
"Tapi ayah, jika ayah dan ibu terus menerus memarahi Kak Zaskia apa Kak Zaskia tidak akan marah dengan kita semuanya? biarkanlah Mbak Zaskia itu tenang dengan pemikirannya, Setelah itu kita bicara lagi." ucap Aisyah.
"Ya Allah Aisyah, Kenapa Bukan kamu yang lahir dulu kenapa kakakmu yang hatinya seperti batu itu." ucap Bu Aidah Ibu dari Zaskia dan Aisyah.
"Oh ya Zaskia, katanya kamu sudah diterima kerja di Jakarta. apakah kamu akan berangkat hari ini?" tanya Pak Rohim.
"Benar ayah, hari ini Aisyah mau pamit. Aisyah sudah mengemasi barang-barang Aisyah semuanya. Aisyah mau ke Jakarta untuk bersiap-siap karena besok Aisyah harus interview di perusahaan itu." jawab Aisyah.
"Ya sudah kalau begitu, ayah sama ibu hanya bisa mengirimkan doa untukmu. Ayah berdoa semoga kamu selamat sampai di tujuan kamu harus menjaga dirimu karena kamu itu seorang gadis, jangan bergaul dengan orang-orang yang tidak kamu kenal. kamu harus pandai menjaga dirimu jalani rukun imanmu dan jangan sampai terjerumus pada gelapnya malam dunia perkotaan." ucap Ayah Aisyah.
"Insya Allah ayah, Aisyah akan memegang teguh amanah ayah. ibu juga jaga diri di sini rawat Ayah dengan baik ya, bu. Aisyah Tidak bisa merawat ayah dan ibu." ucap Aisyah.
"Kenapa kamu harus pergi, Aisyah. Ibu benar-benar tidak sanggup kamu tinggal." ucap Bu Aida.
"Jangan seperti itu, ibu. Aisyah ataupun Mbak Zaskia itu sama-sama Putri Ibu. jadi ibu tidak boleh begitu." ucap Aisyah yang kemudian memeluk kedua orang tuanya.
Di tempat lain Ivan benar-benar sangat marah dengan semua pemikiran yang dimiliki oleh Zaskia, tidak pernah terbersit di pikiran Ivan kalau Zaskia begitu tidak menyukai ibunya. Memangnya Apa kesalahan ibunya hingga wanita itu selalu saja melakukan sesuatu dan berusaha untuk menekan Safira.
Akhirnya Ivan kembali dengan menekan emosinya yang dari tadi dia tahan, dia tidak mungkin mengatakan kepada Safira mengenai apa yang terjadi. Ivan hanya bisa diam dia menatap mamanya dengan Tatapan yang begitu nanar.
"Kamu sudah kembali, Ivan?" tanya Safira kepada Ivan.
"Sudah ma," jawab Ivan.
"Kamu sudah menjelaskan dengan baik, bukan?" tanya Safira.
"Sudah, ma." jawab Ivan yang berusaha untuk tersenyum. walaupun senyumnya itu benar-benar begitu palsu.
"Ya sudah kalau begitu, tolong kamu kemasi barang-barangmu ya, oh ya kenapa tadi kamu tidak ajak Zaskia kemarin biar bantu kamu?" tanya Safira.
"Dia sedang sibuk ma." jawab Ivan tanpa mengatakan lebih. langkah kaki Ivan memasuki ruang tengah, terlihat di sana ada indah yang sedang membantu Yufan untuk mengemasi barang-barangnya.
"Ivan, ke mana Zaskia. Kok tidak kamu ajak?" tanya Yufan.
"Sedang sibuk." jawab Ivan yang begitu singkat.
__ADS_1
"Apa dia lagi marah denganmu, Mas?" tanya indah.
"Tidak tuh..," jawab Yufan.
Terlihat indah mengemasi barang-barang Yufan, Safira yang berada di sana kemudian meminta indah untuk makan terlebih dahulu biar tidak kelelahan.
"Indah, kamu makan dulu sana." pinta Safira.
"Iya Ma, Nanti saja setelah selesai membantu Mas Yufan." jawab Indah.
Ivan nampak menatap mamanya yang selalu tersenyum begitu tulus kepada orang lain, Entah mengapa Zaskia selalu saja tidak menyukai apa yang dilakukan oleh Safira. "Mengapa kamu tidak bisa melihat kebaikan mamaku, Kenapa kamu selalu berpikir kalau mamaku adalah orang jahat." guman Ivan yang dari tadi menatap saudara kembarnya yang sedang berbicara dengan kekasihnya.
