
Sebuah rencana yang sudah berada di otak Melodi mengenai semua yang ingin dia lakukan kepada Yufan, entah dia menyadari apa yang dilakukan atau tidak Tapi melodi tidak peduli Yufan mempunyai istri atau dia masih bujangan. yang penting wanita itu harus mendapatkan Yufan bagaimanapun caranya, entah itu menjadi pelakor, menjadi penggoda, menjadi wanita malam atau apapun yang penting Melodi ingin mendapatkan Yufan bagaimanapun caranya.
Siang itu terlihat Melodi benar-benar berada di suasana yang benar-benar begitu bahagia, dia tidak akan membiarkan Yufan lepas begitu saja dari pengaruhnya, apalagi Melodi juga mendapatkan perintah untuk membuat Yufan bertekuk lutut padanya. Ya anggap saja wanita itu akan melakukan apa yang diinginkan oleh Melodi.
"Kalau begitu biar kita seperti selayaknya teman, aku boleh memanggilmu dengan panggilan Yufan atau Mas saja, kan? Kalau Aku memanggilmu dengan panggilan Tuan rasanya kita tidak akan bisa berteman." ucap Melodi yang membuat Yufan hanya bisa mengangukkan kepalanya.
Tatapan mata Yufan menatap Melodi, pria itu nampak terdiam tapi dia adalah seorang pria yang bisa melihat Seperti apa wanita yang selalu mencoba untuk mendekati dirinya. Yufan selalu berhati-hati kepada para wanita yang selalu berusaha mendapatkan perhatiannya ataupun berusaha untuk mendekatinya.Yufan dapat melihat sorot mata Melodi hanya dalam satu pandangan saja.
Yufan sebenarnya mengingat Melodi ketika dia bersama dengan Satria, Yufan diam saja. pria itu tidak melakukan apapun karena Yufan yakin wanita itu mempunyai rencana buruk kepadanya, siang ini melodi mengajak Yufan untuk makan siang di salah satu restoran favoritnya.
Yufan tidak menolak, pria itu menyetujui apa yang diminta oleh Melodi, bahagia tak terasa, itulah yang sekarang dialami oleh Melodi ketika Yufan mau menerima ajakannya makan bersama dan wanita itu akan terus mencoba untuk mendekatinya.
Melodi begitu bahagia hingga dia tidak tahu jebakan yang sudah dia persiapkan, kemungkinan hal itu sudah dapat dibaca oleh Yufan. setelah perbincangan mereka akhirnya Yufan Pergi ke salah satu restoran tempat Melodi biasanya bertemu dengan beberapa teman kencannya atau om-om genit yang selalu menggunakan jasanya.
"Kamu biasa kemari?" tanya Yufan kepada Melodi.
"Iya aku biasanya kemari untuk melakukan pekerjaan dan beberapa pertemuan dengan teman-temanku." jawab Melodi.
Tempat itu adalah sebuah tempat yang memiliki fasilitas mewah dengan makanan yang berharga juga sangat mewah. dari sudut pandang seorang sekretaris makanan yang ada di restoran itu bukanlah makanan murah yang bisa dibeli oleh seorang wanita yang mempunyai pekerjaan sebagai sekretaris.
Yufan mengikuti apa yang diinginkan oleh Melodi.
"Kamu ingin memesan makanan apa?" tanya Yufan kepada Melodi.
"Memangnya kamu ingin makanan apa? aku akan makan seperti makanan yang kamu pesan." jawab Melodi sambil tersenyum.
"Tentu saja Yufan akan melakukan sesuatu yang bisa membuat dirinya yakin Seperti apakah Melodi yang sebenarnya, Yufan memilih beberapa makanan yang satu porsinya bisa dibanderol dengan harga jutaan. dengan begitu santainya mereka berdua nampak berbicara bercanda gurau bahkan saling melemparkan senyuman.
Tak berselang lama terlihat Melodi mengeluarkan kartu pembayaran berwarna hitam, black card. kartu pembayaran itu bukanlah kartu yang bisa dimiliki oleh wanita yang mempunyai pekerjaan sekretaris, tapi kalau lebih dari sekretaris itu mungkin bisa di maklumi.
"Biar aku yang membayarnya, Melodi." ucap Yufan.
"Tidak, mas. aku senang karena kamu mau makan bersamaku lagi pula kita kan sekarang menjadi teman bisnis, jadi anggap saja aku mentraktirmu hari ini." ucap Melodi yang diangguki oleh Yufan.
__ADS_1
Dari pertemuan itulah Yufan dapat melihat Seperti apakah Melodi, seorang wanita yang terlihat mempunyai sorot mata genit kepada seorang pria yang sudah mempunyai istri.
sekitar 1 jam kemudian ponsel Yufan mulai berdering, pria itu menatap ponselnya. di sana tertera nama sang istri yang sudah menelponnya.
TUT...
"Iya sayang." Yufan yang sudah menjawab telepon dari Indah.
"Mas, ada di mana Aku tadi di perusahaan tapi kamu kok nggak ada?" tanya Indah.
"Tadi Mas keluar sebentar, ini mau kembali ke kantor. kamu tunggu ya jangan kemana-mana." pinta Yufan.
"Ya sudah kalau begitu aku akan menunggu Mas Tapi jangan lama-lama ya, tadi aku membawa makanan." ucap Indah.
"Tenang saja Mas sebentar lagi sudah sampai kok, lagi pula Mas juga barusan keluar." jawab Yufan yang kemudian mematikan ponselnya.
Melodi menunjukkan ketidaksukaannya ketika Yufan menjawab panggilan telepon dari sang istri, ada rasa tidak suka begitu luar biasa wanita itu tidak ingin mengatakan namun tak disorot matanya Yufan dapat melihat semua pergerakan tubuh indah.
Setelah mereka sampai di perusahaan dan sudah berada di kantor, terlihat Indah membawa bekal makanan untuk sang suami, wanita itu tersenyum sembari memberikan makanan kepada suaminya tersebut.
"Tidak Mas, barusan sampai." jawab Indah.
"Kalau begitu aku keluar sebentar ya Mas, aku mau melihat sesuatu dahulu." ucap Melodi yang terlihat benar-benar tidak suka. bahkan Dari gelagatnya wanita itu tidak ingin melihat kemesraan sepasang suami istri tersebut
"Kenapa tidak makan bersama kami saja, Mbak?" pinta Indah.
"Tidak, kami barusan sudah makan." jawab Melodi.
Dengan sengaja wanita itu mengatakan perkataan itu agar memancing kemarahan Indah atau mungkin bisa memancing pertengkaran di antara mereka berdua.
"Ya sudah kalau begitu." ucap Indah yang menunjukkan senyumnya.
Setelah mendengar perkataan Melodi seperti itu Indah menatap suaminya, tatapan mata itu menunjukkan pertanyaan.
__ADS_1
Apakah benar suaminya habis bertemu dengan wanita itu untuk makan atau bagaimana.
"Tadi kami dari restoran sayang, tadi makan makanan ringan seperti itulah." jawab Yufan yang kemudian membuka jas yang dia pakai.
"Kalau begitu ayo makan Mas, aku juga punya waktu cuma satu jam, sebentar lagi aku harus kembali ke minimarket." ucap Indah yang membuat Yufan tersenyum.
Jika ada orang banyak yang bertanya Mengapa Indah masih bekerja di minimarket sebagai staf keuangan dan Kenapa dia tidak hidup senang di rumah setelah menjadi istri dari manajer perusahaan G2. Indah akan menjawab satu kalimat yaitu ini adalah kehidupannya.
"Apa hari ini pekerjaannya berjalan lancar, sayang?" tanya Irfan.
"Alhamdulillah Mas, semuanya lancar." jawab Indah.
Sesaat kemudian terlihat Indah duduk bersama dengan sang suami dan makan bersama, tatapan mata mereka menunjukkan rasa cinta yang sangat luar biasa. perasaan saling menghargai dan saling memiliki satu sama lain.
"Nanti jangan kemana-mana, Mas akan menjemputmu." ucap Yufan.
"Tentu saja mas, memangnya aku mau ke mana." jawab Indah yang kemudian membereskan kotak makanan.
Semoga saja tidak ada hama diantara hubungan sepasang suami istri tersebut, semoga saja Yufan menjadi pria bijaksana seperti papanya, pria dingin sedingin batu bahkan sekeras besi.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
__ADS_1
- Terlempar ke dimensi kerajaan