
KEESOKAN HARI
Dengan semua pemikiran yang dimiliki oleh Reno, pria itu sudah bersiap-siap untuk mencari keberadaan orang-orang yang sudah membuat dirinya merasakan kemarahan. disebut tempat Reno sudah menemukan beberapa preman yang sudah dia minta untuk mencari tahu mengenai orang yang sudah berani menembak Sheila.
"Apakah kalian sudah menemukan orang-orang yang aku minta Kalian cari?" tanya Reno kepada teman-temannya.
"Kamu tenang saja bos, kami akan mencari orang-orang itu, lagi pula kenapa harus terburuk-buru. kita lakukan saja seperti beberapa tahun yang lalu atau seperti biasanya kita lakukan, kita kejar mereka seperti mereka itu mainan yang harus kita ambil. Bagaimana?" tanya teman-teman Reno.
"Bagus kalau begitu, kalian lakukan seperti yang kalian inginkan. Yang penting aku sudah menemukan orang-orang yang sudah membuat calon istriku merasakan kesakitan, kalian mengerti?" pintar Reno.
"Tentu saja bos, kami sudah mengerti. tentang saja, lagi pula Kami akan membantu Bos untuk mencari tahu pria yang sudah menembak kakak ipar." jawab teman-teman Reno.
"Aku ingin pria itu segera mendapatkan hukuman, berani sekali dia mengusikku." ucap Reno yang kemudian berdiri sembari melihat kedua tangannya.
"Jangan melakukan hal-hal yang berbahaya, Bos. ingatlah wanita itu, katanya kamu mencintainya jangan buat dirimu hancur dengan kembali ke masa lalu. kamu tidak boleh hancur dengan semua yang sudah kamu perjuangkan sekarang." pinta teman-teman Reno.
"Aku tidak akan melakukannya jika masalah ini sederhana, mereka sudah mencoba untuk melukai kekasihku. aku tidak akan membiarkan mereka hidup begitu saja, lihat saja akan kubuat mereka menjadi santapan atas semua yang sudah mereka lakukan, akan kubuat mereka merasakan kematian yang tidak mudah." Reno menggenggam erat kedua tangannya. pria itu sudah memutuskan untuk memberikan hukuman bagi orang-orang yang sudah membuat Sheila terluka.
Berani sekali mereka melakukan hal itu, mereka salah jika mereka menganggap apa yang mereka lakukan itu sesuatu yang sederhana. lihat saja Reno akan memberikan mereka sesuatu yang mungkin tidak akan pernah mereka bayangkan.
BRAKKK...,
Reno menggebrak salah satu meja. pria itu tidak akan melepaskan Siapa saja yang sudah membuat Sheila terluka.
"Aku minta pada kalian segera beritahu aku jika kalau sudah mendapatkan informasi mengenai pria itu. Aku tidak akan membiarkan dia lepas begitu saja, Lihatlah aku pasti akan memberikan dia hukuman yang sangat fatal, dia sudah melukai wanitaku dia tidak akan bisa keluar dari rumah sakit hidup-hidup." ujar Reno.
"Aku pasti akan melakukan semua yang sudah mereka lakukan, Tenanglah Bos semuanya akan berjalan sesuai kesepakatan, bos tenang saja." teman-teman Reno yang berusaha untuk menenangkan pria itu.
"Baiklah kalau begitu, aku akan kembali dulu Oh ya terima kasih karena kalian selalu membantuku." ucap Reno.
"Tentu kami yang harus berterima kasih, bos. karena kamu selalu membantu kami, kami masuk ke jurang yang begitu dalam sedangkan kamu membantu kami keluar dari masalah yang selalu menjerat kami." jawab teman-teman Reno yang kemudian menjabat tangan Reno.
__ADS_1
Entah Masa Lalu apa yang dimiliki oleh Reno hingga membuat pria itu berusaha sekuat mungkin untuk tidak kembali ke masa lalunya.
TIGA PULUH MENIT KEMUDIAN
"Selamat siang!" seru seorang wanita.
"Selamat siang, Ma." jawab Reno.
"Oh ya, apakah sudah ada perkembangan mengenai orang yang sudah menabrak Sheila?" tanya Mirasti.
"Sebentar lagi aku akan mendapatkan informasi itu, ma. Memangnya ada apa?" tanya Reno.
"Kamu tidak akan berbuat sesuatu kan, Reno?" tanya Mirasti yang takut jika putranya melakukan sesuatu. Wanita itu sudah mengetahui apa yang dilakukan oleh Reno di Amerika, Karena itu Mirasti tidak ingin putranya terjerat oleh sesuatu hingga membuat dia akan hancur.
"Tenang saja Ma, aku tidak akan melakukan hal itu. Aku tidak mau Sheila membenciku." jawab Reno.
"Baguslah kalau begitu, Mama tidak ingin kamu kembali seperti dulu, Reno. Mama pasti akan kehilangan kamu." ucap Mirasti yang kemudian memeluk putranya.
"Tenanglah, ma. Mama jangan khawatir aku akan mendapatkan orang-orang yang sudah menembak Sheila. tenang saja jangan khawatir seperti itu." pinta Reno.
Sore itu setelah pulang dari perusahaannya Reno pergi ke tempat Gunawan untuk melihat kondisi Sheila yang sudah pulang dari rumah sakit.
"Reno, masuk Ten." ajak Safira yang melihat Reno sudah berada di rumah.
"Bagaimana kondisi Sheila, Tan?" tanya Reno.
"Dia sudah lebih baik, kamu tahu sendiri kan kalau sekarang dia itu lagi bermalas-malasan. mungkin dia menganggap kalau sekarang ini dia sedang liburan di rumah." ucap Safira yang membuat Reno tersenyum.
"Tentu saja Tan, Putri Tantr itu kan jarang sekali berlibur." ucap Reno.
"Oh ya Reno, Kenapa sih kamu tidak panggil tante dengan panggilan Mama dan suamiku papa? kan sekarang kamu itu calon menantu mama ucap Safira.
__ADS_1
"Memangnya boleh ya, Tan?" tanya Reno.
"Bagaimana tidak boleh sih, Ya tentu harus dong. Kamu ini gimana sih masa Sheila aja manggil mamamu dengan panggilan Mama. kok kamu manggil aku dengan panggilan tante sih, kamu itu lucu banget deh." gerutu Safira yang membuat Reno tersenyum.
"Oke deh, kalau begitu aku panggil mama ya kalau begitu." ucap Reno yang membuat Safira ikut tersenyum.
"Oya, Ren. Bagaimana kalau besok kamu ajak Sheila jalan-jalan ke mana gitu." Safira yang memberi Reno saran.
"Memangnya mau diajak ke mana ma, apa jalan-jalan ke mall?" tanya Reno.
"Dia tidak suka jalan-jalan ke mall, kamu ajak dia pergi ke pegunungan atau ke mana gitu. Dia itu suka pemandangan yang bagus." jawab Safira.
"Bagaimana kalau Mama sama papa besok ikut sama aku jalan-jalan ke daerah wisata?" tanya Reno.
"Kalau ke daerah wisata Nanti Suamiku itu ujung-ujungnya akan mengajak ke puncak, ke villa kami." ucap Safira yang membuat Reno menganggukkan kepalanya.
"Lalu, bagaimana Ma?" tanya Reno.
"Kalau begitu mending kamu ajak dia nonton bioskop aja, Bagaimana? lebih simpel kan daripada kamu ngajak Kami jalan-jalan, nanti ujung-ujungnya Suamiku itu membuat rusuh, mengganggu kalian dan tidak akan membiarkan kalian bersenang-senang di manapun." Safira sangat tahu bagaimana sifat suaminya. karena hal itu Safira mencoba untuk memberi peringatan kepada Reno untuk mengajak Sheila ke tempat yang lebih muda daripada ke puncak nanti ujung-ujungnya ke villa mereka.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
__ADS_1
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan