
BRAKKK...
Putri dan anaknya tertabrak, darah sudah berlinang dari kepala dan tubuhnya. para pejalan kaki dan orang-orang yang ada di sekitar jalanan. terlihat mereka langsung menolong Putri yang sudah tidak sadarkan diri.
"Sebaiknya kita bawa wanita ini ke rumah sakit." ucap salah satu pejalan kaki.
"Kasihan sekali, Lihatlah bayi ini kondisinya benar-benar sangat kritis." ucap seorang pria.
"Ayo cepat kita bawa mereka berdua ke rumah sakit!" seru para pejalan kaki.
Akhirnya Putri dibawa ke rumah sakit karena mendapatkan luka yang sangat parah, sedangkan sopir mobil yang menabrak Putri dan anaknya tentu saja mereka juga bertanggung jawab. mereka berdua membawa Putri dan anaknya ke rumah sakit, sedangkan Rudi tentu saja pria itu masih belum tahu kalau istri dan anaknya mengalami kecelakaan.
Rudi meninggalkan rumahnya dengan semua emosi yang benar-benar begitu meluap, pria itu tidak tahan lagi dengan semua sikap yang selalu ditunjukkan oleh Putri. keinginannya serta arogansi wanita itu membuat Rudi benar-benar tidak sanggup untuk bertahan di rumah tersebut.
Di tempat yang lumayan berbeda, Gunawan Safira serta si kembar sudah naik pesawat untuk pergi ke suatu tempat. mereka nampak begitu bahagia, rencananya mereka memang akan ke luar negeri Namun karena Safira tidak ingin membuat pekerjaan Gunawan terbengkalai wanita itu lebih memilih untuk pergi ke pulau dewata saja.
Sekitar dua jam lamanya mereka naik pesawat, karena Gunawan tidak ingin capek-capek membawa mobil untuk pergi ke pulau Bali. Setelah 2 jam kemudian akhirnya mereka sudah sampai di pulau Dewata, sebuah mobil menunggu kedatangan Gunawan dan Safira.
"Tuan." Panggil salah seorang pria tua yang sudah menjemput Gunawan.
"Pak Jali!" seru Gunawan yang melihat sopir yang menjemputnya.
Gunawan, Safira Dan si kembar akhirnya dijemput oleh seorang pria tua yang memang bekerja kepada Gunawan. pria itu mengurus villa Gunawan yang ada di pulau Bali,
"Bagaimana resort yang ada di pulau Bali, Pak?" tanya Gunawan.
"Semuanya dalam kondisi Baik, Pak Gunawan." jawab Pak Jali.
"Syukurlah kalau begitu." ucap Gunawan yang terlihat tersenyum.
Safira memang jarang sekali jalan-jalan, wanita itu hanya fokus untuk mengurus keluarganya. pernikahannya dengan Rudi tentu saja wanita itu jarang sekali diajak keluar, karena Rudi sendiri lebih mementingkan jalan-jalan bersama dengan selingkuhannya.
"Apa tempatnya masih jauh, mas?" tanya Safira.
"Tidak juga, sekitar 30 menit sudah sampai." jawab Rudi.
__ADS_1
"Papa, Kita menginap di sini Berapa hari?" tanya Yufan.
"Sekitar 3 hari, Sayang." jawab Gunawan.
"Kenapa tidak satu bulan?" tanya Ivan yang membuat Safira malah tersenyum.
"Memangnya kamu mau pindah di sini ya?" tanya Safira.
"Kita mau bersenang-senang di sini, Mama." jawab Ivan.
"Nanti saja kalau kalian sudah libur kenaikan sekolah itu kan waktunya lumayan lama sekitar 3 minggu, jadi nanti kita habiskan waktu selama itu di sini, oke." ucap Gunawan yang di angguki oleh si kembar.
"Memangnya kamu nggak kerja, mas?" tanya Safira.
"Aku bisa pantau dari sini aja, lagi pula capek juga kan bekerja terus menerus." jawab Gunawan yang kemudian memegang tangan Safira.
DEG..
