KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Keraguan Ivan


__ADS_3

Akhirnya Ivan sudah memutuskan untuk memilih, dia tidak ingin buta karena cinta.


"Tuan." panggil Aisyah.


"Sudah, Aisyah." jawab Ivan yang kemudian kembali membuka beberapa berkasnya.


Aisyah benar-benar kebingungan dengan kejadian hari ini, dia tidak ingin hubungannya dengan sang kakak hancur karena seorang pria. tapi tidak terbersit pikiran Aisyah untuk mengambil Ivan dari kakaknya, terlihat Zaskia sendiri wanita itu keluar dengan kekesalan yang sangat luar biasa, dia meninggalkan perusahaan Ivan dengan semua unek-uneknya yang selama ini.


"Dasar brengsek kurang ajar, lihat saja aku pasti akan melakukan sesuatu. Aku tidak akan membiarkan wanita brengsek itu mencoba untuk mengambil suamiku. lihat saja aku tidak akan membiarkannya bersama dengan Ivan." ucap Zaskia yang kemudian mencari taksi untuk pergi ke suatu tempat.


Aisyah benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan, perasaan seperti ini terkadang membuatnya tidak tahu apa yang harus dia lakukan. terkadang Aisyah merasa tertekan dengan semua perlakuan dari kakaknya, hari ini Zaskia mempermalukan Aisyah dengan begitu buruknya. wanita itu mengatai dia sebagai wanita murahan tidak tahu diri dan lain sebagainya.


"Aisyah, kamu sudah mempersiapkan beberapa berkas?" tanya Herman.


"Iya Mas sudah." jawab Aisyah.


"Lalu, apa bisa kamu ikut aku untuk mengambil beberapa berkas beberapa bulan lalu yang ada di gudang?" tanya Herman.


"Iya, sebentar Mas." jawab Aisyah yang kemudian berpamitan kepada Ivan.


"Tuan, saya ke gudang dulu untuk mengambil beberapa berkas." ucap Aisyah.


Ivan hanya menganggukkan kepalanya, tidak ada jawaban yang keluar dari mulutnya. Aisyah sedikit takut juga sedikit kebingungan, tapi apa yang terjadi semuanya sudah terjadi. hari ini Herman nampak menatap wajah Aisyah yang begitu kebingungan, pria itu mencoba untuk mencari tahu apa yang terjadi kepada Aisyah.


"Ada apa, Aisyah?" tanya Herman kepada Aisyah.


"Tidak apa-apa Mas." jawab Aisyah.

__ADS_1


"Bolehkah aku berkata sesuatu, tapi kamu jangan marah ya." ucap Herman.


"Iya ada apa Mas." jawab Aisyah.


"Sebenarnya tadi terdengar rumor sampai ke tempatku mengenai kakakmu yang marah-marah ke perusahaan. apa Iya?" tanya Herman.


Aisyah tidak bisa berbohong karena wanita itu bukan tipe seorang wanita munafik. "Iya Mas." jawab Aisyah.


"Ada apa, Kenapa Kakakmu tiba-tiba marah?" tanya Herman.


"Dia mengira aku mendekati Tuan Ivan, Mas." jawab Aisyah.


"Kenapa bisa seperti itu?" tanya Herman kembali.


"Aku tidak tahu Mas, kakakku benar-benar sangat marah dengan semua yang terjadi." jawab Aisyah yang kemudian membuka pintu gudang bekas.


ketika Aisyah sudah pergi dari ruangannya terlihat Ivan menghela nafasnya, Dia benar-benar sangat merasa bersalah kepada Aisyah. dia tidak tahu Zaskia akan melakukan tindakan seburuk itu, Ivan benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan wanita yang sudah menjadi kekasihnya selama 2 tahun tersebut. diajak menikah jawabannya selalu belum siap dan dia ingin menjadi wanita sukses dulu, namun jika ingin menjadi wanita sukses dia harus bekerja untuk mendapatkan kesuksesan itu, namun apa yang terjadi bukannya menjadi sukses tapi Zaskia adalah seorang wanita yang tidak ingin capek melakukan pekerjaan.


Kepala Ivan benar-benar sangat pening, dia tidak bisa menahan semua kelakuan Zaskia yang sangat buruk. "Lebih baik aku keluar perusahaan dahulu." ucap Ivan yang terlihat hendak keluar dari kantornya, namun ketika pria itu membuka pintu kantornya seorang pria berdiri di sana dengan tatapan mata yang benar-benar menunjukkan ketidaksukaan.


"Papa." ucap Ivan ketika melihat papanya sudah ada di depan kantornya.


"Kita ke tempat Papa atau di sini?" tanya Gunawan yang membuat Ivan keluar ke tempat papanya.


Ketika mereka berada di kantor Gunawan nampak Gunawan menatap putranya dengan tatapan mata yang begitu kecewa. "Sekarang kau jelaskan atau Papa yang bicara?" tanya Gunawan yang membuat Ivan seketika tahu ke mana arah pembicaraan papanya tersebut.


"Maafkan aku Pa, tapi aku tidak tahu harus mengatakan apa." jawab Ivan.

__ADS_1


"Apakah harus seperti ini, Ivan? wanita itu tidak pernah sekalipun menghargai kamu, kamu ini seorang pria Jika kamu terus menerus bersama dia dan dia tidak pernah menghargaimu, Lalu bagaimana nanti rumah tanggamu? bagaimana nanti kehidupanmu, bagaimana nanti kau menjalani kewajibanmu sebagai seorang pria dan suami?" tanya Gunawan yang membuat Ivan terdiam.


"Boleh kita mencintai seorang wanita dengan tulus hingga buta, Ivan. tapi cinta itu ada tempatnya, perasaan itu harus ada harganya. jika cintamu tidak dihargai dan perasaanmu Tidak dianggap lalu apa yang harus kamu lakukan? Papa yakin semuanya tidak akan berjalan seperti yang kamu inginkan, semenjak awal Papa tidak pernah menyukai kehadiran wanita itu. haruskah Papa mengatakan Bagaimana perlakuannya kepada mamamu? bagaimana sikap yang ditunjukkan oleh wanita itu kepada mamamu, haruskah Papa menjelaskan semuanya itu, Ivan?" tanya Gunawan yang membuat Ivan benar-benar tidak mampu menjawab pertanyaan papanya tersebut.


"Aku tahu Pa, tapi berikan aku waktu untuk menyelesaikan masalahku ini." jawab Ivan.


"Aku minta padamu sebagai seorang Papa untuk memikirkan apa yang harus kamu lakukan, Ivan. jadilah seorang pria yang mempunyai prinsip, ketangguhan dan tanggung jawab Lihatlah wanita yang kau cintai dari berbagai sudut, dari cinta, perasaan menghargai toleransi dan kasih sayang. lihatlah dari semua sisi itu, Papa harap kamu akan menemukan seorang wanita yang lebih baik, Papa tidak ingin kamu hancur hingga kamu tidak bisa terbangun." ucap Gunawan yang kemudian meminta Ivan untuk segera kembali ke kekantornya.


"Aku keluar sebentar Pa, aku izin sama papa untuk beberapa jam." ucap Ivan.


"Baiklah kalau begitu, tenangkan hatimu dan cobalah pikirkan apa yang Papa katakan." jawab Gunawan yang kemudian meminta putranya untuk pergi dari kantornya.


Entah apa yang harus di lakukan oleh Ivan, pria itu tidak ingin cinta benar-benar membunuhnya, Ivan tidak ingin mempunyai cinta buta hingga menghancurkan segalanya. lambat laun perasaan cinta yang dimiliki oleh Ivan kepada Zaskia memang sedikit surut, entah karena kehadiran Aisyah atau apapun itu, namun sekarang ketakutan Ivan akan kehilangan Zaskia benar-benar tidak mempengaruhi pria itu baik dalam pikiran Ivan sekarang, Zaskia pergi atau tidak dia tidak peduli dia ingin menata karirnya dia ingin memperbaiki hidupnya. dia ingin mempunyai seorang wanita yang bisa menghargai mamanya dengan semua perasaan yang dia miliki.


Cinta yang dimiliki oleh si kembar kepada Safira tidak akan pernah berubah walau ada kehadiran wanita yang lain, bagi mereka Safira adalah seorang wanita luar biasa dengan semua cinta yang sudah diberikan oleh wanita itu.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri

__ADS_1


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan


__ADS_2