
Ivan mencoba untuk berbicara dengan Zaskia mengenai kepergiannya ke Bandung. "Kenapa kamu harus ke Bandung?" tanya Zaskia kepada Ivan.
"Ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan, kami ada tender di sana dan kami harus melihat pembangunan di tempat itu." jawab Ivan.
"Lalu, kenapa aku tidak boleh ikut?" tanya Zaskia kepada Ivan.
"Kalau kamu ikut ke sana Aku tidak mungkin bisa menemanimu untuk berjalan-jalan, karena kamu mengerti kan kalau aku sibuk dengan semua urusan pekerjaanku." jawab Ivan.
"Apa kamu yakin kalau kamu ke sana itu sedang bekerja atau mungkin kamu ke sana itu berusaha untuk mencari kesenangan sendiri, mencari wanita atau mencari simpanan gitu?" tanya Zaskia yang membuat Ivan benar-benar tidak suka dengan kata-kata kekasihnya tersebut.
"Apa yang kamu katakan sayang, aku tidak mungkin melakukan hal itu. aku ke sana karena aku harus melakukan pengecekan pada tempat yang akan kami bangun sebuah perusahaan." jawab Ivan.
"Lalu, kamu ke sana dengan siapa saja?" tanya Zaskia kepada Ivan.
"Tentu saja dengan beberapa orang yang ada di perusahaanku." jawab Ivan.
"Kenapa kamu harus menjawab dengan jawaban seperti itu, tolong kamu jawab dengan detail dengan siapa saja kamu pergi ke sana?" tanya Zaskia kembali.
Ivan sedikit kesal dengan semua pertanyaan yang diajukan oleh kekasihnya tersebut, entah apa yang harus dia katakan kepada Zaskia. tidak harus kan dia selalu mengatakan apa yang dia lakukan, bersama siapa dan apa saja yang telah dia kerjakan seharian ini.
"Kenapa aku harus mengatakan dengan siapa saja aku berangkat, Memangnya kamu mengenal orang-orang yang ada di perusahaanku?" tanya Ivan yang sedikit mulai terusik.
"Aku yakin kamu bersama dengan para wanita-wanita genit yang ada di perusahaanmu, jangan-jangan kamu ke tempat itu ingin bersenang-senang dan menghabiskan waktumu di sana ya?" tanya Zaskia.
Wanita itu benar-benar memberikan tudingan yang sangat luar biasa kepada Ivan. Hal itu membuat Ivan sedikit kesal dengan semua perkataan yang dikatakan oleh Zaskia.
"Untuk apa aku harus melakukan hal itu, aku bukan pria seperti itu. Kamu tahu sendiri kan aku bukanlah seorang wanita pria yang akan melakukan sesuatu. Aku adalah pria yang bertanggung jawab." jawab Ivan yang terlihat menenangkan dirinya.
Pria itu tidak ingin terpancing emosi dengan semua yang dikatakan oleh kekasihnya tersebut. "Apa Aisyah juga ikut denganmu?" tanya Zaskia.
"Tentu saja, dia adalah sekretarisku jika tidak ikut lalu apa yang harus aku lakukan. tidak mungkin kan aku mengurus semuanya sendiri." jawab Ivan yang terlihat berusaha tenang.
"Oh jadi kamu ke Bandung itu bersama dengan Aisyah, aku mengerti sekarang apa yang ada di pikiranmu." jawab Zaskia yang kemudian langsung pergi meninggalkan Ivan.
__ADS_1
"Sayang, apa yang kamu katakan. aku dan Aisyah itu tidak ada hubungan apapun Kenapa kamu selalu menyudutkan saudaramu itu?" tanya Ivan kepada Zaskia.
"Kenapa aku tidak boleh mengatakan hal itu? Kenapa juga aku tidak boleh berpikiran buruk kepadanya, yang aku tahu dia itu adalah wanita genit yang selalu berusaha untuk menggoda para pria. Jadi sekarang kamu sudah tergoda dengan dia ya? kamu berusaha untuk menghianatiku?" tanya Zaskia yang membuat Ivan benar-benar sudah kehilangan akal.
Selalu saja kekasihnya itu menuding dirinya berselingkuh mencari wanita bahkan selalu mengatakan Ivan adalah pria tidak bertanggung jawab.
