KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Ivan yang mulai goyah


__ADS_3

Sore itu akhirnya Ivan bersama Aisyah dan yufan pergi ke stasiun kereta, Yufan akan menjemput Indah yang hari ini akan sampai di tempat itu.


"Aduh, muka Mas Ivan berseri-seri sekali ya. pasti mas Yufan sudah tidak tahan bertemu dengan Indah." ucap Aisyah.


"Kamu ini apaan Aisyah, jangan goda aja." jawab Yufan yang terlihat tersenyum.


Oh ya Aisyah, aku minta maaf ya Karena aku sama yufan sudah ngerepotin kamu." ucap Ivan.


"Tidak apa-apa Mas, malah aku senang karena aku ada teman kamar. biasanya kan aku sendirian sekarang ada teman ngobrol." jawab Aisyah.


"Kamu yakin tidak apa-apa?" tanya Yufan.


"Tidak apa-apa Mas, lagi pula aku seneng kok kalau ada temen yang menemaniku. kadang kalau teman sebelah kamarku masuk kerja beda shift aku nggak punya temen lagi. lagi pula di tempat kost-ku kan memang cewek semuanya jadi nggak mengkhawatirkan." jawab Aisyah sambil tersenyum.


Ivan menatap Aisyah dengan tatapan mata yang benar-benar begitu takjub, Entah mengapa terkadang Ivan selalu membandingkan Aisyah dan Zaskia, mereka benar-benar seperti bumi dan langit. satunya begitu menyebalkan yang satunya begitu lembut bagaikan kain sutra.


"Oh ya Aisyah, Apa kamu tidak pernah ingin main ke tempat kakakmu?" tanya Ivan.


"Aku pernah menelpon dia Mas, tapi nomorku kelihatannya diblokir. dia tidak ingin berbicara denganku, Mas." jawab Aisyah.


"Memang seperti itu kan kakakmu, Aisyah." ucap Yufan yang membuat Aisyah terdiam.


Tiba-tiba saja Ivan menatap Aisyah dengan tatapan mata yang begitu berbeda, nampak pria itu benar-benar menyukai apa yang dikatakan oleh Aisyah. wanita itu selalu berkata dengan lembut berbicara dengan lembut, tutur katanya begitu menyejukkan hati bahkan senyumnya itu membuat hati siapa saja akan berdebar.


Sekitar beberapa menit kemudian ponsel Aisyah berdering, wanita itu menata ponselnya dan di sana tertera nama Herman. "Iya, Halo Mas Herman." jawab Aisyah.


"Kamu ada di mana, Aisyah?" tanya Herman.


"Aku ada di stasiun kereta, Mas. mau menjemput temanku." jawab Aisyah.


"Makanya aku tadi ke tempatmu Kata temanmu kamu sudah keluar." ucap Herman.


"Memangnya ada apa ya Mas Herman?" tanya Aisyah.


"Tidak, aku hanya ingin mengajakmu keluar saja." jawab Herman. perbincangan antara Herman dan Aisyah bisa didengar oleh Yufan dan Ivan. Entah mengapa percakapan yang dilakukan oleh Aisyah membuat Ivan sedikit tidak menyukai percakapan itu.


Setelah mengatakan hal itu akhirnya Aisyah mematikan ponselnya, terlihat yufan menatap saudaranya yang wajahnya seketika beruba pias.


"Siapa yang menelponmu tadi, Aisyah?" tanya Yufan kepada Aisyah.


"Mas Herman Mas." jawab Aisyah.

__ADS_1


"Apakah Herman itu adalah staf kepercayaan dari Ivan?" tanya Yufan.


"Iya Mas." jawab Aisyah.


"Dia lagi ngapain mencarimu?" tanya Yufan yang terlihat memancing percakapan dua orang itu.


"Mas Herman bilang mau mengajakku keluar." jawab Aisyah.


"Apa kalian sudah pacaran?" tanya Yufan yang sedikit meneliti.


"Tentu saja tidak Mas, aku dan Mas Herman cuma teman saja kami tidak pacaran kok." jawab Aisyah.


"Benarkah?" goda Yufan.


"Tentu saja Mas, Memangnya siapa sih yang menyukai gadis desa sepertiku mas, seorang wanita yang gaptek teknologi bahkan aku juga tidak begitu pandai berbicara dengan orang lain." ucap Aisyah.


"Terkadang tidak harus mengatakan apapun untuk membuatmu dikenal oleh orang lain, Aisyah. hanya tutur katamu dan semua yang telah kamu lakukan membuat orang lain mengerti apa yang ada di hatimu." ucap Yufan.


Sekitar beberapa menit kemudian akhirnya mereka sudah sampai di salah satu stasiun kereta, terlihat seorang wanita sudah menunggu di depan stasiun dengan wajah yang begitu gembira.


"Indah." Panggil Yufan yang kemudian membuka pintu mobilnya.


Sesaat kemudian Akhirnya Indah masuk ke dalam mobil, wanita itu melihat Aisyah yang juga berada di sana. "Bagaimana kabarmu, Aisyah?" tanya Indah.


"Alhamdulillah Indah, kabarku baik-baik saja." jawab Aisyah.


Setelah masuk ke dalam mobil bukannya berbicara dengan 2 pria itu malah kedua wanita itu asik berbicara dan berbincang-bincang bernostalgia ketika mereka masih berada di desa.


"Oh ya Indah, Semoga nanti kamu betah tinggal sama aku ya." ucap Aisyah.


"Memangnya kenapa?" tanya Indah.


"Soalnya aku cerewet banget loh Indah, kamu tahu sendiri kan aku itu bagaimana." jawab Aisyah yang kemudian tertawa terbahak-bahak.


"Sudah-sudah Jangan banyak bicara, kita harus segera mencari tempat untuk makan. aku yakin Indah sudah lapar karena ini sudah setengah enam sore." ucap Yufan yang kemudian melajukan mobilnya ke sebuah tempat.


Sekitar 30 menit kemudian di pinggir jalan ada sebuah rumah makan sederhana.


Yufan dan Ivan sepakat untuk makan di sana dengan semua kesederhanaan itu.


"Oh ya Aisyah, kamu betah kerja di Jakarta nggak?" tanya Indah.

__ADS_1


"Alhamdulillah, Indah. betah banget soalnya orang-orang yang ada di tempat itu baik loh sama aku." jawab Aisyah.


"Semoga di tempatku bekerja orangnya baik-baik juga ya, biar aku betah kerja di sini. Aku mau mencari banyak teman biar kita mempunyai wawasan lebih luas." ucap indah.


Sekitar beberapa menit kemudian mereka Akhirnya makan dengan semua kesederhanaan itu. sekitar 40 menit kemudian akhirnya mereka kembali ke tempat kost Aisyah, kedua pria itu mengantarkan kedua wanita itu dengan semua canda gurau mereka. setelah mengantarkan Indah dan Aisyah nampak Yufan menatap saudara kembarnya itu.


"Kamu tahu Ivan, aku sangat menyukai Aisyah yang mempunyai kepribadian kuat." ucap Yufan.


"Maksudmu?" tanya Ivan.


"Dia wanita pintar, baik tutur katanya lembut pengertian mandiri dan benar-benar sangat menyayangi orang tua." ucap Yufan.


"Maksudmu ini apa sih, Yufan?" tanya Ivan.


"Entah mengapa kalau aku berpikir kamu lebih cocok bersama dengan Aisyah daripada dengan kakaknya itu, wanita itu benar-benar wanita ular. setiap kali dia pergi ke rumah kita aku selalu mendengar kata-kata kasarnya kepada Mama. wanita itu tidak mempunyai ketulusan yang ada hatinya, di matanya hanyalah kebencian iri dan dengki." ucap Yufan.


"Sudahlah, Yufan. aku sudah capek memikirkan ini biarkan aku melakukan sesuatu agar pikiranku tidak terlalu amburadul dengan semua permasalahan mengenai Zaskia." jawab Ivan.


Terlihat Ivan memejamkan matanya, pria itu tiba-tiba saja memikirkan wajah Aisyah yang begitu manis.


Apa yang dikatakan oleh Yufan Terkadang ada benarnya juga, wanita itu selalu menyakiti Safira dengan tutur katanya yang begitu kasar.


"Entahlah apa yang harus aku lakukan, terkadang aku juga sudah capek dengan semua keburukan yang dimiliki oleh Zaskia." guman Ivan dalam hati yang kemudian tertidur dalam mimpi lelapnya.


Terkadang Yufan berdoa agar Ivan terbuka hatinya, pria itu tidak ingin saudara kembarnya itu terjatuh pada jerat palsu yang dimiliki oleh Zaskia.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan

__ADS_1


__ADS_2