
Marah, itulah yang sekarang terjadi kepada Reno. pria itu benar-benar tidak akan pernah menyangka Sheila akan mendapatkan luka.
BEBERAPA JAM KEMUDIAN
TRAK..
TRAK..
suara ranjang yang didorong oleh para suster.
"Bagaimana kondisi putri saya, dokter!!" seru Safira yang terlihat mengejar dokter pria yang barusan keluar bersama dengan putrinya.
"Tenang saja, nyonya. semuanya baik-baik saja. Untung saja tembakan itu tidak sampai mengenai titik fatal." jawab dokter.
"Dokter ini gila ya mengatakan hal itu, putriku sampai dioperasi kamu bilang tidak sampai mengenai titik fatalnya. kamu ini dokter apa tidak sih, Apa kamu mau mengajak aku berantem, dokter!!" seru Safira dengan suara yang benar-benar begitu menggelegar hingga membuat Gunawan yang sudah menikahinya 20 tahun tersebut sangat terkejut ketika melihat istrinya begitu murka.
"Maafkan saya Nyonya, bukan saya bermaksud untuk mengatakan hal itu tapi untung saja luka yang dialami oleh Putri anda tidak sampai parah. karena luka itu hanya menembus kulit bagian luarnya tidak sampai menembus tangannya." jawab dokter yang membuat Safira kembali murka untuk yang kedua kalinya.
"Pak Dokter, Pak Dokter ini baru keluar dari rumah sakit jiwa ya, Pak Dokter bilang seperti itu enteng banget tidak sampai menembus tangan putriku, dokter ini benar-benar Mau mengajak aku berantem ya!" teriak Safira yang membuat Gunawan benar-benar syok saat melihat kemarahan istrinya.
"Sayang, sayang, Sudahlah." ucap Gunawan.
"Tidak Mas, aku tidak mau diam. Lihatlah dokter ini cara menjawabnya enak banget loh!" seru Safira.
"Iya Pak Dokter kan mencoba untuk menjelaskan kepada kita, dia itu tidak bermaksud apa-apa. kamu tidak boleh semarah ini, ayo kita ikuti para perawat itu untuk menemui Putri kita." Gunawan yang mencoba untuk menenangkan istrinya. menikah selama 20 tahun namun tidak pernah sekalipun Gunawan melihat istrinya semarah ini.
"Iya Tante, Nanti Reno akan mencari Siapa orang yang berusaha untuk melukai Sheila. tante tenang saja tante percaya padaku kan?" tanya Reno yang membuat Safira langsung menganggukkan kepalanya.
"Aduh, ini istriku gimana sih. aku mencoba untuk menenangkan dia. dia masih ngotot aja giliran menantunya yang bilang gitu dia menganggukkan kepalanya. ini wanita Kok kelihatannya lebih menurut sama anak-anak sih." gerutu Gunawan dalam hati yang kemudian memeluk sang istri dan membawanya ke tempat Sheila.
Safira begitu kebingungan, tapi yang terluka malah sedang tertawa melihat televisi.
"Sayang!" seru Safira.
"Mama, Papa!" Sheila yang terkejut saat melihat kedua orangtuanya.
__ADS_1
"Kamu baik-baik saja, sayang?" tanya Reno kepada Sheila.
"Iya Mas, aku takut saja." jawab Sheila dengan begitu tenang.
Safira yang melihat putrinya tangannya diperban, nampak wanita itu menatap Sheila yang tersenyum melihat televisi.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Safira.
"Aku tidak apa-apa, ma. cuma luka yang tidak terlalu dalam saja." jawab Sheila.
"Tanganmu tidak sakit?" tanya Safira kembali.
"Tidak ma, aku tidak apa-apa jangan khawatir." jawab Sheila.
"Ya ampun, mamanya sedang khawatir seperti ini malah dia berbicara begitu santai. Aku mau lihat seperti apa sih putriku ini." gerutu Safira.
"Tenang Ma, tenang saja." ucap Sheila yang kemudian mencoba untuk menenangkan Mamanya.
Sudah berulang kali Safira selalu mengatakan kepada putrinya untuk meninggalkan pekerjaan yang sekarang dia geluti. namun bukan Sheila namanya kalau wanita itu tidak bersikukuh.
"Oh ya, Dokter. kapan putri saya boleh pulang?" tanya Gunawan.
"Besok sudah bisa pulang Pak, karena dia tidak apa-apa kok." jawab Pak Dokter.
"Kalau tidak apa-apa kenapa putri saya sampai pingsan, dokter?" tanya Safira.
"Itu karena dia sangat terkejut saat mendengar tembakan dan mengalami tembakan itu, Nyonya." jawab Pak Dokter dengan nada suara yang begitu lembut dan berusaha untuk menjelaskan kepada Safira.
Safira terlihat menganggukkan kepalanya kemudian berbicara dengan putrinya. Reno juga memberitahukan penembakan yang di alami oleh Safira kepada Paman Ferdi.
"Kamu sekarang ada di mana, Reno?" tanya Paman Ferdi.
"Aku sekarang berada di rumah sakit, Paman. mungkin besok Sheila sudah bisa pulang." jawab Reno.
"Aku yakin ada seseorang yang bermaksud jahat kepada Sheila atau dia ingin membalas dendam." ucap Paman Ferdi.
__ADS_1
"Maksud Paman?" tanya Reno.
"Kamu tahu kan, Sheila dan aku berulang kali menggagalkan beberapa kasus yang sudah menjerat beberapa orang penting. kemungkinan besar mereka yang sudah mendapatkan hukuman, mereka tidak bisa menerima dan meminta anak buahnya untuk menyerang Sheila dan menakut-nakuti wanita itu." jawab Paman Ferdi.
"Jika sampai mereka melakukan hal itu Aku tidak akan tinggal diam saja, Paman. akan kuberi mereka pelajaran." jawab Reno yang kemudian mematikan ponselnya.
Reno pasti akan membalas dendam kepada orang yang sudah melukai Sheila. Dia meminta beberapa teman premannya untuk mencari tahu mengenai beberapa kasus yang sudah pernah dipegang oleh kekasihnya tersebut.
"Aku minta Kalian cari tahu dengan jelas mengenai semua yang aku minta, kalian jangan pernah melepaskan satu informasi pun. jika kalian tidak melakukan apa yang aku minta Maka jangan harap kalian akan bernafas lega." ancam Reno.
"Tenang saja bos, kami akan melakukan apa yang Bos minta. kami akan segera mendapatkan informasi mengenai orang yang sudah melukai calon istrimu itu. tenang saja pastikan saja Kalau kami akan mendapatkan hadiah seperti yang selalu Bos berikan." ucap seorang pria di sebuah tempat.
"Oke, kamu tenang saja akan kuberikan seperti yang biasa aku berikan padamu. lakukan apa yang aku minta jangan sampai kalian gagal." pinta Reno yang kemudian mematikan ponselnya.
Seorang pria berdiri di belakang Reno dan terus mendengarkan pembicaraan calon menantunya tersebut. Gunawan nampak menatap dan mendengarkan semua pembicaraan pria itu, Gunawan yakin kalau Reno adalah pria yang paling tepat untuk menjaga putrinya. karena itu Gunawan akan mempercayakan putrinya itu kepada pria yang ternyata mempunyai catatan gelap di Amerika .
"Reno!" Gunawan berjalan mendekati Reno, Reno sendiri yang sedang memikirkan sesuatu itu seketika pria itu terkejut dia menoleh dan menatap Gunawan yang sudah berada di belakang tubuhnya.
"Aku akan mendapatkan informasi mengenai pria itu, Paman. Jangan khawatir aku tidak akan membiarkan dia lepas begitu saja, seperti apapun dia dan bagaimanapun dia aku pasti akan mendapatkannya. darah dibalas darah nyawa dibalas nyawa luka dibalas luka." jawab Reno yang kemudian mengajak Gunawan untuk pergi ke kantin rumah sakit untuk membicarakan sesuatu. ketika berada di kantin Rumah Sakit terlihat Reno berbicara begitu serius kepada Gunawan mengenai insiden yang terjadi kepada Sheila.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1