DEG..
selalu saja Safira merasakan debaran yang benar-benar sangat aneh saat Gunawan memperlakukan dia seperti itu, Safira selalu saja salah tingkah. setelah 30 menit kemudian akhirnya mereka sudah sampai di villa milik Gunawan, di sebelah villa itu ada resort yang sangat mewah memang tempat itu milik Gunawan.
*Ayo kita keluar," minta Gunawan yang membuka pintu mobilnya. pemandangan yang benar-benar tidak pernah dilihat oleh Safira Hal itu membuat Safira begitu bahagia, Hari ini adalah hari yang begitu luar biasa bagi Safira. mereka bersenang-senang dengan semua kejenuhan yang selalu dia rasakan.
"Hufff..., capeknya..," ucap Safira yang dari tadi bermain dengan anak-anak di belakang kebun villanya.
"Gimana, suka nggak?" tanya Gunawan tempatnya.
"Bagus banget loh Mas." jawab Safira.
"Nanti kalau anak-anak libur kenaikan sekolah kita ke sini lagi, kita habisin waktu yang sangat lama." ucap Gunawan.
Safira nampak tersenyum, saat kemudian Gunawan mendekati Shafira kemudian memberikan kecupan di keningnya.
"Ayo kita mulai hidup bersama, bersama anak-anak dan bersama adik-adik si kecil nanti." ucap Gunawan.
__ADS_1
Sebagai seorang wanita Safira hanya bisa menganggukkan kepalanya, dia bisa menerima cinta dia juga bisa memberi cinta. sore itu akhirnya Safira dan Gunawan kembali ke resort, namun ternyata Gunawan sudah membawa beberapa makanan dan sosis untuk barbeque.
"Semenjak Kapan masnya nyiapin ini semua?" tanya Safira.
"Kan banyak pelayan, Jadi mereka aku minta untuk mempersiapkan ini semuanya, nanti kita pesta barbeque, menatap langit sama kita honeymoon." bisik Gunawan yang membuat Safira kembali tersenyum kemudian memukul pundak Gunawan.
"Apaan sih mas." ucap Safira.
"Iya kan, sekali-kali kita ini honeymoon Setelah itu kita menghabiskan waktu bersama anak-anak." jawab Gunawan.
Bahagia, itulah yang sekarang ini dirasakan oleh Safira. namun kebahagiaan yang sudah ada di tangan Safira itu terasa tidak diterima oleh orang lain. Satria dan beberapa anak buahnya juga sudah berada di pulau Dewata, pria itu sudah mempersiapkan beberapa rencana.
"Tuan, mereka akan merencanakan berlayar besok. mereka akan menggunakan kapal pesiar berkeliling lautan." ucap salah satu anak buah Satria.
"Baguslah kalau begitu, selesaikan rencana ini untuk besok. Karena aku tidak ingin rencana besok akan gagal apalagi rencana itu akan rusak, jika sampai kalian merusak seluruh rencana itu kalian akan mendapatkan hukuman dariku. Aku tidak ingin pria itu hidup aku ingin pria itu segera mendaftarkan diri ke akhirat." ucap Satria yang terlihat benar-benar seperti seorang iblis yang baru keluar dari neraka. pria itu menginginkan istri orang, pria itu ingin menghancurkan kebahagiaan yang baru didapatkan oleh Safira.
Memangnya Apa kesalahan Safira, dia selalu saja mendapatkan cobaan-cobaan dan cobaan. malam ini Gunawan Safira dan yang lain mengadakan pesta barbeque mereka bersenang-senang, mereka begitu bahagia saling bercanda gurau dan saling tertawa dengan semua kebahagiaan yang mereka rasakan.
"Besok kita akan berlayar, kita akan mengarungi lautan dan kita akan berkeliling seharian." ucap Gunawan.
"Apa tidak apa-apa, Mas?" tanya Safira.
"Tentu saja tidak apa-apa, Pokoknya besok kita bersenang-senang, kamu harus ingat kita bawa makanan yang banyak kita makan di atas kapal pesiar." ucap Gunawan yang membuat si kembar langsung bersorak gembira.
"Yeyeye.., bagus Papa. kami juga mau berlayar ke lautan!!" seru si kembar yang terlihat begitu bersemangat dengan semua yang dikatakan oleh Gunawan.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
__ADS_1
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian