
Setelah mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Ivan dan Yufan, seketika wanita itu hendak menutup pintu rumahnya.
TEK..
seketika Ivan menahan pintu yang hendak ditutup itu.
"Pergilah Mas, Jangan menggangguku." ucap si gadis.
"Namamu Asyifa kan?" tanya Yufan.
Wanita itu langsung membuka pintu rumahnya dengan semua kebingungan yang dibawa oleh Yufan dan Ivan.
"Kalian ini siapa, apa yang kalian inginkan dariku?" tanya Asyifa.
"Aku kemari karena aku ingin mengatakan sesuatu padamu." jawab Ivan yang kemudian menarik tubuh adiknya hingga membuat Raihan berada di depan Asyifa.
"Kamu, mau apalagi kamu kemari?" tanya Asyifa saat melihat Raihan ada di depan rumanya.
"Sebenarnya aku tidak mau kemari, kedua abangku yang menyuruhku untuk kemari." jawab Raihan.
"Kata-kata yang diucapkan oleh Raihan seketika membuat Yufan dan Ivan benar-benar sangat marah. mereka berdua tidak pernah berpikir kalau adik mereka akan melakukan hal itu.
"Bisakah kamu berbicara dengan sopan kepada wanita, Raihan!!" bentak Yufan.
Raihan seketika terdiam karena dia juga takut dengan kemarahan kedua kakaknya.
"Bisakah kami masuk dan berbicara denganmu, Asyifa." pinta Ivan kepada Gadis itu.
"Baiklah Mas, silakan masuk." jawab Asyifa yang mempersilahkan Yufan dan Ivan beserta Raihan masuk ke dalam rumah tersebut.
Tatapan mata Yufan dan Ivan menatap rumah sederhana yang ditinggali oleh wanita itu. "Di mana orang tuamu, Asyifa?" tanya Ivan kepada wanita muda tersebut.
"Aku tidak mempunyai orang tua, Mas. Aku anak yatim piatu." jawab Asyifa yang membuat Yufan dan Ivan saling menatap satu sama lain.
__ADS_1
"Maaf ya kami tidak tahu kalau kamu anak yatim piatu." ucap Yufan yang kemudian menarik tubuh Raihan untuk duduk di kursi sederhana milik Asyifa.
"Ada apa ya Mas?" tanya Asyifa kepada kedua Kakak Raihan.
"Aku bertanya sesuatu kepadamu, boleh kan?" tanya Ivan.
"Iya boleh Mas." jawab Asyifa.
"Apa yang dilakukan oleh pria brengsek ini padamu?" tanya Ivan kepada Asyifa yang membuat wanita itu menatap Raihan Dengan tatapan mata yang begitu benci.
Tak ada kata yang keluar dari mulut wanita muda tersebut, dia hanya mendudukkan kepalanya kemudian meneteskan air matanya.
"Aku minta kamu jawablah dengan jujur, apa yang dikatakan yang dilakukan oleh pria brengsek ini padamu. kami sudah mengetahui semuanya jadi kamu jangan takut jika dia melakukan sesuatu padamu." Yufan yang mempertegas perkataannya. Pria itu tidak akan membiarkan adiknya bermain-main dengan seorang wanita hingga merusak martabat wanita itu.
Yak ada kata yang dikeluarkan oleh Asyifa, wanita muda itu hanya tertunduk lesu dengan semua kesedihan yang dia alami. "Apakah benar kalau kamu sedang hamil?" tanya Ivan yang membuat Asyifa langsung terdiam seribu bahasa. sedangkan Raihan sendiri tentu saja pria itu selalu ingin melarikan diri dari tanggung jawabnya.
"Kenapa kamu diam saja, Aku bertanya padamu, Apa benar kalau kamu sekarang hamil?" tanya Ivan kepada gadis muda itu, melihat dari wajahnya wanita itu begitu sedih dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh dua pria yang datang bersama dengan Raihan.
"Diammu berarti menjawab pertanyaan kami kalau kamu memang sedang hamil, buka?" tanya Yufan yang membuat wanita itu langsung terdiam.
