KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Dinas ke luar kota


__ADS_3

Sepulang kerja terlihat Safira berbicara dengan si kembar mengenai kepergiannya besok untuk waktu beberapa hari.


"Mama, Memangnya Mama beneran mau pergi?" tanya Yufan dan Ivan.


"Mau bagaimana lagi, Sayang. Mama kan bekerja, kalau mama tidak mau pergi bagaimana?" tanya Safira.


"Lalu, Mama akan pergi berapa hari?" tanya Ivan.


"Sekitar 5 atau 7 Hari, Sayang." jawab Safira.


"Mama banget sih mah." ucap Yufan sambil menunjukkan raut wajahnya yang begitu sedih.


"Habis gimana lagi, namanya juga kerja." ucap Safira.


"Kenapa sih Mama harus kerja, nanti aku bilang sama papa kalau Mama nggak usah kerja." ucap Yufan yang terlihat menatap Safira dengan mata yang berkaca-kaca.


"Jangan seperti itu, kita kan bisa video call setiap waktu. jadi mama bisa berbicara dengan kalian terus." ucap Safira.


"Video call itu tidak sama dengan berbicara berhadapan Ma," rengek Ivan kepada Safira hingga membuat wanita itu sedikit kebingungan.


Hari ini Gunawan pulang agak sore, pekerjaannya sudah selesai semua dan dia ingin menghabiskan waktu bersama anak-anaknya.


"Yufan, Ivan." Panggil Gunawan yang baru pulang.


2 bocah yang sedang berbincang-bincang dengan Safira di ruang keluarga nampak mereka berdiri untuk menemui Papa mereka.


"Papa, tumben pulang jam segini." tanya Yufan.


"Papa udah selesai kerja, jadi pulang agak sore." jawab Gunawan. Entah mengapa Gunawan menatap dua anaknya yang raut wajahnya begitu sedih. "Ada apa, kok wajahnya seperti itu?" tanya Gunawan.


"Mama Pa." ucap Ivan.


"Memangnya mamamu kenapa?" tanya Gunawan sambil menatap wajah Safira.


"Katanya mama mau dinas keluar kota selama 1 minggu, Pa." ucap yufan sambil menundukkan kepalanya.


DEG...


jantung Gunawan terasa terhentak ketika dirinya mendengar kalau Safira akan pergi. saat Gunawan menenangkan kedua putranya ternyata Safira juga berjalan ke tempat Gunawan.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Gunawan.


"Begini loh tuan, di perusahaanku kan ingin meninjau beberapa anak perusahaannya yang ada di beberapa wilayah. jadi Kemungkinan besok sampai 5 atau 7 hari saya akan pergi ke luar kota." ucap Safira.


Entah mengapa Gunawan sedikit kebingungan dengan kata-kata yang diucapkan oleh Safira, pria itu sudah menikahi Shafira hampir satu tahun. namun dalam satu tahun itu Gunawan tidak pernah berinteraksi sama sekali dengan Safira, mengajaknya berbicara atau sedikit meluang waktunya pun Gunawan tidak pernah. Entah mengapa hari ini perasaannya begitu gelisah, kata-kata yang diucapkan oleh Andira terasa terngiang di telinganya terus-menerus.


"Kamu akan pergi ke sana dengan siapa saja?" tanya Gunawan.


"Mungkin dengan presdir lalu para pegawai yang ada di bagian pemasaran." jawab Safira.


Pekerja di bagian pemasaran itu artinya Safira akan pergi bersama dengan mantan suaminya. "Itu terserah padamu, aku tidak akan mencampuri urusanmu." jawab Gunawan yang kemudian pergi meninggalkan Safira.


Tatapan mata Safira menatap Gunawan yang memang tidak pernah sekalipun memberikan Dia sedikit perhatian, berbicara dengan wanita itu pun Gunawan hanya sebatas mengatakan kata-kata yang perlu dia katakan. 1 tahun pernikahan itu Safira hanyalah seorang pekerja di rumah Gunawan untuk merawat anak-anaknya, 1 tahun yang dihabiskan oleh Safira tanpa status sebagai seorang istri. tidak pernah dianggap bahkan Gunawan tidak pernah memanggilnya dengan panggilan yang spesial. Gunawan hanya memanggil Safira dengan panggilan kamu atau kau.


"Kalian dengarkan, Papa sudah mengizinkan Mama untuk pergi . jadi selama Mama tidak ada di rumah kalian jangan nakal ya." ucap Safira.


"Kenapa sih Mama harus pergi?" tanya Yufan dan Ivan berulang kali.


"Dengarkan mama, kalau semua masalah di perusahaan Mama sudah selesai, pasti Mama tidak akan pergi kemana-mana kan seperti biasanya?" tanya Safira yang membuat si kembar menganggukkan kepalanya.


Berbeda di tempat lain, terlihat Gunawan duduk di ranjangnya. pria itu membaringkan tubuhnya sembari menghembuskan nafasnya berulang kali. tak ada perkataan yang dikeluarkan oleh Gunawan, terlihat pria itu memejamkan matanya sembari memikirkan semua kata-kata yang diucapkan oleh sepupunya. wanita yang begitu berharga seperti Safira di campakkan, sudah dua kali dia harus mengalami hal itu.


Sesaat kemudian Gunawan duduk di kasur super besar tersebut, tatapan matanya menatap ruangan tersebut. seharusnya kamarnya tersebut menjadi kamar Safira juga, namun satu tahun pernikahan mereka Safira tidur di kamar si kembar. tidak pernah sekalipun Gunawan memperbolehkan Safira masuk ke kamarnya.


TOK..


TOK..


suara pintu kamar Gunawan diketok.


"Iya!" seru Gunawan.


"Ini saya, tuan." ucap Safira.


Mendengar suara Safira seketika Gunawan terduduk, pria itu kemudian berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu kamarnya


CEKLEK..


Gunawan yang membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Gunawan kepada Safira.


"Bisa saya bicara sebentar, tuan?" tanya Safira .


"Mau bicara apa." jawab Gunawan.


"Saya cuma akan berbicara sebentar, Tuan." ucap Safira.


"Cepat katakan." jawab Gunawan.


"Selama saya pergi, Tolong tuan jaga anak-anak." ucap Safira.


Gunawan menatap Safira dan kemudian tersenyum. "Apa maksudmu? kamu mau mengatakan hal itu seolah aku ini bukanlah ayahnya. Tentu saja aku akan menjaga anak-anakku, kamu kira aku ini adalah pria tidak bertanggung jawab. saat kamu pergi aku akan melukai anakku." ucap Gunawan.


Safira sedikit terdiam saat mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Gunawan. "Bukan seperti itu, Tuan." Safira yang terlihat kebingungan saat mendapatkan pernyataan dari Gunawan seperti itu.


"Aku tahu kalau kamu itu merawat anakku dengan baik, tapi bagaimanapun Aku adalah ayah mereka. aku tidak akan mencampakkan anak-anakku, walaupun kau tidak ada mereka akan baik-baik saja." jawab Gunawan dengan kata-kata yang sedikit pedas.


Bukan maksud Safira untuk mengatakan hal itu, dia hanya ingin mengatakan sesuatu kepada Gunawan namun jawaban yang dikeluarkan oleh Gunawan membuat Safira langsung menutup mulutnya dengan rapat.


"Baiklah kalau begitu, Tuan. Maaf jika saya salah berbicara." ucap Safira yang kemudian pergi meninggalkan Gunawan.


Terlihat Gunawan benar-benar tidak bermaksud mengatakan hal itu, dia sedikit kebingungan karena tiba-tiba ada berita kalau Safira akan pergi dinas keluar kota. Gunawan menutup pintu kamarnya, pria itu berjalan ke kamar mandi dengan pakaian yang masih lengkap. Gunawan mengguyur tubuhnya di dalam kamar mandi, pria itu menatap wajahnya di cermin yang ada di kamar mandi.


"Apakah aku salah jika aku jatuh cinta kepada wanita itu." ucap Gunawan.


Terlihat Gunawan terus melihat ke arah cermin, bayangan masa lalunya serasa begitu menghantuinya. kecelakaan yang menimpa istrinya seolah membuat perasaan cinta itu menghilang Bersama sang istri, namun sekarang hatinya mulai bergetar ketika dia menolong seorang janda yang telah dikhianati oleh suaminya. seorang wanita yang sama-sama menderita seperti dirinya


Tubuh yang dibasahi oleh air dengan pakaian yang masih menempel, Gunawan benar-benar tidak tahu apa yang dia rasakan. pria itu merasa begitu menderita, ada perasaan cinta juga ada penolakan dari mulutnya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu

__ADS_1


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian


__ADS_2