KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Asyifa


__ADS_3

KEESOKAN PAGI


Seorang wanita turun dari lantai dua rumah besar tersebut, wajahnya terlihat begitu segar walaupun Tadi malam dia terus merasakan tekanan batin karena mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari Raihan.


Asyifa harus tidur di kursi sofa panjang yang ada di kamar Raihan, pria itu tidak membiarkan Asyifa tidur satu ranjang dengannya. kata-kata kasar bahkan menghina itu selalu dilontarkan oleh Raihan, pria yang selalu memberikan kata-kata manis itu mempunyai kepahitan yang sangat luar biasa.


"Selamat pagi Ma." Asyifa yang baru turun dari kamarnya. dia langsung ke dapur dan melihat Safira sudah mulai memasak.


"Selamat pagi sayang." jawab Safira yang menunjukkan senyumnya tanpa mengatakan apapun.


Asyifa langsung mengikat rambutnya dan mengambil pisau untuk membantu Safira.


"Kamu mau apa Sayang?" tanya Safira.


"Mau bantu Mama." jawab Asyifa.


"Nggak perlu sayang, biar mama masak sama bibi saja." jawab Safira.


"Tidak ma, seorang istri itu harus bisa memasak untuk suami dan keluarganya. Asyifa tidak ingin menjadi wanita tidak berguna di rumah Asyifa." jawab Asyifa sambil tersenyum dan mulai memotong bawang merah dan bawang putih. walaupun Safira tidak terlalu mengenal Asyifa namun dari pandangan matanya Wanita itu dapat melihat kalau wanita muda itu adalah wanita yang tulus baik dan wanita sholehah.


"Oh ya Asyifa, nanti kalau habis masak kamu antar Mama sama kakak-kakakmu ke makam orang tuamu ya." pintar Safira yang membuat wanita muda tersebut langsung terdiam.


"Ke makam orang tua saya, ma?" tanya Asyifa yang kaget.


"Iya, Memangnya kenapa?" tanya Safira sembari menatap menantunya itu.


"Tentu saja untuk berkunjung ke makam mereka, kalau mereka masih hidup kami akan berkunjung ke rumahmu. tapi karena orang tuamu sudah meninggal maka kami Bolehkah berkunjung ke makam orang tuamu? Kami ingin mengucapkan terima kasih karena mereka sudah membesarkanmu dan memberikanmu pada kami." jawab Safira.


Asyifa benar-benar sangat tersentak dengan kata-kata yang diucapkan oleh wanita yang sekarang menjadi mertuanya itu. tidak pernah terbersit di pikiran Asyifa kalau wanita itu akan mendapatkan perlakuan yang begitu baik dari mertuanya. air mata seketika menetes dari kedua bola mata Asyifa. Tak ada kata namun Asyifa dapat melihat kalau wanita yang menjadi mertuanya itu benar-benar begitu baik padanya.


"Terima kasih ya Ma terima kasih karena mama peduli padaku ucap Asyifa yang kemudian memeluk Mama mertuanya Idih jangan peluk-peluk dong tadi tangannya mengiris bawang merah Nanti Mama nangis kena mata Mama canda Safira yang membuat Asyifa Mbak lah menangis tersedu-sedu mertua dan menantu itu saling berpelukan begitu erat tak ada kata namun kelihatannya mereka benar-benar begitu bahagia Asyifa hanya bisa mengatakan apa yang harus dia katakan namun kebaikan hati Safira begitu luar biasa. waktu mulai berjalan sifat yang dimiliki oleh Raihan masih tetap sama dia masih belum bisa menerima kehadiran istrinya walaupun surat pernikahan sudah resmi di sandang buku nikah sudah mereka dapatkan namun tetap saja Raihan tidak akan bisa menerima kehadiran Asyifa selalu menangis dia berdoa kepada Tuhan atas segala yang dia hadapi kali ini Asyifa tidak ingin menangisi nasibnya namun Asyifa ingin menghadapi semua kenyataan ini dengan baik.

__ADS_1


Dua bulan Kemudian


"Selamat pagi Asyifa!" seru Sheila yang baru masuk ke rumah Gunawan.


"Selamat pagi Mbak." jawab Asyifa.


"Papa sama Mama di mana?" tanya Sheila.


"Lagi di dapur mbak, Papa sama Mama lagi masak." jawab Asyifa.


"Kalau mereka berdua ada di dapur mereka tidak akan mungkin masak, Asifa. mereka pasti sedang bercanda gurau, melakukan sesuatu hingga membuat para jomblo akan sakit hati ketika melihat mereka bercanda." ucap Sheila yang membuat Raihan tertawa dengan kata-kata istrinya itu.


"Kenapa tertawa Mas?" tanya Sheila.


"Ya kamu bilang seperti itu, mereka itu orang tuamu." ucap Reno yang membuat Sheila nampak mencibirkan bibirnya.


"Biarin kelakuan mereka itu seperti anak muda kalau diberitahu nggak mau." jawab Sheila yang kemudian meninggalkan Asyifa yang sedang menata bunga di ruang tamu.


"Ada apa mas?" tanya Sheila kepada suaminya.


"Kelihatannya Dicky memberi pesan mengenai Alvaro." jawab Reno.


"Pria itu masih tetap saja mau mengganggu kita, dia itu ingin apa sih? apa ingin aku masukkan penjara dan kubuat dia tidak bisa keluar lagi?" tanya Sheila yang membuat Reno mengangkat kedua tangannya.


"Oh ya Sayang, bisa tidak kamu Mas tinggal sebentar? Mas harus menyelesaikan masalah ini, mas tidak ingin pria itu mengganggu kehidupan kita." ucap Reno.


"Iya Mas hati-hati Ya." jawab Sheila yang kemudian meminta suaminya untuk pergi besok.


Di lain tempat terlihat Alvaro meminta beberapa temannya untuk melakukan sesuatu di salah satu hotel yang dipegang oleh Reno.


"Kalian harus melakukan sesuatu seperti yang aku katakan, jika kalian tidak bisa melakukannya maka bersiap-siaplah aku pasti akan membuat kalian mati mengenaskan dan akan kubuat kalian menderita." ucap Alvaro yang meminta anak buahnya untuk melakukan sesuatu hingga membuat kecelakaan kerja di hotel Nusantara tempat Reno.

__ADS_1


Dicky dan teman-temannya yang sudah mengetahui hal itu tentu saja mereka tidak akan membiarkan hal itu. dengan segera mereka mencari teman-temannya dan melakukan sesuatu untuk menghentikan semua yang dilakukan oleh pria itu.


"Kelihatannya Mereka benar-benar ingin melakukan sesuatu, Dicky." ucap teman-teman Dicky.


"Tentu saja kita akan buat mereka mendapatkan bayaran atas apa yang mereka lakukan. cepat kalian lakukan sesuatu, Aku akan berusaha untuk menyelesaikan permasalahan ini terlebih dahulu." Dicky yang kemudian menelpon Reno untuk segera ke tempat yang sudah dia beritahu.


Reno benar-benar tidak ingin terjebak pada lingkaran dunia hitam, dia lebih memilih untuk menelpon polisi dan mengajak para polisi untuk pergi ke hotel Nusantara. dia harus segera menghentikan semua rencana jahat yang akan dilakukan oleh Alvaro, jika tidak hotel itu akan hancur lebur.


"Cepat lakukan apa yang Aku perintahkan," , perintah Alvaro yang meminta beberapa anak buahnya untuk merusak listrik yang ada di hotel itu. bahkan merusak jaringan lift agar terjadi kecelakaan.


"Di sini banyak kamera CCTV Bos, apa semuanya akan baik-baik saja?" tanya teman-teman Alvaro.


"Tenang saja, semuanya baik-baik saja. aku sudah mematikan CCTV itu jadi kamu tidak usah khawatir." jawab Alvaro.


Tanpa sepengetahuannya masih ada CCTV yang merekam Semua yang dia lakukan, entah bagaimana dia akan hancur Jika semua kejahatannya itu sudah terekam.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam

__ADS_1


__ADS_2