini tidak sampai ditutup." ucap Sheila yang mempunyai ide cemerlang.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
__ADS_1
- Terlempar ke dimensi kerajaan