
"Baik tuan, saya akan segera menyelidikinya." jawab anak buah Gunawan.
Setelah memerintahkan anak buahnya untuk menyelidiki suami dari wanita yang bekerja di Toko swalayan itu, Gunawan meminta sopirnya untuk membawanya pulang.
"Papa, bawa Mama pulang. bawa Mama pulang!!" teriak Ivan kepada ayahnya.
"Tenang saja, Nanti papa akan bawa Mama pulang. sekarang kalian lakukan seperti yang Papa perintahkan, diam baik-baik dan jangan teriak-teriak, Papa capek." perintah Gunawan.
Seketika dua anak kembarnya itu langsung terdiam, raut wajah Gunawan nampak menatap sebuah foto yang sudah diberikan oleh anak buahnya. "Jika dia adalah wanita baik-baik dan dua anakku menyukainya, maka akan ku pastikan wanita itu akan segera menjadi milikku." ucap Gunawan dalam hati yang kemudian mematikan ponselnya.
Di tempat lain terlihat Rudi sedang makan di rumahnya, pria itu menatap layar televisi karena hari ini tidak kerja dan dia sudah terlanjur libur untuk satu minggu.
TOK..
TOK..
TOK..
bunyi pintu rumah yang sudah diketok, dengan segera Rudi berdiri untuk melihat Siapa yang sudah mengetuk pintu rumahnya.
CEKLEK..
setelah pria itu membuka pintu rumahnya sebuah pemandangan sudah terlihat di depan pintu.
"Ngapain kamu ke sini."'ucap Rudi yang melihat putri sudah berada di depan rumahnya.
"Kenapa? Tentu saja aku ke sini karena aku harus menemui Safira." jawab Putri.
"Kamu tidak tahu kalau Safira tidak ada di rumah, Istriku itu sedang bekerja." jawab Rudi.
Senyum penghianat itu ditunjukkan oleh Putri ketika mendengar jawaban dari Rudi. "Kalau begitu itu lebih baik dong Karena sekarang aku sudah membawa makanan, jadi kita bisa bersenang-senang di sini." ucap Putri yang kemudian masuk ke dalam rumah.
Bodohnya Rudi karena dia tidak mengusir Putri malah dia diam saja saat melihat wanita itu masuk ke dalam rumahnya. Namun di luar rumah itu terlihat seorang wanita menatap seorang wanita yang masuk ke rumah Safira.
"Ngapain wanita itu masuk ke rumah Safira, bukankah tadi Safira sudah keluar? wanita itu kenapa masuk, siapa wanita itu?" guman seorang wanita yang tidak lain tetangga Safira .
__ADS_1
Kita kembali ke dalam rumah itu lagi, Rudi membiarkan kekasih gelapnya itu masuk. dia benar-benar kesepian di rumah malah sekarang selingkuhannya itu masuk ke dalam rumah, ya jadi itu menjadi kesempatan untuk Rudi karena istrinya masih pulang lama.
"Aku sangat beruntung ya, karena aku kemarin membawa makanan banyak. apalagi istrimu itu tidak ada di rumah." ucap Putri.
"Lebih baik kamu Segera pulang, karena nanti ada orang yang melihat." ucap Rudi.
"Ngapain sih kamu takut, istrimu kan tidak ada di rumah lebih baik kita bersenang-senang. Setelah itu kita berdua akan ajojing bareng." ucap Putri yang membuat Rudi hanya diam saja.
Sepasang orang itu benar-benar sangat brengsek, mereka berselingkuh di rumah selagi wanita pemilik Rumah itu sedang bekerja. walaupun mereka melakukannya Safira adalah seorang wanita, Dia merasakan ada sesuatu yang terjadi di rumahnya. jantung Safira berdebar begitu kencang.
"Ada apa ini, kenapa jantungku berdebar terus. Apakah ada sesuatu yang terjadi." guman Safira dalam hati sembari memegang dadanya.
Tak berselang lama sebuah pesan masuk ke ponsel Safira, tetangganya ternyata menanyakan mengenai seorang wanita yang datang ke rumahnya. tentu saja Safira langsung tahu siapa wanita yang dimaksud oleh tetangganya tersebut, dengan segera Safira membalas pesan yang dikirim tetangganya dan mengatakan Dia adalah wanita yang dia minta untuk mengirim makanan.
"Ada apa, For?" tanya Amel yang sudah ada di belakang tubuh Safira.
"Dua orang brengsek itu masih tetap saja, Amel. Lihatlah aku di sini buat kerja sedangkan suamiku menerima kekasihnya, Dia memasukkan kekasihnya ke dalam rumah." jawab Safira.
"Pria itu benar-benar brengsek ya." ucap Amel.
"Benar, kamu harus membalas dua orang itu karena mereka sudah melakukan hal ini padamu." ucap Amel yang kemudian menepuk pundak sahabatnya untuk memberi semangat.
Waktu berjalan dan akan menunjukkan sebuah jalan untuk membalas dendam, Beberapa hari kemudian Gunawan dengan sengaja menemui Amel dan meminta wanita itu untuk berbicara dengannya.
"Tuan, Ada apa?" tanya Safira kepada Gunawan.
"Aku akan memberikanmu pertolongan." ucap Gunawan.
"Maksud Tuan apa?" tanya Safira yang kebingungan.
Beberapa foto ditunjukkan oleh Gunawan di meja tempat Safira beberapa foto suaminya dan putri yang sedang bersenang-senang bahkan foto ketika Putri baru keluar dari rumah Safira.
"Maksud Tuan ini apa Ya?" tanya Safira.
Biarpun wanita itu mengatakan dengan begitu tenang, dalam hati Safira benar-benar merasakan sedih yang sangat luar biasa. siapa yang akan tahan melihat foto kemesraan sang suami bersama seorang wanita.
__ADS_1
"Tolong katakan apa yang ingin anda katakan, Tuan. Saya tidak ingin berbicara secara terbelit-belit." ucap Safira yang membuat Gunawan akhirnya mengatakan Yang sejujurnya.
"Jadi tuan ingin membantu saya membalaskan dendam saya kepada suami dan teman saya?" tanya Safira.
Gunawan menganggukkan kepalanya setelah mengatakan hal itu, akhirnya Safira meminta Gunawan untuk pergi meninggalkan Toko swalayan.
"Aku tahu apa yang terjadi denganmu, tapi aku minta padamu untuk segera pergi dari sini." ucap Safira.
"Aku tidak akan pergi dari sini, aku menawarkan sesuatu padamu. Jika kamu bersedia bekerja sama denganku maka anggap saja aku bisa membalaskan dendam mu." ucap Gunawan yang kemudian pergi meninggalkan Toko swalayan.
Apapun yang terjadi hari itu Safira belum mau menerima permintaan Gunawan, dia memang sakit hati tapi untuk membantu membalas dan dendam mungkin saja dia belum mau melakukannya. hari ini terlihat Safira pulang ke rumah dengan semua capek yang ada di dalam dirinya, langkah kaki wanita itu memasuki rumahnya. Entah mengapa hari ini Rudi tidak ada di rumah karena dia mendapatkan libur kerja selama satu minggu lagi.
"Kamu benar-benar sangat luar biasa, mas....," suara ******* dari dalam kamar Safira.
Langkah kaki Safira mendekati kamarnya, wanita itu menempelkan telinganya di pintu kamar. hati Safira benar-benar tersentak, saat mendengar suara itu sesaat kemudian sedikit demi sedikit Safira membuka pintu tersebut. betapa terkejutnya Safira saat melihat pemandangan yang ada di dalam kamarnya, di sana terlihat suami dan sahabatnya itu ternyata sudah melakukan sesuatu yang benar-benar sangat menjijikkan.
DEG..
jantung Safira berdebar begitu kencang dia tidak akan pernah mengira kalau dua pengkhianat itu berani melakukan hal itu di rumahnya.
"Ya Tuhan, ternyata selama ini mereka berani melakukan hal ini di rumah." ucap Safira yang kemudian berjalan keluar dari rumah. langkah kakinya sedikit sempoyongan, air matanya terus mengalir.
Siapa yang akan tahan melihat pemandangan seperti itu, sakit sungguh terasa sakit. mereka berkhianat di luar sana mereka juga berkhianat di singgasana yang begitu dijaga oleh Safira, Rudi benar-benar tidak mempunyai hati.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
__ADS_1