KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Ayo kita cari tahu


__ADS_3

Keesokan hari akhirnya Rudi akan berangkat ke Bogor sesuai dengan apa yang diucapkan kemarin. pagi itu terlihat Rudi mengantarkan sang istri terlebih dahulu ke Toko swalayan.


"Daaa..,sayang." ucap Rudi yang berpamitan kepada sang istri.


"Hati-hati di jalan ya mas." seru Safira.


Setelah melambaikan tangan akhirnya Safira masuk ke toko swalayan.


"Apakah kamu benar-benar sudah siap, Safira?" tanya Amel.


Hari ini secara spesial Lulu ditugaskan oleh Bu Esti untuk memantau Toko swalayan, sedangkan dia bersama dengan Amel dan Safira akan mencari tahu apakah benar kalau Rudi mempunyai kekasih seperti yang dikabarkan oleh seseorang melalui pesan di ponsel Safira.


"Baiklah kalau begitu kita berangkat, kita akan lihat apakah benar kalau suamimu menjemput sahabatmu terlebih dahulu." ucap Bu Esti.


Safira menganggukkan kepalanya, dia akan tahu apakah benar seperti yang dikatakan oleh si penipu misterius mengenai suaminya. saat mereka baru meninggalkan Toko swalayan terlihat mobil yang dikendarai oleh Rudi memang berhenti di sebuah gang tempat tinggal putri.


DEG...


Jantung Safira benar-benar tersentak saat melihat sang suami berhenti di depan tempat putri.


"Kenapa suamimu berhenti di sana, Fira?" tanya Amel kepada Safira.


Tak Ada jawaban yang keluar dari mulut Safira, sesaat kemudian wanita itu menatap Bu Esti yang ada di sampingnya. "Itu adalah gang rumah temanku Putri." jawab Safira.


Ketiga orang itu langsung saling menatap satu sama lain, Mereka benar-benar terkejut dengan jawaban yang diucapkan oleh Safira.


"Maksudmu?" tanya Amel.


Sesaat kemudian Putri keluar dari gang tersebut Lalu masuk ke mobil Rudi, tatapan mata Safira menatap semua adegan yang di pertunjukan oleh dua orang penghianat itu. Bu Esti dan Amel langsung menutup mulut mereka ketika mereka melihat sebuah adegan yang benar-benar sangat menyebalkan, Rudi keluar dari mobil sembari membuka pintu mobilnya untuk Putri. tidak lupa juga Putri memberikan ciuman di pipi Rudi seolah Mereka berdua adalah sepasang suami istri.


DEG...


jantung Safira kembali tersentak saat melihat adegan yang ada di depannya itu, apa yang bisa dikatakan oleh Safira. ternyata pesan yang dikirim oleh orang misterius itu benar-benar terjadi, Pesan yang mengatakan kalau kamu tidak boleh terlalu percaya dengan suamimu. Safira menatap nyalang pemandangan yang ada di depannya itu, tiba-tiba air matanya mengalir, rasa sakit itu benar-benar sangat luar biasa.

__ADS_1


Ingin sekali Safira keluar dari mobil dan menanyakan hal itu kepada suaminya, namun Bu Esti langsung menghentikan Safira dan meminta wanita itu untuk diam di dalam mobil.


"Tenanglah Fira, kamu tidak boleh seperti ini." ucap Bu Esti.


Lambat laun semua kebusukan dua orang itu diketahui Safira, akhirnya Amel juga dengan berani menunjukkan video Rudi yang sedang berjalan-jalan dengan Putri di pusat perbelanjaan. seketika Amel langsung tidak sadarkan diri, wanita itu benar-benar tidak mampu menahan beban yang ada di hatinya. ternyata suaminya benar-benar berselingkuh ternyata struk belanja itu adalah milik Putri.


** Satu bulan kemudian **


Hari ini Putri datang ke rumah Safira dengan membawa beberapa buah dan makanan, untuk wanita itu menggunakan alasan menjenguk Safira karena sudah beberapa hari ini Putri tidak melihat Rudi di kantornya.


"Kamu baik-baik saja, Fira?" tanya Putri.


"Iya, aku baik-baik saja." Jawab Safira.


"Kamu ini kenapa sih kok tiba-tiba sakit?" tanya Putri.


"Namanya juga sakit, Masa orang tidak boleh sakit." jawab Safira.


"Di mana Mas Rudi?" tanya Putri kepada Safira.


Dia sedang memasak bubur untukku di dapur." jawab Safira.


Putri menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian wanita itu berpura-pura mau ke kamar mandi. "Oh ya Fir, Aku mau ke kamar mandi sebentar ya. aku mau buang air kecil." ucap Putri.


Safira menganggukkan kepalanya, padahal di dalam hati Safira yakin kalau Putri akan menemui suaminya. penghianatan yang diketahui oleh Safira tidak membuat wanita itu membenci sang suami, rasa cinta yang begitu besar kepada suaminya seakan membuat Putri buta. dia benar-benar tidak mau kehilangan pria yang dia cintai, dia tidak ingin kehilangan suami yang selalu menjaganya.


Safira lebih memilih diam dan berpura-pura tidak tahu walaupun di dalam hati wanita itu benar-benar merasakan sakit yang sangat luar biasa. Putri berjalan keluar dari kamar Safira wanita itu berjalan menuju dapur untuk mencari keberadaan Rudi.


Dua tangan langsung menutup Mata Rudi, Hal itu membuat Rudi sedikit tersenyum karena dia mengira kalau istrinya sedang bercanda dengannya.


"Sayang, kamu kan sedang sakit kok malah di sini sih. Cepat sana kamu berbaring." ucap Rudi yang memegang kedua tangan wanita yang sudah menutup matanya.


"Apaan sih, Aku ini bukan istrimu tahu." jawab Putri yang membuat Rudi langsung menoleh.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan di sini!" bentak Rudi.


"Teriak sana yang keras biar istrimu tahu." jawab Putri.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Rudi kepada putri.


"Memangnya mau apalagi, Tentu saja aku ke sini karena aku mau menemuimu." jawab Putri.


"Kamu ini gila ya, cepat pulang dan jangan di sini." pinta Rudi.


"Memangnya kenapa, toh istrimu tidak akan tahu kan." cibir Putri.


"Safira sedang sakit jangan membuatnya semakin sakit, pergilah dari sini." ucap Rudi yang terlihat menarik tangan putri. pria itu segera mengeluarkan putri dari rumahnya.


Jantung Rudi benar-benar berdebar, jika istrinya tidak sakit bagaimana kalau Safira tiba-tiba memergoki dirinya bersama dengan Putri di dapur tadi. nyatanya Safira sudah mendengar apa yang sudah dikatakan oleh suami dan sahabatnya tersebut. hatinya benar-benar sakit begitu, sakit bagaikan diiris oleh ribuan pisau yang sudah menyayat dirinya.


"Tega sekali kalian melakukan hal ini padaku, haruskah seperti ini? apakah kalian tidak punya malu sama sekali." guman Safira dalam hati yang kemudian masuk kembali ke kamar mandi


Terlihat Safira benar-benar merasakan sesuatu yang begitu luar biasa, sakit itu bagaikan kepahitan yang tidak mungkin ada manis sama sekali. cinta yang begitu luar biasa sayang yang begitu luar biasa itu sudah dikhianati, sesaat kemudian tiba-tiba sebuah pesan masuk kembali ke ponsel Safira, sebuah pesan yang mengatakan kalau suaminya dan Putri akan bertemu di tempat Putri.


Dengan segera Safira meletakkan ponselnya, dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan. raganya serasa tidak ada nyawa sama sekali, hidupnya begitu gelap, penghianatan sang suami benar-benar sudah menyakiti Safira dengan sempurna.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu

__ADS_1


__ADS_2