"Sudahlah Zaskia, Aku sudah capek dengan semua pemikiranmu yang seperti itu, lebih baik kamu tidak terlalu memikirkan sesuatu yang jelek. cobalah berpikir positif cobalah kamu menjadi wanita yang bijaksana, Aku dan adikmu itu tidak ada hubungan apapun lagi pula Kenapa kamu selalu berpikiran buruk kepada Aisyah? Dia adalah wanita baik Dia selalu menjaga dirinya." ucap Ivan yang benar-benar tersulut emosi dengan perkataan Zaskia. selalu saja Zaskia menyebut Ivan dengan semua kata-katanya.
"Aku tidak peduli pokoknya aku ikut. kamu memperbolehkan aku atau tidak aku akan tetap ikut." ucap Zaskia yang kemudian pergi meninggalkan Ivan.
Pria itu terus menerus tertekan seketika Ivan memijit keningnya yang benar-benar begitu pening. harus apa dia dengan semua pemikiran jelek yang dimiliki oleh kekasihnya tersebut.
"Kenapa dia selalu berpikir seperti itu, apakah yang kurang dari semua yang aku katakan! aku sudah mencoba melakukan yang terbaik, apa yang aku lakukan selalu saja salah di matanya." ucap Ivan yang kemudian pergi meninggalkan hotel tempat Zaskia menginap.
Hari ini Ivan kembali ke rumah dengan kekesalan yang sangat luar biasa, ketika pria itu hendak masuk ternyata Zaskia tadi sudah mengikuti Ivan dari belakang.
"Jadi di sini rumahmu?!" seru Zaskia yang sudah mengikuti Ivan.
"Tentu saja aku mengikuti kekasihku, aku selalu meminta dia untuk mengajakku kemarin dia tidak pernah mengajakku. Memangnya apa yang kamu sembunyikan, sayang?" tanya Zaskia kepada Ivan.
Ketika Ivan hendak membuka pintu rumahnya terlihat pintu itu sudah terbuka dan ternyata yang berbuka pintu tersebut adalah Sheila. "Abang, kenapa tidak masuk?" tanya Sheila kepada kakaknya.
"Iya, Kakak mau masuk dek." jawab Ivan.
Tatapan mata Sheila menatap seorang wanita yang ada di belakang kakaknya tersebut, tatapan mata yang penuh ketidaksukaan tatapan mata benci yang bisa diperlihatkan oleh gadis muda itu kepada kekasih abangnya itu.
"Wanita itu kenapa di sini bang?" tanya Sheila kepada Ivan.
"Aku kemari karena kakakmu yang mengajakku?!" seru Zaskia yang membuat Sheila langsung menatap kakaknya tanpa mengatakan apapun.
Akhirnya Sheila masuk ke dalam rumah diikuti di belakang Ivan masuk juga ke rumah, di sana terlihat Safira sedang membawa beberapa ikat bunga.
"Sudah pulang Putra Mama?" tanya Safira kepada Ivan.
__ADS_1
"Sudah Mama." jawab Ivan yang kemudian mencium tangan sang Mama. nampak dari belakang tubuh Ivan muncullah wanita tukang urut yang benar-benar suka menggerutu begitu panjang dan lebar.
"Sore Tante!" seru Zaskia ketika berada di depan Safira. terlihat Safira tersenyum menatap kekasih dari putranya tersebut.
"Selamat sore Zaskia." jawab Safira yang tidak ingin mengatakan apapun. karena jika dia mengatakan apapun dia takut jika perkataannya itu akan menyinggung kekasih putranya tersebut.
"Masuk Zaskia, Ivan ajak masuk kekasihmu." pinta Safira kepada Ivan.
"Iya Ma." jawab Ivan yang kemudian mengajak Zaskia untuk masuk. tatapan mata Zaskia menatap sebuah rumah berlantai 2 dengan luas yang sangat luar biasa. tatapan mata itu menunjukkan ketakjuban seorang wanita ketika melihat harta melimpah di dalam rumah tersebut.
"Mama!!" seru Gunawan yang baru turun dari lantai 2.
"Iya Pa, Ada apa." jawab Safira.
"Mama sini sebentar!" seru Gunawan yang membuat Safira memutar tubuhnya.
"Baiklah Zaskia, Kamu duduk ya sama Ivan. Mama mau masuk dulu." ucap Safira yang kemudian meninggalkan Putra dan kekasih putranya tersebut.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1