"Apa yang harus aku lakukan, Mas? aku telah melakukan dosa yang begitu besar, aku telah melakukan sesuatu yang dibenci oleh Tuhan. aku tidak tahu aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, aku sudah terjerumus pada sesuatu yang hanya sesaat saja. tapi apa yang harus aku lakukan ketika nanti aku bertemu dengan suamiku, orang yang akan menikahiku apa yang harus aku katakan kepadanya? Apakah aku harus bilang kalau aku tidak sengaja kalau aku terperdaya." ucap Asyifa sembari meneteskan air matanya.
Yufan dan Ivan sedikit tersentak dengan kata-kata yang diucapkan oleh wanita itu, kata-kata yang dia ungkapkan terasa bagaikan irisan sembilu yang begitu menyayat.
"Kenapa kamu harus melakukan hal itu, Rehan? kenapa kamu harus menghancurkan seorang wanita?" tanya Ivan kepada adiknya.
"Aku tidak menghancurkannya, bang. kami melakukan hubungan itu karena kami saling suka, tak ada paksaan diantara kami, bukankah begitu." Raihan yang mulai membalikkan kata-katanya.
"Kamu, kenapa kamu berkata seperti itu?Kenapa kamu melakukan hal itu padaku, memang aku wanita miskin tapi aku tidak pernah berbuat dosa seperti ini. kamu mengajakku ke suatu tempat kamu telah menjebakku!!" teriak Asyifa dengan kata-kata yang begitu keras hingga urat-urat yang ada di wajahnya nampak.
"Tenanglah, kamu tidak usah marah seperti itu." Ivan yang mencoba untuk menenangkan wanita muda itu.
"Aku tidak tahu Mas apa salahku hingga dia melakukan hal itu, aku dan dia itu berbeda kelas. kami berbeda satu semester, aku tidak tahu apa yang terjadi, Dia selalu saja menghinaku dan mengejekku, dia selalu mengatakan pada teman-temannya kalau wanita miskin seperti aku hanyalah barang yang mudah untuk didapatkan. dia selalu menganggapku barang murahan, Mas." ucap Asyifa sembari meneteskan air matanya.
__ADS_1
Tak ada kata yang bisa dikeluarkan oleh Yufan dan Ivan, setelah mendengar perkataan wanita muda itu.
"Lalu sekarang sudah berapa bulan kehamilan mu?" tanya Ivan.
DEG...
Asyifa nampak menggelengkan kepalanya, wanita itu tertunduk lesu kemudian masuk ke dalam kamarnya. sebuah surat nampak digenggam oleh Asyifa, sesaat kemudian wanita muda itu memberikan hasil lab Rumah Sakit mengenai kehamilannya.
"Apa ini?" tanya Ivan.
"Bacalah Mas, kamu akan tahu." jawab Asyifa.
Yufan dan Ivan nampak membaca laporan Rumah Sakit tersebut, di sana tertera tanggal beberapa hari yang lalu sekitar 4 hari. Yufan membaca dengan detail surat tersebut, sesaat kemudian pria itu menatap saudara kembarnya.
"Kamu keguguran?" tanya Ivan.
Air mata kembali menetes dari kedua bola mata Asyifa, wanita itu menatap dua pria yang ada di depannya.
"Iya Mas, empat hari yang lalu aku mengalami kecelakaan dan pria itu tahu namun dia tidak mau menolongku. orang-orang yang ada di jalanan menolongku dan membawaku ke rumah sakit, saat berada di sana Aku tidak sadarkan diri beberapa jam. saat aku sadar kemudian dokter mengatakan kalau aku mengalami keguguran, janinku yang berusia hampir dua bulan itu sudah meninggalkanku, Mas. aku benar-benar merasa sedih aku berpikir untuk membesarkannya sendiri tanpa meminta pertanggungjawaban darinya. namun Tuhan berkata lain, bayi Malang yang ada di kandunganku telah diambil kembali oleh Tuhan." ucap Asyifa sembari menangis tersedu-sedu.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1
-Isteri simpanan bos kejam