
"Maksudnya kamu mencurigai siapa? tanya Gunawan kepada detektif.
"Kalau saya perkirakan kemungkinan besar orang itu adalah mantan suami dari istri anda, mantan kekasih anda dan yang paling memungkinkan adalah mantan dari bos istri anda." jawab detektif.
"Kenapa, kemungkinan besar itu mengarah kepada mantan suami istriku?" tanya Gunawan.
"Karena yang saya selidiki Kalau pria itu sekarang dalam masalah dengan istrinya, Saya juga dengar juga bahkan pria itu menginginkan kembali bersama istri Anda Namun istri anda tidak menerimanya." jawab detektif.
"Kemungkinan besar itu bisa terjadi, tapi kalau dilihat dari situasi yang terjadi Entah mengapa Gunawan tidak mengacu tersangka itu pada Rudi. Kalau pria itu dalam masalah dengan istrinya atau dia sedang bermasalah dengan rumah tangganya kemungkinan besar dia masih mencari tahu mengenai keberadaan istriku, dia bukanlah tipe pria kaya yang akan dengan mudah pergi kemanapun." ucap Gunawan.
"Maksud Tuan?" tanya detektif.
"Yang aku pikirkan adalah mantan bos istriku, karena pernah waktu itu aku berada di daerah puncak bersama dengan anak dan istriku. tiba-tiba saja pria itu berada di sana dan memiliki villa di samping villa milikku, yang aku dengar Vila itu adalah milik pengusaha dari Surabaya. tapi tiba-tiba saja kepemilikan perusahaan itu beralih pada pria itu." jawab Gunawan.
"Kalau begitu apakah mungkin pria itu yang melakukan hal itu, Tuan?" tanya detektif.
"Aku tidak tahu, tapi kalau bisa tolong kamu selidiki mengenai masalah ini. jika benar pria itu memiliki masa lalu yang buruk atau apapun, kamu langsung kabari aku, Aku tidak ingin istriku dalam masalah ataupun anak-anakku." pinta Gunawan.
"Baiklah kalau begitu, tuan. saya akan segera menyelidiki masalah ini, Tapi itu kan harus berhati-hati kemungkinan besar kita tidak akan tahu apa yang akan mereka lakukan." ucap detektif.
"Kamu tenang saja, aku sudah menyewa beberapa pengawal khusus." jawab Gunawan.
Ternyata pria itu harus memikirkan mengenai keselamatan istrinya, Jika benar pemikiran Gunawan orang yang sudah berusaha mencelakainya adalah Satria, maka dia harus berusaha tenang dan bersikap normal.
"Aku harus mencari cara untuk menjauhkan Istriku dari dia, dia adalah pria yang paling berkuasa. pria kaya dengan beberapa fasilitas yang tidak akan mampu aku tandingi, jika sampai pria itu benar-benar menyukai istriku aku tidak akan membiarkannya. dia adalah istrikku, dia adalah milikku tidak akan kutukar dengan apapun." ucap Gunawan yang kemudian menelpon orang kepercayaannya.
__ADS_1
TUT...
TUT...
"Ya Tuan," seorang pria dari seberang tempat menjawab panggilan telepon dari Gunawan.
"Irfan, tolong kamu melakukan tugas yang aku minta sama budi. kalian berdua ke sini karena ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan kalian." pinta Gunawan.
Seorang pria dengan ilmu beladiri yang lumayan hebat, Irfan adalah seorang pria yang memang terkadang dibayar oleh para orang kaya untuk melindungi mereka. Gunawan pernah menyewa pria itu Namun karena ada sebuah insiden kecelakaan hingga membuat Gunawan memutuskan untuk tidak memakai bodyguard untuk dirinya atau yang lain.
Sekitar 15 menit kemudian Budi dan Irfan sudah berada di ruangan Gunawan. "Selamat siang, tuan Gunawan. sudah lama saya tidak bertemu dengan Anda." ucap Irfan.
"Selamat siang Irfan, Terima kasih karena kamu bersedia ke tempatku." jawab Gunawan yang mempersilahkan Irfan untuk duduk bersama Budi. pria itu menjelaskan semua kronologi yang terjadi kepada dirinya dan sang istri, Budi dan Irfan yang Mendengar hal itu nampak kedua pria itu sedikit kebingungan .
"Maksud anda, kemungkinan besar ada seseorang yang berusaha untuk mencelakai Anda?" tanya Irfan.
"Baiklah kalau begitu, Tuan. mulai kapan saya akan bekerja?" tanya Irfan.
"Mulai hari ini Kalau kamu bisa." jawab Gunawan.
Akhirnya sesuai kesepakatan Gunawan meminta bodyguard lamanya untuk kembali bekerja.
Beberapa hari kemudian Satria terus mencari informasi mengenai Safira, wanita itu berada di sekolah si kembar dengan semua aktivitasnya. hari ini di sekolah si kembar ada rapat orang tua membahas mengenai bullying kepada para siswa.
"Maafkan saya pak guru, saya pernah mengalami insiden yang tidak menyenangkan dari sebuah sekolah kepada anak-anak saya." ucap Safira.
__ADS_1
"Maksud Nyonya?" tanya wali kelas dari si kembar.
"Pernah Waktu itu anak-anak saya mengalami bullying dari beberapa temannya hanya karena putra-putra saya tidak mempunyai ibu, saya adalah ibu sambung mereka. selama beberapa tahun mereka selalu mendapatkan bullying dari teman-temannya, mereka selalu mengejeknya memberikan kedua anak-anak saya kotoran bahkan sesuatu yang menjijikkan. 1 tahun yang lalu saya sudah memindah anak saya ke sini Saya berharap sekolah ini mempunyai peraturan dan mempunyai keamanan yang sangat ketat, saya menggelontorkan dana di sekolah ini bukan untuk menjadi penonton arena kekerasan bagi anak-anak. saya meminta kepada pihak sekolah ini untuk memperketat keamanan bagi para siswa, beri mereka hukuman jika mereka melakukan bullying kepada teman-temannya. jika mereka melakukan hal itu terus korban akan mengalami kekerasan, mungkin kepercayaan dirinya akan merosot ketakutannya akan membesar dan juga kemungkinan besar rasa depresi itu akan membuatnya melakukan sesuatu yang sangat membahayakan." ucap Safira.
Apa yang dikatakan oleh Safira itu membuat orang tua dari para siswa memikirkan dengan benar memang efek dari bullying adalah sesuatu yang sangat menakutkan. mereka akan mengalami depresi, gangguan kejiwaan, tidak mempunyai kepercayaan diri, ketakutannya akan menyelimuti dirinya saat berada di dekat teman-temannya.
"Benar apa yang dikatakan oleh orang tua dari si kembar, bu guru. anak saya pernah mengalami tindakan kekerasan dari salah satu temannya, mereka selalu meminta uang saku anak-anak saya hingga beberapa bulan, saat anak saya mengadukan kepada saya mereka bukannya berhenti malahan mereka mengintimidasi anak saya dengan sangat menakutkan." ucap salah satu orang tua murid.
"Pihak sekolah harus memberikan ketegasan kepada anak yang melakukan kekerasan, beri dia hukuman, panggil orang tuanya dan yang paling penting adalah keluarkan dia dari sekolah agar mencegah efek buruk pada teman-temannya!" seru seorang ibu kembali.
Safira mau mengungkapkan semua pengalamannya, wanita itu tidak ingin anak-anak kecil melakukan kekerasan kepada teman-temannya. hal itu akan membuat efek buruk pada setiap korban yang mengalami tindak kekerasan.
"Terima kasih ibu-ibu karena Anda sekalian memberikan kami sebuah solusi, kami akan berusaha sekeras mungkin agar di sekolah ini tidak terjadi hal-hal semacam itu." jawab salah seorang wali kelas.
"Kami berharap ibu dan bapak guru yang ada di sekolah ini mengutamakan keselamatan murid-murid agar tidak terjadi hal-hal yang buruk." ucap orang tua wali dari para siswa.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
__ADS_1
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian