
Sore itu akhirnya Reno mengajak Sheila pergi ke bioskop, dia akan mengajak kekasih hatinya itu untuk bersenang-senang. rencana yang dibuat oleh Safira membuat Sheila menyukainya.
GEDUNG BIOSKOP
"Ada apa?" tanya Reno.
"Tumben sekali mengajakku kemari? Memangnya ada apa?" tanya Sheila kepada Reno.
"Mama bilang aku harus mengajakmu agar kamu tidak terlalu suntuk berada di rumah." jawab Reno.
"Semenjak Kapan kamu memanggil mamaku dengan panggilan mama?" selidik Sheila.
"Semenjak tadi, mama terus memaksa aku untuk memanggilnya mama. jadi aku panggil saja." jawab Reno sambil tersenyum menatap ke pujaan hatinya.
Ketika mereka sedang bersenang-senang di bioskop tiba-tiba saja ponsel milik Reno berdering berulang kali.
"Ada apa mas?" tanya Sheila.
"Biarin saja, nanti aku akan menjawabnya kalau sudah selesai menonton bioskop." jawab Reno.
"Angkat saja, mungkin saja ada sesuatu yang penting." ucap Sheila.
Sesaat kemudian Reno mengirimkan pesan kepada orang yang menelponnya, dia sedang berada di bioskop karena itu Reno meminta orang itu untuk mengirimnya pesan saja. sekitar beberapa menit kemudian akhirnya Reno menerima balasan atas pesan yang dia kirim tadi pria itu. terlihat Reno begitu terkejut seketika dia membaca beberapa pesan yang sudah dikirimkan oleh salah satu temannya tersebut.
"Ada apa mas?" tanya Sheila.
"Bisa kita segera pergi dari sini, sayang?" tanya Reno.
"Memangnya ada apa, genting ya?" tanya Sheila yang membuat Reno menganggukkan kepalanya.
Seketika wanita itu mengambil tasnya dan segera berlalu dari tempat tersebut.
"Apa teman-temanmu sudah mendapatkan informasi mengenai orang itu, mas?" tanya Sheila.
"Kelihatannya sudah, mereka memintaku untuk ke sebuah tempat, karena mereka menangkap orang yang sudah menembakmu waktu itu." jawab Reno.
Pria itu langsung membawa Sheila masuk ke dalam mobil kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan cepat.
__ADS_1
"Jangan terlalu cepat, mas." pinta Sheila.
Seketika Reno mengurangi kecepatan laju mobilnya, kemudian mencari jalan pintas untuk segera sampai di sebuah tempat yang sudah diberitahu oleh teman-temannya. sekitar 15 menit kemudian pria itu sudah sampai di tempat yang dikatakan oleh teman-temannya, di sebuah gudang yang memang diperuntukkan oleh Reno dan teman-temannya untuk bertemu.
Sheila tidak mengatakan apapun, wanita itu hanya mengikuti Reno ketika memasuki ruangan itu. Reno yang sudah menahan amarahnya semenjak tadi tentu saja pria itu tidak akan membiarkan siapapun melakukan hal yang sangat kejam itu kepada kekasihnya.
BRAKK..
Reno membuka pintu gudang itu dengan raut wajah yang begitu kesal dan amarah yang sudah tertahan.
"Aku tidak akan membiarkan pria itu diam dengan semua kelicikannya." ucap Reno yang kemudian masuk ke dalam ruangan tersebut.
ketika dia memasuki ruangan itu tatapan matanya menatap sesuatu yang membuat dia benar-benar tercengang, bukan seorang pria yang sudah berusaha untuk menembak Sheila tapi seorang wanita yang mungkin seumuran dengan ibunya.
"Siapa wanita tua ini?" tanya Reno kepada teman-temannya.
"Dia adalah orang yang sudah menembak kakak ipar." jawab teman-teman Reno.
"Maksud kalian?" Reno yang sedikit kebingungan saat melihat wanita tua yang ada di depannya itu.
"Siapa wanita ini, kenapa dia berusaha melakukan sesuatu kepada kamu?" tanya Reno.
Terlihat Sheila menatap seorang wanita yang sudah terduduk di kursi kayu dengan tangan dan kaki yang diikat, Sheila terus menatap wanita tua seumuran dengan mamanya tersebut. ketika mereka berada di desa tentu saja Sheila sering bertemu dengan wanita itu bahkan wanita itu selalu saja membuat kegaduhan di rumah mereka.
"Kamu Putri kan, kamu wanita yang tinggal di tempat kami kan?* tanya Sheila yang benar-benar yakin kalau wanita tua itu adalah Putri.
Terlihat Reno sedikit kebingungan ketika Sheila mengenali wanita itu.
"Siapa dia sayang?" tanya Reno kepada Sheila.
"Dia adalah wanita yang sudah menghancurkan masa lalu mamaku." jawab Sheila.
"Apa maksudmu?" tanya Reno.
"Dia adalah wanita yang sangat membenci mamaku, bertahun-tahun lamanya dia berusaha untuk menghancurkan keluargaku dan kebahagiaan mamaku. dia adalah wanita tidak tahu diri, dia adalah wanita yang sudah membuat mamaku hancur." jawab Putri yang mendengar seluruh perkataan Sheila.
Nampak wanita itu hanya diam, dia sudah gagal membunuh putri dari Safira. wanita itu akan membalas dendam sampai maut mengambil nyawanya. namun putri adalah wanita yang tidak akan pernah berhenti untuk menyakiti Safira, buktinya 20 tahun dia berusaha untuk menghancurkan Safira namun dia tidak pernah sekalipun bisa. sekarang terlihat wanita itu berusaha kembali untuk menghancurkan Safira. Entahlah dia bisa melakukannya atau tidak namun yang jelas Putri benar-benar sangat marah ketika dia menembak ke Sheila namun tembakan itu meleset.
__ADS_1
"Hahaha.., waktu itu aku tidak bisa membunuhmu. lihat saja aku pasti akan membunuhmu lain waktu." ucap Putri.
Reno yang mendengar perkataan wanita itu seketika amarahnya langsung naik. "Dasar wanita tidak tahu diri, sudah tua bangka bau tanah kamu ingin melakukan sesuatu?!" seru Reno.
"Memang waktu itu aku tidak bisa membunuhmu, lihat saja suatu saat aku pasti akan membunuhmu. akan kubuat wanita itu menderita, akan ku ambil seluruh kebahagiaannya!!" teriak Putri dengan semua kekuatannya.
Entah apa yang terjadi kepada putri hingga membuat wanita itu sekarang seperti gelandangan.
"Apakah kau tidak capek ketika kamu terus-menerus berusaha untuk menghancurkan mamaku? Apakah kamu itu tidak pernah berpikir untuk mencari kebahagiaan lain untuk dirimu sendiri daripada kamu selalu berusaha untuk mengejar kebahagiaan mamaku?" tanya Sheila.
"Aku tidak akan membiarkan wanita itu bahagia, aku tidak akan pernah membiarkan dia mendapatkan kebahagiaannya. lihat saja aku pasti akan menghancurkannya!!" teriak Putri.
Sesaat kemudian Sheila berjalan mendekati Putri, wanita muda itu menatap wanita tua yang sudah diikat oleh teman-teman Reno. sebuah senyum ditunjukkan oleh Sheila ketika dia berada di depan wajah Putri, wanita itu menatapnya dengan tatapan mata yang tidak bisa dikatakan. sebuah kebencian yang selalu ditunjukkan oleh Sheila kepada siapa saja yang berusaha untuk menghancurkan keluarganya.
PLAKK..
PLAKK...
2 tamparan langsung melekat di wajah Putri dari Sheila, wanita muda itu tidak pernah berpikir mengenai wanita tua yang sudah berusaha untuk menghancurkan kebahagiaan mamanya selama bertahun-tahun lamanya.
"Jika kamu ingin seperti itu maka lakukanlah, tapi aku tidak akan membiarkan kamu hidup merajalela. akan kupastikan hari ini kamu akan menjadi bangkai akan kupastikan hari ini kamu akan membusuk di jeruji penjara." ucap Sheila yang kemudian mematikan ponselnya. Ternyata dari tadi Wanita itu sudah merekam semuanya dikatakan oleh Putri.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1