KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Ivan Pergi bersama Aisyah


__ADS_3

Entah apa yang terjadi dan entah apa yang ada di sebuah tulisan takdir ilahi, beberapa hari ini Ivan selalu mengeluarkan keluh kesannya kepada Aisyah. sudah hampir dua minggu ini indah sudah berada di Jakarta, bekerja di salah satu toko pakaian branded dan sangat mahal.


Sebagai seorang wanita yang berasal dari desa Indah ataupun Aisyah selalu mengutamakan kesederhanaan dan sopan santun, mereka hari ini hari Minggu Yufan mengajak Ivan untuk pergi ke rumah Aisyah. Yufan menggunakan taktik untuk menemui Indah agar pria itu tidak selalu ke tempat kekasihnya.


"Memangnya kita mau ke mana, Yufan?" tanya Ivan kepada saudara kembarnya.


"Tentu saja aku jalan-jalan." jawab Irfan.


"Lalu kenapa kamu mengajak aku?" tanya Ivan kepada Yufan.


"Tentu saja aku mengajakmu, Mana mungkin aku membiarkan Aisyah menjadi obat nyamuk diantara kami. Kamu tahu kan indah memintaku untuk mengajak Aisyah, jika Aisyah bersamaku nanti dibilang aku pacaran dengan dua gadis sekaligus." jawab Yufan dengan kata-kata yang memang masuk akal.


"Baiklah kalau begitu, Aku akan menemanimu tapi jangan terlalu lama." jawab Ivan.


"Memangnya kenapa kalau lama? kalau orang jalan-jalan cuma 5 menit bukannya jalan-jalan." ucap Yufan yang membuat Ivan tersenyum.


Setelah beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di rumah kos Aisyah. Yufan terlihat tersenyum ketika dirinya melihat indah dan Aisyah sudah berada di depan tempat mereka.


"Untung saja mereka sudah selesai berdandan." ucap Yufan.


"Memangnya kenapa?" tanya Ivan kepada saudara kembarnya.


"Tentu saja untung, kalau tidak bisa-bisa kita pasti akan berada di sini dan kita akan membusuk karena menunggu seorang wanita berdandan." jawab Yufan.


"Kamu ini bisa saja, kalau yang aku tahu sih mereka berdua itu tidak separah Zaskia. karena Wanita itu kalau berdandan dari subuh hingga matahari menampakkan dirinya." ucap Ivan yang membuat Yufan nampak tersenyum.


"Kalau suka berdandanan si nggak apa-apa, Tapi kalau mulutnya ember, sower tidak bisa ditata juga punya mulut terlalu membual terus itu bisa membuat kita benar-benar dalam masalah, Ivan." ucap Yufan.


Ivan tahu ke mana arah pembicaraan saudaranya itu, pria itu nampak tersenyum dan tidak menghiraukan kata-kata yang diucapkan oleh Yufan.


"Kalian dari mana saja, kok kami dari tadi menunggu tidak datang juga." indah yang terlihat kesal karena menunggu si kembar sampai 1 jam lamanya.

__ADS_1


"Ini kan sudah tepat waktu, kok kalian bilang terlambat?" tanya Yufan.


"Tepat waktu Bagaimana, kalian itu molor sampai 1 jam. kami menunggu di luar kost ini sampai didatangi berapa pria, kalian kira kami ini majang diri apa." sindir Indah.


"Maksudmu?" tanya Yufan.


"Aku kan sudah telepon kamu untuk datang pukul berapa? sedangkan kalian kalau sama perjalanan itu cuma berapa menit tambah berapa, sedangkan Ini kalian udah molor 1 jam. kami menunggu di sini sudah satu jam." indah yang marah lagi karena kedua pria itu datang lebih dari satu jam.


"Maaf ya Sayang, aku tidak tahu aku tadi tidak melihat ponselku. aku kira tadi ini waktunya udah tepat." jawab Yufan yang mencoba untuk menghindar dari permasalahan.


"Waktu sudah tepat apanya, aku bilang pukul 09.00 kalian ke sini pukul 10. lalu 1 jam itu tidak lama Apa, kami menunggu seperti gadis yang mencari mangsa." ucap Indah.


"Sudahlah Indah, lebih baik kita masuk daripada kita menghabiskan waktu di pinggir jalan seperti ini. nanti kita dikira lagi ngapa-ngapain." ucap Aisyah yang kemudian menarik Indah untuk segera masuk ke dalam mobil.


Sekitar satu jam kemudian akhirnya mereka sudah sampai di sebuah tempat yang ternyata di sana wahana hiburan serta tempat bioskop.


"Ngapain kira kemari? jadi rencananya tadi mau ke sini?" tanya Ivan.


"Kamu kira aku ini anak kecil apa, disuruh naik Wahana roller coaster dan lain sebagainya gitu." ucap Ivan.


"Jangan bilang seperti itu dong, Ivan. kita ini mencoba untuk mencari jalan bersenang-senang, ngapain juga kita ke sana ke sana Setelah itu ujung-ujungnya cuma main air." jawab Yufan.


Terlihat Indah dan Aisyah hanya tersenyum saat melihat pertengkaran saudara kembar tersebut. "Mas Ivan, apa Mas Ivan ada janji dengan mbak Zaskia?" tanya Aisyah. seketika Ivan menoleh menatap Aisyah.


"Memangnya kenapa?" tanya Ivan.


"Kalau Mas Ivan ada janji dengan mbak Zaskia lebih baik Mas Ivan pulang saja, tidak apa-apa daripada nanti hubungan kalian malah memburuk. Mas Ivan bisa kan cari taksi online." ucap Aisyah yang membuat Indah dan Yufan benar-benar sangat tidak menyukai kata-kata yang diucapkan oleh Aisyah.


"Ya bukan seperti itu sih." ucap Ivan yang sedikit kebingungan.


"Mas Ivan Lebih baik kembali, Mas Ivan kan bisa lain kali jalan-jalan sama kami, daripada Mas Ivan kebingungan lebih baik kan Mas pergi aja. kami tidak apa-apa kok nanti kan aku bisa sama Indah." ucap Aisyah yang membuat Ivan benar-benar merasa tidak enak. kalau Zaskia tidak akan mungkin mempunyai pemikiran seperti itu, waktu mereka jalan-jalan tiba-tiba Safira menelpon wanita itu akan sangat marah luar biasa. bahkan wanita itu mengatakan kalau Safira dengan sengaja mengganggu kegiatan mereka.

__ADS_1


"Ya sebenarnya sih aku tidak ada acara sama dia, soalnya tadi aku bilang sama dia Aku sedang ada meeting." jawab Ivan.


"Ya sudah kalau begitu, kalau kamu sudah bilang ada meeting lebih baik kita bersenang-senang. masa sih kamu tega Kamu udah di sini gara-gara kamu rencana kami batal." cibir Yufan


Ivan mengikuti apa yang mereka lakukan, akhirnya keempat orang itu berjalan-jalan di sekitar tempat Wahana wisata. pertama mereka melihat bioskop film romantis juga humor, Setelah itu mereka pergi ke wahana hiburan dan naik roller coaster. suara canda tawa dan kebahagiaan itu benar-benar dirasakan oleh Ivan, biasanya kalau dia bersama Zaskia wanita itu hanya mengajak Ivan berbelanja, nonton bioskop dan makan-makan saja. tapi bersama Aisyah suasana benar-benar sangat berbeda.


"Oh ya Mas Ivan, mau makan apa? aku sama Indah mau membeli sesuatu." ucap Aisyah.


Ivan menatap Aisyah, pria itu terlihat senyum yang begitu tulus ditunjukkan oleh Aisyah.


"Memangnya kamu mau makan apa?" tanya Ivan kepada Aisyah.


"Aku mau makan hot dog sama es teh." jawab Aisyah.


"Ya sudah kayak begitu, sama saja aku belikan itu." jawab Ivan yang kemudian berdiri mengikuti kepergian Aisyah.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan

__ADS_1


__ADS_2