
Rapat di kelurahan benar-benar begitu lucu karena saking bersemangatnya banyak ibu-ibu yang langsung mencari anak, suami serta keluarganya. mereka tidak akan melepaskan kesempatan yang begitu baik apalagi memang tempat itu kebanyakan warganya bekerja menjadi petani.
Hari ini ketika para warga sudah berhamburan mencari keluarganya masing-masing, terlihat seorang wanita baru datang ke desa tersebut. tatapan matanya menatap sebuah tempat yang dulu dia datangi ketika dia masih bersahabat dengan Safira, tatapan mata putri menatap tempat itu, terlihat wanita itu mulai bernostalgia saat berada di sana.
Langkah kakinya keluar dari mobil yang sudah dia naiki, langkah kaki seorang wanita angkuh yang menatap ke depan. memang Putri tidak pergi ke tempat Safira, tapi wanita itu harus mencari sebuah tempat untuk tinggal di sana Putri belum mengetahui kalau Rudi menikah dengan salah satu Putri Pak lurah.
Terlihat wanita itu hanya mengetahui informasi kalau Rudi berusaha untuk mencari kebahagiaannya. saat berada di sana Putri menemukan sebuah rumah yang akan dia kontrak selama beberapa bulan. "Lihat saja, jika aku sudah menemukan keberadaanmu aku yakinkan Kalau kamu tidak akan pernah bisa tertawa. berani sekali kau membuatku seperti ini, Mas. kamu membuatku seperti wanita yang tidak berguna sama sekali. aku mencintaimu tapi kau melukaiku." ucap Putri yang terlihat menatap ke dalam rumah yang sudah dia sewa.
Salah satu tetangga Putri nampak menatap wanita itu. "Baru pindah, Mbak?" tanya seorang ibu-ibu.
"Iya." jawab Putri dengan nada suara yang begitu sewot kemudian masuk ke rumah tersebut.
"Idih.., jijik banget sih. dasar wanita sombong, sok banget sih." ucap si Ibu yang kemudian pergi meninggalkan tempat Putri. Putri menata baju-baju yang dia bawa tadi setelah itu terlihat Putri menatap ke seluruh ruangan yang ada di sana. rumah yang berisi dua kamar dapur ruang kosong serta sedikit lahan yang ada di belakang rumahnya.
"Bagaimana Mbak, kamu suka kan?" tanya pemilik rumah.
"Lumayanlah Bu." jawab Putri dengan nada yang benar-benar menjengkelkan.
"Ya sudah kalau begitu, kamu akan menyewa berapa bulan di sini?" tanya si pemilik rumah.
"Sekitar 6 bulan." jawab Putri.
Setelah melunasi pembayaran uang tersebut terlihat Putri menghentikan si pemilik rumah.
"Oh ya Bu, boleh aku tanya nggak?" tanya Putri.
__ADS_1
"Iya, Memangnya ada apa?" tanya ibu pemilik rumah.
"Oh ya Bu, Apakah di sini ada orang baru pindah atau ada seorang pria yang namanya Rudi, dia dari kota." ucap Putri.
"Rudi..," ucap si Ibu yang terlihat memikirkan nama tersebut. sesaat kemudian wanita itu mulai mengingat Siapa nama tersebut. "Oh.., maksud kamu itu Rudi, Apakah Rudi menantu dari Pak lurah?" tanya ibu pemilik rumah yang membuat Putri langsung terkejut.
"Maksud ibu menantu Pak lurah?" tanya Putri.
"Iya menantu Pak lurah itu namanya Rudi, dia dari kota pindah ke sini. sekarang dia menjadi guru di salah satu sekolah." jawab si Ibu.
Sesaat kemudian terlihat Putri mengeluarkan ponselnya dia harus memperjelas Apakah benar Rudi yang dimaksud itu adalah Rudi mantan suaminya.
"Apakah Rudi ini, Bu?" tanya Putri sembari menunjukkan foto Rudi.
"Iya benar, ini Mas Rudi menantu dari Pak lurah." jawab si Ibu yang membuat Putri benar-benar sangat terkejut. wanita itu tidak pernah menyangka ternyata mantan suaminya itu sudah menikah. 5 tahun berpisah dengannya ternyata pria itu sudah mencari kebahagiaannya sendiri.
"Apa, jadi Mas Rudi sudah menikah. dia menikah dengan wanita desa ini." ucap Putri yang benar-benar tidak percaya kalau Rudi sudah menikah. terlihat wanita itu menghembuskan nafasnya berulang kali, apa yang harus dia lakukan kenapa dan bagaimana semuanya itu terjadi. terlihat Putri hanya bisa terdiam memandang semua yang sudah terjadi.
"Aaaa!!!" teriak Putri. wanita itu benar-benar seperti seorang wanita gila. dia tidak pernah mengira kalau semuanya ini akan terjadi bahkan wanita itu harus berdamai dengan dirinya. berdamai dengan kelicikannya yang selalu terjadi.
"Seharusnya aku tidak pernah melakukan hal ini, Seharusnya aku berusaha untuk membuatmu kembali ke sisiku. Lihatlah sekarang kamu sudah berani menghianatiku!!" seru putri yang benar-benar sangat marah karena dia mengetahui Rudi sudah kembali menjalin hubungan dengan seorang wanita.
Hari itu Putri memejamkan matanya, dia tidak berharap akan semua kenyataan itu. sekitar beberapa jam kemudian Putri kembali terbangun dan menetap dirinya di cermin. "Aku harus mencari tahu mengenai istri mas Rudi, aku harus mencari tahu mengenai Safira. Aku tidak ingin mereka berdua bahagia, aku pasti akan menghancurkan mereka berdua." ucap Putri.
Akhirnya sore itu Putri berjalan-jalan di sekitar rumah barunya, wanita itu menatap para penduduk desa yang berpakaian tidak selayaknya. "Dasar orang-orang desa, mereka norak banget sih." ucap Putri.
__ADS_1
"Sore mbak!!" seru beberapa warga.
"Sore." jawab Safira dengan nada suara yang begitu jijik.
Beberapa warga yang melihat hal itu tentu saja mereka benar-benar begitu tidak menyukai sikap dari Putri yang begitu sombong dan tatapan matanya menata para warga dengan tatapan mata yang sangat jijik.
"Ini wanita baru pindah ya?" tanya Beberapa ibu-ibu.
"iya, Lihatlah logatnya itu sombong banget sih, cara bicara dan tatapan matanya itu seolah menghina kita." ucap ibu-ibu.
Tak berselang lama seorang wanita yang berpakaian pejabat desa nampak menatap Putri dengan tatapan mata yang sedikit meneliti. "Kamu siapa ya, Mbak?" tanya Bu lurah kepada Putri.
"Saya barusan pindah di sini, saya orang baru di desa ini." jawab Putri.
"Kenapa tidak ada yang melapor ya kalau ada orang baru?" tanya Bu lurah.
"Memangnya kenapa saya harus lapor. Memangnya ibu itu siapa?" tanya Putri dengan nada yang sedikit sewot.
"Hei Mbak, kalau bicara itu yang sopan sedikit. ini tuh desa bukan kota, kalau berbicara itu yang sopan. dasar wanita kota tidak punya tata krama." labrak salah satu ibu-ibu.
"Dia itu Bu lurah, Dia adalah orang yang berkuasa di sini. kamu nggak tahu ya, gitu aja sok-sokan." sindir salah satu ibu-ibu.
Tatapan mata putri menatap seorang wanita yang mungkin usianya sekitar 50 tahun, terlihat tatapan matanya menatap Bu lurah dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Jadi ini adalah mertua dari Mas Rudi." guman putri dalam hati yang kemudian tersenyum.
__ADS_1
"Kenapa kamu senyum-senyum seperti wanita gila saja." labrak salah satu ibu-ibu.
"Memangnya kenapa saya enggak boleh tersenyum." jawab Putri dengan nada suara yang begitu menyulut.