Yufan dan indah terpaut lima tahun, sedangkan Yufan dan indah usianya sama tapi Zaskia tidak pernah bisa mempunyai pikiran yang dewasa.
Terlihat Ivan memasuki kamarnya, dia menatap nyalang ruangan yang akan kosong tersebut. sebenarnya tidak harus dikosongkan sih hanya membawa beberapa pakaian barang-barang yang diperlukan untuk ke Jakarta. selebihnya seluruh pakaian itu bisa mereka pakai ketika mereka berlibur Kembali ke tempat mereka.
Ivan mengambil beberapa pakaiannya, dia tidak ingin membawa pakaian dalam jumlah yang banyak karena di sana dia bisa membeli pakaian lagi. sekitar 2 jam kemudian terlihat Safira mengetuk pintu kamar Ivan.
TOK..
TOK..
TOK..
Masuk." jawab Ivan.
Seketika Safira memasuki ruangan itu, menatap putranya yang sedang menata pakaiannya. Safira tersenyum kepada Ivan wanita itu mengelus punggung putranya sembari menyentuh wajah Ivan.
"Apa kamu ada masalah, Putra Mama?" tanya Safira.
"Tidak ada apa-apa, Ma." jawab Ivan yang terlihat menyembunyikan perasaannya.
"Kamu sudah bersama mama berapa tahun, Ivan?" tanya Safira dengan begitu lembut.
"Dua puluh tahun, sudah 20 tahun lebih ma. mungkin 21 atau 22." jawab Ivan.
__ADS_1
"Lalu, jika sudah selama itu Apakah kamu bisa menyembunyikan kekesalanmu atau kesedihanmu?" tanya Safira yang membuat Ivan langsung menghentikan seluruh aktivitasnya.
Terlihat Ivan menatap mamanya, memegang tangan kedua wanita itu. "Tidak apa-apa ma, Ivan baik-baik saja. mama percaya kan?" tanya Ivan.
"Tentu saja mama percaya, Ayo kita turun kita makan dulu ini sudah siang." ucap Safira yang kemudian keluar dari kamar Ivan.
Kurang apa Safira sebagai seorang ibu sambung, tidak pernah sekalipun dia bersikap licik ataupun berusaha untuk menyakiti si kembar. itulah perasaan yang selalu dirasakan oleh si kembar ketika ada orang lain yang berusaha untuk menjelek-jelekkan Safira.
Siang itu entah apa yang membuat Zaskia tiba-tiba datang ke rumah Shafira, terlihat wanita itu menatap orang-orang yang ada di sana nampak tertawa bahagia.
"Selamat siang!" seru Zaskia yang sudah memasuki tempat tersebut.
Tatapan mata Safira menatap seorang wanita muda yang sudah masuk ke dalam rumahnya. "Zaskia, Sini masuk!!" seru Safira yang melihat Zaskia Sudah ada di rumahnya.
Seketika wanita itu masuk, namun yang membuat kesal orang-orang yang ada di tempat itu adalah Zaskia bukannya mengucapkan salam ataupun mencium tangan Safira namun wanita itu malah langsung duduk di dekat Ivan sembari mengusir Raihan yang sudah ada di tempat itu.
Sheila dan Yufan saling menatap satu sama lain, kedua makhluk muda itu benar-benar sangat tidak menyukai apa yang dilakukan oleh Zaskia. udah hilang belatung yang bernama Putri malah Sekarang datanglah Zaskia sebagai pengganti tukang onar oh.
Oh ya, bagaimana cerita yang dimiliki oleh Putri? Ternyata Putri masih berada di desa tersebut wanita itu menjadi istri keenam dari bandot tua yang selalu mengejar-ngejar dia. Putri mempunyai hutang yang sangat banyak kesana ke situ ke sana dan kemana-mana dia selalu dikejar oleh para rentenir. karena ingin menghindari para rentenir itu mau tidak mau Putri menjadi istri keenam dari pria tua tersebut.
Setelah menjadi istri dari pria tersebut sedikit banyak kehidupan Putri dihabiskan dengan kesengsaraan, kelima istri dari pria tua sangat tidak menyukai kehadiran Putri karena Putri selalu membuat keonaran, selalu sombong selalu bertingkah sok cantik bahkan selalu menghina para istri pria tua itu dengan semena-mena.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
__ADS_1
- Terlempar ke dimensi kerajaan