KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Dia mamaku


__ADS_3

Malam itu terlihat suasana yang begitu damai, Safira terlihat menatap anak-anaknya.


"Ma, papa ingin bicara sebentar." pinta Gunawan.


"Ada apa pa?" tanya Safira.


"Ma, kemungkinan besar kita harus kembali ke Jakarta." jawab Gunawan.


"Memangnya kenapa?" tanya Safira.


"Perusahaan yang kita perjuangkan sudah semakin besar, Budi sudah tidak mampu memegang dua perusahaan yang semakin besar itu." jawab Gunawan.


"Lalu, bagaimana dengan peternakan sawah dan semua yang kita miliki di sini, Mas? siapa yang akan mengurusnya?" tanya Safira.


"Aku sudah bicara dengan Irfan, Pak Madi dan Rudi. kita akan meminta mereka untuk memegangnya selama kita di Jakarta. Mas Ingin anak-anak mas memegang kekuasaan perusahaan tapi untuk sementara kita akan ke Jakarta." jawab Gunawan.


"Baiklah mas, itu terserah padamu." ucap


Safira.


"Kalau begitu aku akan bilang sama anak-anak mengenai keputusan Mas." ucap Safira.


"Kalau bisa lusa aku ingin kita kembali ke Jakarta." jawab Gunawan.


"Baiklah Mas." jawab Safira.


Setelah acara makan itu akhirnya Gunawan dan Safira mengumpulkan keempat anaknya, pria itu mengatakan mengenai semua yang sudah disepakati.


"Tapi pa, apa Papa yakin kita akan kembali ke Jakarta untuk mengurus perusahaan itu?" tanya Yufan.


"Baiklah kalau begitu, terserah papa tapi kami akan melakukan apa yang Papa minta." jawab Ivan.


"Oh ya pa, Lalu bagaimana dengan sekolahku? beberapa minggu lagi kan aku sudah naik kelas 3. Masa aku harus pindah sekolah?" tanya Gunawan.


"Kalian berdua akan pindah sekolah ke Jakarta Nanti biar Om Rudi yang mengurus kepindahan kalian. Papa tidak ingin kebingungan karena memikirkan kalian yang ada di sini." ucap Gunawan.

__ADS_1


"Kalau begitu terserah Papa." jawab Sheila dan Raihan.


** keesokan hari **


Hari ini Ivan harus mengatakan kepada Zaskia mengenai kepindahannya ke Jakarta. "Kamu mau ke mana, Ivan?" tanya Safira kepada Ivan.


"Ivan mau ke rumah Zaskia, ma. Ivan Mau mengatakan mengenai kepindahan kita besok." jawab Ivan.


"Ya sudah kalau begitu, kalau kamu bicara sama dia bicaralah dengan kata-kata yang baik ya. Jangan kamu memaksakan perkataanmu, beri dia pengertian yang baik karena tidak baik Jika kamu membuat kata-kata yang kasar. kasihan kan dia juga mungkin akan terkejut dengan semua pemberitahuan ini." ucap Safira.


"Baik ma, tenang saja. aku tidak akan mengatakan kata-kata yang kasar, lagi pula aku juga tidak akan melakukan sesuatu yang mungkin akan melukainya." jawab Ivan.


Setelah berpamitan kepada Ivan akhirnya Ivan pergi ke rumah Zaskia.


"Bagaimana bisa kamu tiba-tiba mau pindah ke Jakarta? lalu Bagaimana hubungan kita?" tanya Zaskia.


"Tentu saja kita masih berhubungan, kita masih menjalin komunikasi hanya saja aku harus membantu papa di perusahaannya." jawab Ivan.


"Aku semakin yakin kalau itu hanyalah alasan orang tuamu saja, karena aku tahu kalau ibumu tidak menyukaiku. dia ingin memisahkanmu dengan aku." ucap Zaskia.


"Halah.., itu semua cuma pandanganmu saja. kamu tidak tahu bagaimana sifat asli dari ibu sambung mu itu, dia hanya berpura-purap padahal di balik semua perkataannya itu banyak kebohongan yang dia simpan. di depanmu dia bermanis muka tapi di belakangmu pasti dia menjelek-jelekkanmu, lihat saja dia tidak pernah menunjukkan kesukaannya padaku dia selalu mencibirku." ucap Zaskia.


"Kenapa kamu malah menjelek-jelekkan mamaku, Walaupun dia Ibu sambungku tidak pernah sekalipun dia membedakanku dan dua saudaraku." ucap Ivan.


"Kenapa kamu masih bodoh, Ivan. dia itu adalah mama tirimu tidak mungkin kan dia mencintaimu. Aku yakin dia hanya menginginkan seluruh kekayaan papamu itu untuknya. Dia adalah wanita licik pasti dia ingin melakukan sesuatu kepada kalian atau mungkin dia merencanakan untuk mengambil seluruh warisannya buat Kedua saudara tirimu itu." ucap Zaskia.


Ivan benar-benar tidak tahu apa yang harus dia katakan, selalu saja Zaskia berusaha untuk menjatuhkan Safira di depannya. Ivan mengenal betul Bagaimana mamanya itu tidak pernah terbesit di otaknya ataupun tidak pernah terdengar satu kalimat yang dikeluarkan oleh Safira mengenai kedua putranya itu. tidak pernah sekalipun Safira menjelek-jelekkan kedua anak sambungnya itu bahkan wanita itu selalu menganggap mereka adalah hal yang paling indah di kehidupannya.


"Lebih baik kamu pergi dari sini, aku tidak mau berbicara denganmu!" seru Zaskia.


"Aku ke sini karena aku ingin memberitahumu mengenai kepindahan kami besok, aku minta kamu datanglah ke rumah." pinta Ivan.


"Aku tidak akan pernah ke sana selagi ibunya hidup." jawab Zaskia.


DEG..

__ADS_1


Seketika Ivan tersulut emosi ketika mendengar perkataan Zaskia.


PLAKK...


"Jangan pernah kamu mengatakan kata-kata itu lagi, dia adalah mamaku sampai kapanpun dia akan menjadi mamaku. kamu baru mengenal dia beberapa tahun ini tapi aku mengenalnya semenjak masih kecil. sebelum Ayahku menikahinya aku sudah mengenal mamaku, jadi aku mohon kamu jangan pernah memintaku untuk memilihmu dan dia. karena kau baru mengenalku beberapa tahun sedangkan dia sudah membesarkanku puluhan tahun. Kamu hanyalah wanita yang menemukanku sudah dewasa tapi mamaku membesarkanku semenjak aku kecil Bahkan dia merawatku sebelum dia menjadi Ibu sambungku." jawab Ivan yang kemudian pergi meninggalkan Zaskia.


Memang benar Ivan mengenal Safira semenjak kecil ketika usianya baru 3 atau 4 tahun. bocah kecil itu selalu pergi ke Toko swalayan tempat Safira bekerja, setiap pagi dia akan meminta sopir untuk mengantarkannya ke tempat itu. semenjak di situlah si kembar mencintai Safira sebagai pengganti mamanya dan waktu itulah semua perasaan itu mulai terhubung.


Akhirnya Ivan pergi dengan kekesalan yang sangat luar biasa, dia sudah berjanji untuk tidak akan pernah membiarkan wanita itu selalu mengganggu ibunya. orang tua Zaskia yang Mendengar hal itu nampak mereka terdiam setelah putrinya ditampar oleh Ivan.


"Kenapa kamu melakukan hal itu, Zaskia?" tanya ibu Zaskia.


"Apa yang aku katakan itu benar, dia hanyalah ibu tiri. ibu tiri itu selalu kejam!" seru Zaskia.


"Tidak semua ibu tiri itu kejam, Terkadang ada ibu kandungnya juga kejam. kamu jangan selalu membuat asumsi yang berlebihan, Zaskia." jawab ayah Zaskia.


"Sudahlah Ayah, aku males bicara sama kalian berdua." ucap Zaskia yang kemudian pergi.


Adik Zaskia yang bernama Aisyah nampak mendengar perdebatan itu. "Sudahlah Bu, Jangan berbicara seperti itu. lagi pula Mbak Zaskia kan selalu seperti itu, jika kita selalu berdebat mungkin Mbak Zaskia akan bertambah marah." ucap Aisyah.


"Tidak begitu, Aisyah. kamu tahu sendiri kan kakakmu itu, kalian itu hanya terpaut usia 2 tahun tapi kenapa pemikiranmu itu lebih dewasa. dia sudah berusia 25 tahun sedangkan kamu masih berusia 23, tahun tapi kenapa otaknya itu tidak jernih jernih juga." terlihat Ayah Zaskia bernama Pak Rohim begitu marah.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian

__ADS_1


- Terlempar ke dimensi kerajaan


__ADS_2