KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Kamu harus berani


__ADS_3

Sorot mata yang tidak menyenangkan terlihat di mata Risa, sebenarnya wanita itu baru menjadi sekertaris Gunawan selama satu bulan.


"Kenapa tuan Gunawan membawa Isterinya kemari." guman Risa dalam hati.


Terlihat Risa terus-menerus mengomel tidak karuan saat dia tahu Gunawan membawa istrinya ke perusahaan, di tempat lain seorang wanita terus menggerutu sedangkan Andira selalu memperingatkan Safira untuk tidak pernah melepaskan suaminya.


"Memang seorang pria kaya akan mempunyai begitu banyak godaan, satu sisi godaan akan wanita, satu sisinya mengenai semua kehidupannya. Kamu harus ingat Safira, jangan sampai kamu melepaskan pandanganmu dari Gunawan, begitu banyak wanita yang selalu mendambakan Dia, mungkin mereka bisa mencintai Gunawan tapi mereka belum tentu bisa menerima anak-anaknya. aku berharap kamu selalu bersama dengannya, pertahankan suamimu bagaimanapun caranya rayu suamimu agar dia selalu mencintaimu, jadikan dirimu umpan yang sangat ampuh agar suamimu tidak melirik wanita lain." ucap Andira yang terus-menerus memperingatkan Safira.


Baru masuk ke perusahaan Safira sudah mendapatkan pandangan yang tidak menyenangkan seorang wanita yang ternyata masih baru menjadi sekretaris Gunawan. wanita itu memandang dirinya dengan tatapan mata yang benar-benar tidak menyenangkan.


"Tenang saja Mbak, aku tidak akan pernah melepaskan Suamiku. aku akan mempertahankan kebahagiaanku aku akan selalu berusaha sebaik mungkin." jawab Safira.


"Kamu tidak boleh berusaha sekeras mungkin atau sebaik mungkin, tapi kamu harus memperjuangkan rumah tanggamu. tidak ada kata berusaha tapi kamu harus bisa, jangan sampai ada pelakor yang berusaha untuk mengganggu rumah tanggamu." ucap Andira.


DEG...


Mendengar kata pelakor seketika jantung Safira berdenyut begitu kencang, karena rumah tangganya dulu hancur karena pelakor yang sudah membuatnya menderita, bernamakan persahabatan namun semuanya itu adalah kebohongan. bernamakan persahabatan orang yang dipercaya oleh Safira menghancurkan rumah tangganya. setelah mendengar kata pelakor safira langsung menutup matanya, menghembuskan nafasnya perlahan kemudian tersenyum kepada Andira.


"Aku tidak akan mau merasakan sakit untuk yang kedua kalinya, Mbak. aku tidak akan mau merasakan dikhianati untuk yang kedua kalinya, cukup aku dikhianati seorang teman yang begitu Aku percaya. cukup aku disakiti oleh orang terdekatku." ucap Safira yang membuat Andira tersenyum.


Andira masih belum mengetahui kalau Safira gagal berumah tangga karena perselingkuhan sahabat dan suaminya, namun dari kata-kata yang dikeluarkan oleh Safira Andira yakin kalau isteri kedua sepupunya tersebut tidak akan mampu digoyahkan oleh orang lain. pernah merasakan sakit akan membuat Safira lebih kuat, pernah merasakan terluka akan membuat Safira bertahan.


Sekitar 5 menit kemudian Gunawan sudah masuk dengan semua makanan yang baru dia bawa. "Lho kamu kok bawa makanan Mas?" tanya Safira.


"Tadi aku meminta OB untuk membelikan kita makanan, Aku tidak mau kamu kelaparan karena menunggu dan membantuku." jawab Gunawan.


"Ya sudah kalau begitu aku mau pergi dulu aku tidak mau mengganggu kemesraan kalian, kalian kira aku ini nyamuk apa." cibir Andira yang kemudian pergi meninggalkan Gunawan dan Safira.


Nampak Safira tersenyum melihat kepergian Andira, wanita itu tersenyum menatap suaminya. "Dia adalah wanita luar biasa, berpendirian Teguh dan tidak akan pernah menyerah dengan semua pengganggu yang berusaha mengganggunya." ucap Gunawan.


"Iya Mas, aku ingin lebih kuat, aku tidak akan membiarkan siapapun berusaha untuk mengganggu kebahagiaanku." jawab Safira yang kemudian memeluk suaminya.

__ADS_1


Setelah seharian berada di perusahaan sore itu akhirnya Gunawan dan Safira akan kembali ke rumah mereka. langkah kaki Gunawan dan Safira keluar dari kantor sepasang suami istri itu, terlihat mereka tersenyum begitu bahagia.


"Pak Gunawan." Panggil Risa yang juga baru keluar dari ruangannya.


"Ya ada apa, Risa?" tanya Gunawan kepada Riza.


"Pak, bisa minta tolong tidak?" tanya Risa kepada Gunawan.


"Ya, memang ada apa." jawab Gunawan.


"Begini Pak, tadi kan saya tidak membawa kendaraan, ini kan sudah sore Pak.., baterai HP saya juga lowbat. Boleh tidak saya numpang di mobil bapak saya takut pulang agak malam begini Pak." ucap Risa yang terlihat berusaha untuk meyakinkan Gunawan.


"Maaf ya Risa, kami tidak bisa mengantarkanmu. aku harus mengajak istriku ke suatu tempat dulu karena aku harus berbelanja dahulu untuk keperluan anak-anakku." jawab Gunawan.


"Nggak papa deh Pak, nanti kalau di tempat yang biasa saya turun nanti saya akan menunggu Pak Gunawan." ucap Risa yang terus berusaha untuk meyakinkan Gunawan.


Safira memandang wanita yang ada di depannya itu, wanita yang benar-benar tidak tahu malu dengan semua keinginannya.


Risa benar-benar sangat kesal karena dia ditolak oleh Gunawan, wanita itu menatap kepergian Gunawan bersama dengan istrinya.


"Memangnya apa sih kekuranganku, wajahku juga cantik Aku tidak kalah cantik dengan dia. tapi kenapa pria itu terus menolakku." gerutu Risa yang terus-menerus berusaha untuk mencari perhatian Gunawan.


Hari pertama semuanya berjalan dengan lancar, namun Safira yakin seperti yang dikatakan oleh Andira kalau dia harus selalu berhati-hati kepada para wanita yang berusaha untuk mendekati suaminya. Beberapa hari kemudian Safira datang ke perusahaan agak terlambat, wanita itu masih ada acara di sekolah si kembar.


"Nanti pak supir akan menjemputmu, sayang." ucap Gunawan.


"Tenang saja, Mas. nanti kalau Pak sopir tidak ke sekolah anak-anak biar nanti aku naik taksi ke perusahaan." jawab Safira.


"Tidak, aku tidak akan melakukan hal itu. lagi pula kamu harus menunggu di sekolah anak-anak, nanti sopir anak-anak juga aku minta untuk mengantarmu dulu." ucap Gunawan.


"Ya sudah kalau begitu, terserah kamu aja Mas." jawab Safira.

__ADS_1


Beberapa hari atau tepatnya beberapa minggu setelah kejadian kecelakaan kapal tersebut, salah satu detektif kembali ke perusahaan Gunawan.


"Bagaimana?" tanya Gunawan kepada detektif.


"Tenang saja, Tuan. kami sudah mendapatkan sebuah informasi yang mungkin akan menjadi titik terang dari pencarian kita." jawab detektif.


"Maksudmu?" tanya Gunawan.


"Saya sudah membawa beberapa contoh kerusakan yang terjadi pada kapal anda dan saya mendapatkan jawaban yang sangat mengejutkan." jawab detektif.


"Maksudmu?" tanya Gunawan yang benar-benar penasaran.


"Kerusakan itu memang sengaja dibuat di bagian bawah, orang itu berusaha membunuh anda dan keluarga anda. kemungkinan besar mereka akan membuat kerusakan yang lebih parah namun sayangnya balap bantuan itu segera datang." ucap detektif.


"Ya sudah kalau begitu, kamu terus Cari tahu mengenai kecelakaan itu. aku yakin ada seseorang yang berusaha untuk melakukan sesuatu kepadaku." ucap Gunawan.


"Tapi.., entah mengapa saya mempunyai dua tersangka yang mungkin melakukan hal itu." ucap detektif.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian

__ADS_1


__ADS_2