KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Safira pulang


__ADS_3

Setelah mendengarkan suara si mbok yang menanyai Safira, bahkan wanita itu membawa koper.


"Sudah pulang, Safira?" tanya Andira kepada Safira.


"Sudah, Mbak." jawab Safira.


"Kok cepet banget sih?" tanya Andira.


"Iya mbak, sebenarnya jatahnya kan 10 hari tapi karena bos saya tiba-tiba ada urusan dengan beberapa pekerjaan yang dia miliki jadi dia membawa saya untuk pulang terlebih dahulu." ucap Safira.


"Oh, begitu ya?" tanya Andira.


"Iya, mbak. mungkin besok atau lusa aku akan berangkat lagi." jawab Safira yang kemudian menemui si kembar.


Dengan segera Gunawan yang mendengar nama suara Safira seketika pria itu berjalan dengan tergesa-gesa, pria itu ingin memastikan Apakah itu hanya khayalannya saja atau benar-benar Safira memang sudah pulang. langkah kaki lebar Gunawan menuruni anak tangga rumahnya, saat berada di lantai bawah tatapan mata Gunawan menatap Safira yang sudah duduk bersama dengan Andira dan si kembar.


Andira yang melihat Gunawan sudah keluar dari kamarnya tentu saja wanita itu sedikit memiliki kejahilan sangat luar biasa. "Oh ya Andira, Bagaimana sih wajah dari bosmu itu?" tanya Andira kepada Safira.


"Oh Pak Satria?" tanya Safira.


"Iya, pokoknya bosmu itu Bagaimana sih wajahnya?" tanya Andira kepada Safira.


"Dia itu tampan loh Mbak, orangnya baik sikapnya itu menyenangkan bahkan kalau bisa dibilang pria itu adalah seorang pembisnis luar biasa." jawab Safira.


"Benarkah?" tanya Andira.


"Benar Mbak." jawab Safira sambil tersenyum.


Lirikan mata yang ditunjukkan oleh Andira seolah ingin mengisyaratkan kalau Safira lebih baik bersama bosnya daripada bersama pria menjengkelkan seperti Gunawan.


"Wah menyenangkan banget dong kalau punya atasan seperti itu." ucap Andira.


"Benar sekali Mbak, Pak Satria itu adalah orang yang sangat menyenangkan. sangat terbuka orangnya, cool..,Bahkan dia adalah pria yang sangat menyenangkan saat diajak berbicara." jawab Safira.


Gunawan yang mendengar perkataan yang diucapkan oleh Safira tentu saja pria itu benar-benar sangat terkejut. "Apa-apaan itu wanita ini, ngapain juga dia membicarakan mengenai pria lain di rumahku." cibir Gunawan yang kemudian turun dari tangga.


"Kamu sudah pulang?" tanya Gunawan kepada Safira.


"Sudah, tuan. mungkin besok atau lusa aku Saya akan pergi lagi untuk ikut dengan Pak Satria." jawab Safira.

__ADS_1


DEG...


tiba-tiba saja Gunawan sedikit tersentak dengan kata-kata yang diucapkan oleh Safira.


"Kalau kamu itu mau pergi lagi ngapain juga pulang, kamu mau membuat anak-anakku serasa kehilangan kamu ya?" tanya Gunawan yang membuat Andira langsung menoleh dan menatap tajam ke arah Gunawan.


"Ya harus bagaimana lagi, tuan. saya diberi waktu sama bos saya untuk beristirahat selama dua hari, setelah itu saya akan kembali pergi ke Singapura bersama Pak Satria." jawab Safira yang membuat Gunawan sangat terkejut.


"Apa? Memangnya kamu mau ke mana?" tanya Gunawan yang benar-benar tidak akan pernah mengira kalau wanita itu mengatakan akan pergi ke Singapura.


"Ke Singapura, Tuan." jawab Safira.


Jantung Gunawan benar-benar terasa dihempaskan oleh Safira ketika wanita itu mengatakan kalau dia akan pergi ke Singapura bersama bosnya tersebut.


"Memangnya kamu mau ngapain ke sana?" tanya Gunawan.


"Ya tentu saja Saya bekerja, Tuan. Memangnya mau ngapain." jawab Safira.


"Maksudku ngapain harus sampai pergi ke sana?" tanya Gunawan yang bingung harus mengatakan apa.


Safira sedikit terkejut sekaligus bingung dengan pertanyaan yang ditanyakan oleh Gunawan. tumben sekali pria yang sudah menikahinya itu menanyakan hal itu padanya, biasanya dia tidak akan perduli mau apa Mau ngapain dan mau melakukan apapun dia tidak akan perduli.


Gunawan sedikit kesal dengan kata-kata yang diucapkan Safira, karena hal itu dia langsung pergi tanpa mengatakan apapun. Safira sedikit terkejut dengan pertanyaan Gunawan, karena tiba-tiba saja pria itu menanyakan hal itu. Andira yang melihat hal itu tentu saja dia sedikit tersenyum dengan kecemburuan Gunawan yang sudah mulai nampak.


Di tempat lain terlihat Satria menatap cermin sembari menyisir rambutnya. "Wanita itu benar-benar begitu membuatku terpesona." ucap Satria yang kemudian membenarkan pakaiannya.


Sekitar 5 menit kemudian salah satu anak buah Satria sudah masuk ke ruangan.


"Apa kamu sudah mencari tahu mengenai wanita itu?" tanya Satria kepada anak buahnya.


"Sudah, Tuan." jawab anak buah Satria.


"Lalu?" tanya Satria.


"Dia adalah istri dari Gunawan Chandra, seorang pengusaha yang sudah memiliki dua anak." jawab anak buah Satria.


"Ceritakan secara detail, Lalu siapa wanita itu dan apa pekerjaannya dulu juga masa lalunya?" tanya Gunawan.


Anak buah Satria mulai menceritakan siapa sebenarnya Safira dan Ternyata wanita itu adalah seorang janda dari salah satu pegawai yang ada di perusahaan otomotif. setelah itu dia menikah dengan Gunawan dan pernikahan itu hanyalah sebatas pernikahan yang terjadi karena perjanjian di antara kedua belah pihak. Wow Satria benar-benar sangat hebat karena dia mampu mencari tahu secara detail mengenai Safira.

__ADS_1


"Jadi aku bebas dong untuk mengambil wanita itu jika aku menyukainya." ucap Satria.


"Yang Saya dengar kalau Tuan Gunawan tidak pernah sekalipun mengajak istrinya untuk menghadiri acara perusahaannya, Tuan." ucap anak buah Satria.


"Baguslah kalau begitu, mulai sekarang aku akan membuat wanita itu mencintaiku. Setelah dia bisa mencintaiku aku pasti akan merebutnya dari pria itu." jawab Satria yang kemudian meminta anak buahnya untuk segera pergi.


Tidak berbeda di salah satu rumah bekas rumah Safira dahulu, terlihat Rudi terus menatap foto mantan istrinya. pria itu terkadang tersenyum sendiri saat mengenang mengenai masa lalunya dengan Safira.


"Ini semua salahku karena aku sudah melukaimu." ucap Rudi sambil menatap foto Safira. pria itu benar-benar tersenyum begitu sumringah, raut wajahnya yang begitu bahagia ketika dia menatap foto istrinya.


"Kamu sedang apa, Mas?" tanya Putri yang baru keluar dari kamar mandi.


"Aku mau melakukan apapun itu urusanku, Memangnya kenapa?" jawab Rudi.


"Kamu itu ditanya malah jawabnya begitu, memangnya kamu itu sedang melihat apa sih?" tanya Putri.


"Kamu selalu saja mengajak aku ribut, apa tidak ada pekerjaan lain yang bisa kau lakukan?" tanya Rudi yang kemudian pergi meninggalkan Putri.


OEKK..


suara tangis bayi yang ada di ruangan itu.


"Gendong bayimu!" teriak Rudi yang kemudian pergi meninggalkan rumahnya.


"Kamu mau ke mana, mas!!" teriak Putri.


"Anakmu nangis, cepat gendong dia." jawab Rudi yang sudah meninggalkan rumah. terkadang Rudi benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan, Dia selalu berpikir kalau kehidupannya akan bahagia ketika dia sudah mendapatkan seorang anak. Namun nyatanya sekarang ketika dia sudah mendapatkannya malah Rudi seperti sesuatu yang begitu kosong, dia merindukan Mantan istrinya yang sudah dia selingkuhi beberapa tahun itu.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri

__ADS_1


- I love you uncle Bastian


__ADS_2