KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Waktu mulai berjalan


__ADS_3

Beberapa kebahagiaan memang sudah diciptakan oleh Tuhan, namun terkadang manusia lah yang selalu membuat kebahagiaan itu pergi dengan sendirinya. hari ini Safira benar-benar menjadi wanita yang sempurna, malam ini Gunawan memboyong Safira ke kamarnya. pria itu meminta Safira untuk tinggal bersamanya pria itu ingin mengungkapkan semua perasaannya.


"Kalau aku tidur di sini Lalu bagaimana dengan anak-anak, mas?" tanya Safira.


"Mereka kan sudah besar, masa mereka masih mau ditunggu terus." jawab Gunawan sambil tersenyum.


Alunan musik yang sudah dihidupkan oleh Gunawan membuat pria itu terbuai dengan alunan melodi yang begitu indah. terlihat Gunawan mulai memberanikan diri untuk menyentuh wajah istrinya, memberikan ciuman yang begitu berhasrat. Safira hanya mampu memejamkan matanya merasakan ciuman yang begitu membara dari sang suami, pergulatan dua bibir itu benar-benar begitu berbeda. terlihat Gunawan terus memberikan kata-kata yang begitu menggoda, perlahan-lahan Gunawan membaringkan istrinya memberikan ciuman yang begitu menuntut, ciuman itu begitu membara ciuman yang begitu berhasrat.


Hanya ada suara ******* yang keluar dari mulut Safira, wanita itu tidak mampu menahan semua gejolak yang dia rasakan. satu kata namun akan menjadi satu irama, satu kata yang mungkin membuat menjadi satu buah yang cinta perlahan-lahan. Gunawan menanggalkan pakaian sang istri pria itu tersenyum dengan semua perasaannya.


"Aku ingin cinta ini tumbuh di rahimmu." bisik Gunawan yang kemudian mulai memberikan Cumbuan kepada sang istri.


suara ******* Safira terus keluar dari mulutnya, Gunawan yang mendengar suara itu nampak pria itu semakin bersemangat. gairahnya semakin membara pria itu tidak akan melepaskan hasrat yang begitu luar biasa.


Gerakan yang dilakukan oleh Gunawan membuat Safira merasakan sebuah kenikmatan. tak ada kata namun senyum yang ditunjukkan oleh Safira membuat Gunawan semakin bergelora, suara ******* kedua insan itu semakin memburu, terlihat Gunawan semakin bersemangat dengan semua aktivitasnya.


"Aku hampir merasakan pelepasan, sayang." ucap Gunawan.


Safira tidak mengeluarkan kata sama sekali, wanita itu hanya mampu menahan sensasi yang begitu luar biasa, beberapa dorongan akhirnya membuat Gunawan merasa mendapatkan pencapaian, pria itu mengeluarkan, kebahagiaan dan kepuasan itu benar-benar terlihat di wajah sepasang suami istri itu. ciuman kembali diberikan oleh Gunawan Setelah dia mendapatkan titik pencapaian hasratnya, akhirnya kedua insan itu terlelap setelah mereka meraih titik puncak kenikmatan mereka.


Safira nampak tersenyum menatap suaminya yang terus memeluk dirinya, Beberapa hari kemudian pagi ini Gunawan ingin mengajak istrinya ke perusahaan. pria itu akan memperkenalkan sang istri dengan semua aktivitasnya. seorang wanita muda yang mungkin usianya sepantaran dengan Safira, terlihat wanita itu menatap Safira dengan tatapan mata yang sedikit tidak suka.


"Oh ya, Risa, mulai sekarang Tolong kamu persiapkan segala sesuatu keperluan istriku, mulai sekarang istriku akan membantuku di perusahaan." ucap Gunawan sembari memperkenalkan sang istri.


Risa yang melihat seorang wanita yang datang bersama Gunawan, nampak wanita itu benar-benar tidak suka. senyum yang ditunjukkan oleh Risa adalah senyum yang penuh kebohongan, wanita itu nampak tersenyum namun di dalam hati dia benar-benar merasakan kekesalan yang sangat luar biasa.

__ADS_1


"Selamat pagi!" seru Andira yang sudah berada di kantor Gunawan.


"Selamat pagi Mbak." jawab Safira.


"Ya begitu dong Gunawan, ajak istrimu ke perusahaan. kalau dia bekerja di perusahaan orang lain bisa-bisa istrimu ini digondol orang." sindir Andira yang membuat Gunawan langsung memukul pundak Andira.


"Diam lu, dasar wanita bawel." ucap Gunawan yang kemudian masuk ke dalam kantornya.


Risa yang melihat seorang wanita yang sudah diakui oleh Bosnya itu nampak wanita itu benar-benar tidak suka, Risa menunjukkan ketidaksukaan itu dengan begitu jelas, Safira yang melihat wanita itu pun dia juga merasa kalau kita tidak menyukai kehadirannya.


"Oh ya, Fira. kamu harus hati-hati dengan para wanita yang ada di perusahaan ini loh." ucap Andira yang memberikan peringatan kepada Safira.


"Memangnya ada apa, Mbak?"tanya Safira.


"Beberapa dari para karyawan juga para rekan bisnis suamimu itu menaruh perhatian dengan suamimu, jadi karena kamu sudah ada di sini kamu harus memborgol suamimu agar dia tidak kelayapan. pria itu sukanya tebar pesona tapi dia tidak pernah mengakui kesalahannya." ucap Andira yang membuat Gunawan hanya menggelengkan kepalanya.


"Halo, aku ini kakakmu loh Gunawan. kamu ini brengsek banget sih ngatain aku seperti itu, Apakah kamu tidak takut kalau aku melaporkan semua kelakuan ilmu ini kepada kakakmu?" tanya Andira yang membuat Gunawan mencibir wanita itu.


"Halo..., dia itu bukan kakakku tahu. dia itu bibiku, Ngapain juga kamu menikahi pria tua seperti itu. Kamu itu punya kebiasaan jelek banget sih." jawab Gunawan yang membuat Andira terdiam.


"Paman, paman yang mana Mas?" tanya Safira. karena wanita itu memang belum pernah bertemu dengan suami dari Andira.


"Sayang, apa kamu tidak tahu Pria tua yang beberapa waktu lalu datang ke pernikahan kita? memberikanmu amplop tebal serta memberikan wejangan yang panjang lebar itu?" tanya Gunawan yang membuat Safira mengingat apa yang dikatakan oleh suaminya itu.


"Paman baik hati itu ya, Mas?" tanya Safira.

__ADS_1


"Betul sekali, sayang. dia adalah suami dari cewek gadungan ini, cewek jadi-jadian yang sudah membuat pamanku itu terjebak." jawab Gunawan yang membuat Andira sedikit kesal.


"Halo.., Siapa yang kamu bilang menjebak dan siapa yang kamu bilang wanita jadi-jadian. Aku ini wanita tulen wanita cantik dan wanita yang penuh semangat 45." jawab Andira yang membuat Safira hanya bisa tersenyum.


"Tapi Paman itu baik banget loh mas, Bahkan dia memberikan kita hadiah yang sangat luar biasa." ucap Safira.


"Tentu saja pamanku itu orang kaya, pantesan aja cewek jadi-jadian ini mengejar pamanku tanpa henti sama sekali. Kalau pamanku kere sih nggak mungkin dia mau mengejar pria tua seperti itu." cibir Gunawan yang membuat Andira langsung marah.


"Halo..., apakah ada orang yang berbicara. kok terdengar ada suara orang bicara ya jangan-jangan itu setan." ucap Andira yang membuat Gunawan sedikit kesal.


Memang sedikit cerita mengenai Andira, wanita itu menikah dengan paman dari Gunawan ketika usianya 25 tahun, Paman Gunawan sudah berusia 40 tahun sedangkan Gunawan waktu itu berusia sama dengan Andira. wanita itu terus berusaha untuk mengejar Paman Gunawan, cinta mereka bersambut dan sekarang usia Andira sudah 32 tahun, pernikahan mereka sudah lebih dari 13 tahun. Andira mempunyai dua anak yang sudah sekolah SMP.


"Kok aku tidak pernah melihat anak-anak Mbak Andira?" tanya Safira.


"Mereka ada di Amerika, Fira. mereka dibawa suamiku ke sana, kalau aku ada waktu aku ke sana kalau mereka sudah selesai dengan pekerjaannya mereka akan ke sini." jawab Andira dengan senyum.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu

__ADS_1


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian


__ADS_2