KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Memulai dari awal


__ADS_3

Apa yang harus dikatakan lagi, Safira terlihat menatap sang suami dengan tatapan mata yang begitu kasihan. Gunawan adalah seorang pengusaha tangguh namun tiba-tiba saja ada sebuah insiden yang terjadi.


"Apakah Mas takut menjadi miskin?" tanya Safira yang membuat Gunawan sangat terkejut.


"Maksudmu apa Safira?" tanya Andira.


"Ada kalanya kita hanyalah orang biasa, Mbak. setelah itu Tuhan memberi kita sedikit kekayaan, setelah kita berada di ujung kesuksesan tiba-tiba saja Tuhan menjatuhkan kita dengan begitu keras. Apa yang harus kita lakukan? berteriak, mencela atau menyalahkan Tuhan? itu tidak mungkin Mbak, karena kita hanyalah manusia, kita hanya bisa menjalankan takdir yang sudah diberikan oleh Tuhan. aku tidak akan menangisi semuanya, apa salahnya menjadi sederhana Apa salahnya tidak mempunyai apa-apa. biarkan saja semuanya hilang, kita mulai dari awal aku tidak pernah tahu bagaimana dirimu bekerja, aku bersamamu setelah kamu sudah kaya. Tuhan memberikan aku kesempatan untuk membantumu kembali, kita mulai dari nol kita berusaha bersama dan berjuang bersama." jawab Safira.


Gunawan nampak tersenyum kepada istrinya, Walaupun dia takut kalau sang istri akan pergi namun jawabannya dikatakan oleh Safira begitu sederhana tapi menguatkan Gunawan. sedangkan Andira yang mendengar jawaban seperti itu nampak Wanita itu benar-benar sangat terpukau, Andira benar-benar sangat terkejut karena dia tidak akan pernah mengira Safira akan mengatakan hal itu.


Andira benar-benar tidak pernah menyangka kalau Safira adalah seorang wanita yang begitu luar biasa, dia tidak takut dengan kemiskinan. Dia memberikan kekuatan kepada suaminya.


"Kita mulai dari awal, Mas. jika semuanya ini bukan milik kita mari kita bangun semuanya dari awal. aku mempunyai tempat yang mungkin tidak besar, kita mulai dari awal dan kita berusaha sebaik mungkin, mungkin rumah almarhum orang tuaku dulu sangatlah kecil, kita mulai dari sana dan kita bangun hubungan ini dari awal." ucap Safira.


Gunawan tidak mampu mengatakan apapun, pria itu akhirnya memeluk sang istri dengan begitu erat. "Terima kasih untuk segalanya, Terima kasih karena kamu sudah menjadi istriku. Terima kasih karena kamu bersedia hidup susah denganku." ucap Gunawan yang membuat Safira memeluk sang suami.


Di tempat lain begitu sedih di tempat lainnya seorang pria benar-benar sangat bahagia setelah dia bisa menghancurkan Gunawan. keyakinan Satria akan Safira mungkin tidak akan dia pikirkan pria itu, berpikir kalau Safira akan meninggalkan suaminya karena miskin. pria itu selalu berpikir kalau Safira akan terbuai dengan kekayaan tapi hubungan baru itu akan dimulai dengan semua cerita yang begitu indah.


Satu minggu kemudian akhirnya Gunawan pindah ke rumah peninggalan orang tua Safira, di sebuah tempat yang memang tidaklah besar. si kembar yang sudah berusia 8 tahun itu pun mereka harus bisa menerima semua yang terjadi, Safira adalah seorang ibu yang hebat karena itu dia memberikan sebuah kata-kata bijaksana agar kedua putranya bisa menerima keadaan ayahnya yang sekarang miskin.


Satu bulan pun telah berlalu, di sebuah pedesaan yang lumayan terpencil Safira Bersama sang suami serta anak kembarnya berada di sana. "Selamat pagi, Mas Gunawan." Panggil beberapa tetangga yang melihat Gunawan baru pulang dari sawah.


"Selamat pagi ibu-ibu, kalian lagi ngapain?" tanya Gunawan kepada para tetangganya.


"Ya tentu saja kami itu habis dari ladang lah Mas Gunawan, Mas Gunawan habis dari sawah ya? habis panen apa?" tanya ibu-ibu.


"Ini Bu, aku habis ambil sayuran sama bantu para petani membajak sawah." jawab Gunawan.


"Ya ampun Mas Gunawan, kamu itu tampan kok mau pergi ke sawah sih. apa kamu itu gak cari pekerjaan lain aja?" tanya ibu-ibu.

__ADS_1


"Memang ibu-ibu nggak mau ya punya tetangga seperti saya?" tanya Gunawan yang membuat ibu-ibu malah bersorak dengan begitu keras.


"Ya jangan seperti itu dong Mas Gunawan, maksud kami itu kenapa tidak melamar kerjaan di kelurahan, kecamatan begitu." jawab ibu-ibu dengan nada suara yang begitu manja.


Safira sudah terbiasa dengan semua perlakuan dari para tetangganya itu, nampak wanita itu hanya tertawa dengan semua kelakuan mereka semuanya.


"Ibu-ibu, ibu-ibu semuanya lagi ngapain di depan rumah saya!!" seru Safira yang membuat para ibu-ibu langsung tertawa malu kemudian kembali ke rumah mereka masing-masing.


Gunawan yang melihat istrinya seketika dia tertawa terbahak-bahak saat para tetangganya kembali dengan kondisi yang kebingungan. Bahkan mereka berlari kocar-kacir. "Bu satpam, Kenapa Ibu membuat para ibu-ibu itu ketakutan?!" tanya Gunawan.


"Ye..., Mereka aja yang pada ketakutan. Aku tuh loh nggak ngapa-ngapain." jawab Safira.


Sekitar 15 menit kemudian si kembar sudah kembali dengan semua aktivitas sekolahnya, sedikit cerita sekarang kondisi Gunawan dan Safira menjadi petani desa. Safira mempunyai peternakan sapi dan bebek serta mempunyai banyak sawah dan kebun. Safira menggunakan seluruh tabungannya untuk membeli semua itu, Gunawan sangat terkejut karena sang istri selama ini tidak menghabiskan uang belanja bulanan yang selalu dia berikan.


"Pak Gunawan!!" seru salah satu pekerja Gunawan.


"Pak, ada orang yang membeli seluruh bebek kita!" seru salah satu pegawai.


"Pak Wawan kan Bisa, nanti Pak Wawan minta tolong aja sama Irfan untuk membantu bapak." ucap Gunawan.


"Tapi Pak Madi tadi juga bilang katanya salah satu pengusaha susu minta stok susunya ditambah!!" seru Pak Wawan.


"Pak Madi ada di mana? Nanti tolong bicara saja sama Pak Madi atau Mas Irfan, Saya mau mengurus panen sawah dan ladang dulu." jawab Gunawan.


Kehidupan Safira dan Gunawan memang tidak berkelimang harta, rumah mewah seperti sebelumnya. namun kehidupan mereka benar-benar kehidupan yang sangat bahagia.


"Mama!" seru si kembar.


"Ada apa." jawab Safira.

__ADS_1


"Mama, nanti kami mau kerja kelompok!" seru Yufan.


"Ya sudah, nanti hati-hati. tadi Mama juga buat makanan." ucap Safira.


Rumah sederhana itu dihuni oleh Safira dan beberapa orang. di rumah kecil itu semua terlihat bahagia, namun di tempat lain seorang Iya benar-benar sangat kebingungan mencari keberadaan Safira.


"Apa kalian belum mengetahui di mana keberadaan wanita itu?" tanya Satria.


"Kami belum mengetahui di mana keberadaannya, Bos. bahkan bekas karyawan perusahaannya tidak ada yang tahu." jawab anak buah Satria.


"Bagaimana bisa dia tiba-tiba menghilang, kalian harus cari tahu di mana keberadaan mereka. aku harus mengambil wanita itu, tidak akan kubiarkan wanita itu tetap bersama dengan pria itu!" seru Satria.


"Baik bos." jawab anak buah Satria.


Sudah satu bulan lamanya Satria mencari keberadaan Safira, namun selama satu bulan itu dia tidak menemukan kabar mengenai Safira sama sekali. wanita itu seperti terhempas dan tidak ada kabarnya sama sekali.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian

__ADS_1


__ADS_2