KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Menangkapmu


__ADS_3

"Ada apa?" tanya Reno.


"Di dalam ada mobil kontainer yang baru masuk." jawab Sheila sambil menunjuk mobil kontainer yang beberapa menit yang lalu masuk.


"Kenapa di hotel ada mobil kontainer? memangnya mereka membawa apa, apa peralatan hotel?" Pak Andi yang bingung karena beberapa barang yang ada di hotel baru diganti.


"Memangnya kamu tidak pernah tahu kalau di hotel sering ada mobil kontainer?" tanya Reno .


"Tentu saja tidak, Tuan Reno. bahkan sebagai direktur Aku tidak pernah mendapatkan informasi ini." pak Andi yang sangat bingung dengan kenyataan yang ada di depannya.


"Kamu ini benar-benar direktur abal-abal, masak ada barang masuk kamu tidak tahu." sindir Reno yang menyipitkan matanya. pria itu benar-benar seolah menghina pak Andi yang memang tidak tahu menahu mengenai hotel yang dia pegang.


"Memangnya siapa sih pemilik hotel ini, apa hotel ini hotel? gelap kok semua tindakan yang ada di hotel ini terasa aneh ya." ucap Sheila dengan semua pemikiran yang ada di otaknya.


"Apa kamu kenal seorang pengusaha yang dulu bernama Satria sekarang bernama Satya?" tanya Reno sembari memperhatikan mobil kontainer yang puntu belakangnya sudah mulai dibuka.


"Siapa tadi?" Sheila yang terkejut saat Reno mengatakan nama pemilik hotel tersebut.


"Satria atau Satria." jawab singkat Reno.


Kedua bola mata Sheila langsung membulat sempurna saat mendengar nama pria itu, karena pria itu adalah musuh bebuyutan papanya. pria yang selalu berusaha untuk menghancurkan papanya pria yang selalu berusaha untuk mengambil mamanya. "Jadi pria tidak punya otak itu pemilik hotel ini?" tanya Sheila.


"Apa kamu kenal pria itu?" tanya Reno.


"Tentu saja aku kenal pria itu, pria itu adalah pria yang berusaha untuk mengambil mamaku. beberapa tahun yang lalu dia berusaha untuk menghancurkan perusahaan papaku, kami hancur total setelah itu Papa berusaha keras untuk mengambil kembali perusahaannya dibantu oleh tanteku." jawab Sheila.


Dua orang yang mempunyai musuh sama, dua kekuatan yang mungkin akan saling membantu sama satu sama lain.


"Baguslah kalau begitu, Dengan begitu kita bisa menghancurkan pria itu secepatnya. kita tidak boleh membiarkan pria itu hidup dengan semua tingkahnya, kalau bisa kita buat dia hancur kita buat dia seperti orang bodoh." jawab Reno yang kemudian mulai mengeluarkan ponselnya dan membuat video kejadian itu. begitu pula dengan Sheila, kedua orang itu harus mencari bukti mengenai tindakan yang ada di hotel gelap yang ternyata milik Satria.


"Selamat, kalau begitu kita harus segera menangkap pria itu. dia tidak boleh lepas dan dia tidak boleh berkeliaran seperti orang gila." Sheila yang begitu bersemangat setelah mendengar kalau pemilik hotel itu adalah Satria.

__ADS_1


Sekitar 10 menit kemudian mereka sudah mengetahui kalau isi dari mobil kontainer itu adalah beberapa barang sekaligus beberapa manusia.


"Itu para wanita Kenapa mereka keluar bersama barang-barang itu?" Pak Andi yang sangat kebingungan dengan beberapa kenyataan yang ada di depannya.


"Kemungkinan besar mereka adalah para wanita yang bekerja di tempat itu." jawab Reno.


Sheila mendapatkan semua bukti-bukti yang sangat lengkap, akhirnya tiga orang itu keluar dari gudang.


"Bukti-bukti itu bisa membuat pria brengsek itu masuk penjara." Reno yang terlihat begitu bersemangat dan dia akhirnya mendapatkan sebuah senjata untuk menghancurkan Satria.


Pria itu adalah pria ular begitu licin bahkan sangat sulit untuk dihancurkan. tapi mungkin saja ini adalah jalan dari Tuhan untuk kehancuran Satria ketika mereka sudah mendapatkan butik-butik itu. setelah dari hotel Satria dan Sheila pergi ke tempat masing-masing untuk menduplikat barang bukti itu. mereka harus berjaga-jaga mungkin saja ada kebocoran atau mungkin saja ada yang berkhianat.


Rumah Gunawan


"Selamat sore pa." sapa Sheila.


"Selamat sore, Sayang. sudah pulang ya?" tanya Gunawan.


"Mama sedang tidur, katanya tidak enak badan. kamu tahu lah sayang Mama benar-benar sangat capek dengan semua kesibukan yang selalu mama lakukan." jawab Gunawan yang kemudian melipat koran yang dia baca.


"Oya, Pa. ada sesuatu yang harus kita bicarakan." Shela yang berbicara dengan serius hingga membuat Gunawan menatap putrinya dengan begitu tajam.


"Memangnya ada apa, Kok serius banget?" tanya Gunawan.


"Ini mengenai pria yang bernama Satria, Pa." jawab Sheila.


"Memangnya ada apa, Apa yang dilakukan oleh pria itu, sayang?" tanya Gunawan.


"Aku sudah mempunyai beberapa bukti yang akan membuat pria itu masuk penjara dan tidak akan bisa keluar, Pa." jawab Sheila dengan senyum yang begitu lebar.


"Benarkah, lalu kamu mempunyai bukti apa? kalau begitu kita harus segera membuat pria itu masuk penjara, dia adalah pria brengsek yang selalu membuat orang lain dalam kesusahan." Gunawan yang terlihat sudah emosi dengan kata-kata yang diucapkan oleh putrinya mengingat masa lalu tentu saja Gunawan akan sangat marah saat dia harus mengalami kehancuran total. Bahkan dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.

__ADS_1


Untung saja Safira adalah seorang istri yang sangat luar biasa, dia tidak pernah berfoya-foya dan dia bukanlah tipe istri yang akan membelanjakan uang tanpa kejelasan.


"Papa tenang saja." ujar Sheila.


"Papa tidak akan pernah tenang sebelum pria itu masuk penjara, dia sudah menghancurkan keluarga kita seperti kita ini barang tidak layak pakai. kita akan tahu Setelah pria itu hancur, ayah yakin dia sudah melakukan suatu kejahatan yang lebih menakutkan.* ucap Gunawan.


"Oya, Pa. Apakah aku boleh meminta tolong kepada Papa?" pinta Sheila dengan penuh harap kepada Papanya.


"Memangnya kamu mau meminta tolong apa." jawab Gunawan.


"Aku ingin menjebak pria itu, Pa. aku harus menjurumuskan dia, dia menjebak seorang wanita hingga wanita itu masuk penjara. aku dan Paman Ferdi sudah menyelidiki masalah itu, kami tinggal mencari bukti-bukti setelah itu akan kubuat dia masuk penjara dan tidak akan bisa keluar lagi." Sheila akan memperjuangkan Semua yang dia inginkan menjebloskan pria yang sudah berbuat jahat.


"Ya sudah kalau begitu, Papa akan membantumu, papa akan meminta detektif yang sudah Papa percaya untuk menyelidiki hal ini. Oh ya kamu tenang saja pasti kasus wanita yang kamu bicarakan itu akan segera selesai, kita akan memenjarakan Satria dengan semua kebusukannya." setelah mengatakan hal itu akhirnya Gunawan pergi meninggalkan putrinya untuk berbicara dengan salah satu temannya.


Mereka berdua adalah korban kejahatan Satria, karena itu mereka akan membuat suatu rencana agar Satria masuk penjara dan tidak akan pernah keluar lagi. begitu pula dengan Reno yang sudah mendapatkan bukti-bukti tersebut, pria itu tidak akan melepaskan orang yang sudah menghancurkan keluarganya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan

__ADS_1


__ADS_2