
"Tentu saja aku mencintaimu, kalau aku tidak mencintaimu Aku tidak mungkin bersamamu kan." ucap Ivan.
Terlihat Zaskia tersenyum dengan kata-kata yang diucapkan oleh Ivan, wanita itu kelihatannya mempunyai sifat licik bahkan di dalam pikirannya ada segudang otak kotor yang mungkin sudah dia tanam semenjak beberapa tahun lalu.
"Assalamualaikum!" seru seorang wanita yang bernama Indah.
"Waalaikumsalam, Indah. masuk ke sini." minta Safira kepada gadis muda yang usianya masih 20 tahun tersebut.
"Mbak indah mau cari bang Yufan ya?" tanya Sheila kepada Indah.
"Bukan, Sheila. Mbak indah cuma diminta Ibu Untuk mengantarkan makanan ini." jawab indah.
Safira menerima sekotak makanan yang diberikan oleh Indah. "Alhamdulillah, Terima kasih ya indah." ucap Safira.
"Iya Bu, sama-sama." jawab indah.
"Oh ya Mbak indah, jangan pulang dulu ya. sini aja dulu." pintu Sheila.
"Memangnya ada apa?" tanya Indah.
"Ini lho.., Ibu tadi itu mau ngajak aku ke kebun mangga. Mbak indah mau ikut tidak? mau panen mangga." jawab Sheila.
"Boleh, pohon mangga yang ada di kebun dekat sawah itu ya?" tanya Indah.
"Iya nanti bawa pulang buat ibu Mbak indah, yang aku tahu kan Ibu Mbak indah sangat suka mangga. di sana juga ada pepaya yang matang-matang lho Mbak." ucap Sheila.
"Iya, Ayo berangkat." jawab indah.
Safira memang selalu suka dengan sikap dan sifat dari indah, wanita itu selalu sopan dalam berbicara dan bertingkah dia tidak suka berpura-pura di depan orang lain. karena hal itu terkadang Safira selalu meminta Yufan untuk segera menikahi indah.
"Bang Ivan ada di mana, Sheila?" tanya Indah.
"Ada di kebun, Mbak. lagi panen mangga sama pepaya itu." jawab Sheila.
Terlihat indah tersenyum setelah mendengarkan jawaban dari Sheila.
__ADS_1
"Oh ya Mbak indah, Kenapa Mbak indah nggak sekolah lagi? kenapa lebih memilih bekerja?" tanya Sheila.
"Mbak Indah ingin bekerja dan memberikan kehidupan kepada orang tua Mbak Indah. kamu tahu sendiri kan orang tua Mbak Indah itu sudah tua, waktu mereka mempunyai anak Mbak Indah itu usianya sudah tua, jadi kalau Mbak sekolah lagi Mbak harus memakai uang Mbak itu untuk biaya sekolah, sedangkan kamu tahu sendiri kan kalau bapak Mbak Indah itu sering sakit-sakitan. butuh banyak biaya karena itu Mbak lebih memilih untuk bekerja." jawab Sheila.
"Mbak Indah baik banget deh, terkadang banyak orang yang tidak bersyukur dengan keadaannya bahkan di antara mereka ada yang terlalu sombong untuk mengakui jati dirinya." ucap Sheila.
"Buat apa kita harus sombong untuk mengakui kalau kita anak orang tidak mampu, biarkan saja tapi yang penting kita hidup dengan penuh kejujuran dan tidak melukai orang lain." jawab Indah.
Sheila selalu menyukai kata-kata yang diucapkan oleh indah, wanita itu benar-benar sama seperti Safira yang selalu berpikiran positif. "Mbak Indah, Kenapa tidak menikah dengan bang Yufan? biar kalian segera menjadi suami istri!" tanya Sheila.
"Itu semuanya terserah sama abangmu, Mbak Indah hanyalah seorang wanita tidak mungkin kalau Mbak Indah memaksa kakakmu untuk menikahi Mbak kan." jawab Indah.
Satu koin mempunyai dua sisi, seperti itulah kehidupan yang akan dijalani antara indah dan Yufan serta Ivan dan Zaskia.
Malam ini Safira mengundang indah dan Zaskia ke rumah mereka. terlihat Safira ingin kedua putranya untuk segera menjalani kehidupan mereka. sekitar pukul 07.00 malam mereka semuanya sudah berkumpul, di sana sudah berkumpul juga Irfan dan Delina serta Rudi dan Fenty.
"Oh ya Fira, ada acara apa ni? kok dikumpulkan semuanya?" tanya Rudi.
"Ya kita kumpul aja lah Mas, Memangnya nggak boleh kita kumpul sebagai keluarga seperti ini?" tanya Safira.
"Ya Boleh banget loh Mbak Fira, aku seneng banget kalau kumpul seperti ini. bisa makan kenyang." jawab Delina yang membuat Irfan hanya menggelengkan kepalanya.
"Iya, ada apa Irfan." jawab Gunawan.
Setelah mengatakan hal itu akhirnya Gunawan pergi ke sebuah tempat bersama Irfan. "Ada apa?" tanya Gunawan.
"Mas aku sudah melakukan apa yang Mas perintah beberapa tahun ini, beberapa perusahaan yang sudah diambil oleh Satria sudah kembali ke tangan Andira." jawab Irfan.
"Maksudmu?" tanya Gunawan.
"Kita harus kembali ke Jakarta Mas, jika tidak Perusahaan kita akan terbengkalai apa lagi dua perusahaan Mas itu sekarang berkembang pesat." jawab Irfan.
"Tapi, bagaimana ini, Irfan. di sini semuanya juga sudah berjalan selama berapa tahun, Apakah ada sesuatu yang terjadi di sana?" tanya Gunawan.
"Budi sudah tidak bisa mengatasi perusahaan itu, apalagi Andira juga harus mengurus beberapa perusahaan suaminya setelah pria itu meninggal." jawab Irfan.
__ADS_1
"iya aku tahu kalau Paman sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, apalagi perusahaan Paman itu lumayan banyak jika Andira memegangnya sendiri kasihan juga dia." ucap Gunawan.
"Lalu, apakah Mas akan kembali ke Jakarta?" tanya Irfan.
"Aku harus mengatakan hal ini kepada istriku dulu, Irfan. tidak mungkin kan aku langsung memboyong Mereka, lagi pula aku juga harus mengatur peternakan dan semua yang ada di sini." jawab Gunawan.
"Iya Mas, apa Lagi sekolah yang sudah kita bangun beberapa tahun yang lalu sekarang sudah menunjukkan hasilnya." ucap Irfan.
"Kalau sekolah sih aku masih bisa menyerahkan sementara kepada Rudi dan isterinya. tapi kalau peternakan aku serahkan kepada Pak Mardi kasihan dia, apalagi dia sudah tua." jawab Gunawan.
"Lalu, apa yang akan Mas lakukan?":tanya Irfan.
"Aku harus melakukan sesuatu untuk saat ini, Irfan. jika aku memintamu untuk di sini dan mengelola semua yang aku miliki, Apakah kamu mau?" tanya Gunawan yang membuat Irfan terdiam.
"Apakah Mas Gunawan yakin aku akan bisa mengembangkan peternakan, ladang dan sawah di sini?" tanya Irfan.
"Kalau aku mengajakmu ke kota aku yakin Istri dan anakmu itu tidak akan mau, Irfan. apalagi mertuamu kan sudah tua aku bisa menjamin kalau kamu tidak akan mau aku pisahkan dengan keluargamu." ucap Gunawan.
Irfan hanya terdiam karena apa yang dikatakan oleh Gunawan itu benar adanya. "Kalau Mas Gunawan percaya kepadaku, aku dan Pak Madi akan mengelola tempat ini." jawab Irfan yang membuat Gunawan kembali tersenyum.
"Tentu saja aku selalu percaya kepadamu, Irfan." jawab Gunawan yang kemudian mengajak Irfan untuk kembali ke ruang makan.
Terlihat di sana suara canda gurau terdengar begitu bahagia kecuali satu orang yang bersikap begitu Aku bahkan terkesan jijik kepada beberapa orang yang ada di ruangan tersebut. seperti itulah sikap yang selalu ditunjukkan oleh Zaskia yang terkadang membuat Ivan selalu tidak suka dengan sikapnya tersebut.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
__ADS_1
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan