
Gunawan yang mendengar perkataan dari putrinya pria itu benar-benar sangat marah, Entah kenapa wanita itu selalu saja mengganggu keluarganya.
Safira yang berada di belakang tubuh suaminya nampak Wanita itu sangat terkejut luar biasa. "Kenapa dia selalu menggangguku, Kenapa dia tidak pernah berusaha untuk mencari kebahagiaannya sendiri." ucap Safira.
Gunawan benar-benar sangat terkejut ketika melihat istrinya berada di belakang tubuhnya, kata-kata yang diucapkan oleh Safira membuat Gunawan sangat tersentak.
"Sayang," ucap Gunawan.
"Wanita itu sekarang ada di mana Mas, bawa aku ke tempat itu. aku ingin memberikan pelajaran kepada wanita itu." Safira yang benar-benar tidak bisa menahan amarahnya. Tidak ada yang boleh melukai anak-anaknya, walaupun dia adalah orang yang sudah menghianatinya dahulu.
"Tenanglah Sayang." pinta Gunawan.
"Aku tidak mau tenang Mas, aku tidak mau tenang. dari dulu sampai sekarang dia terus-menerus berusaha untuk menyakiti aku, memangnya apa kesalahanku? apa yang aku lakukan hingga dia melakukan hal ini padaku?" tanya Safira.
"Tenanglah, anak-anak sudah melakukan semuanya sayang. kamu tenanglah." pinta Gunawan. pria itu takut jika terjadi sesuatu kepada istrinya, karena hal itu Gunawan meminta Safira untuk menenangkan dirinya.
"Bawa aku ke tempat wanita itu sekarang, Mas. tolong!!" seru Safira yang membuat Gunawan mau tidak mau harus membawa istrinya itu ke sebuah tempat.
"Baiklah sayang, Tenanglah. aku akan membawamu ke tempat itu." jawab Gunawan yang kemudian menelpon putrinya untuk menanyakan mengenai keberadaan mereka.
Sekitar 30 menit lebih perjalanan dilakukan oleh Gunawan dan Safira di sebuah gudang yang memang tidak terpakai. gudang itu digunakan oleh Reno dan teman-temannya untuk melakukan pekerjaan mereka. Safira keluar dari mobil dengan begitu tergesa-gesa, wanita itu menatap sebuah tempat yang ada di depannya. dengan segera Safira membuka pintu itu dengan begitu keras, dia ingin melihat Seperti apakah wanita yang selalu ingin menghancurkannya itu. tatapan mata Safira menatap ruangan itu, sebuah ruangan yang begitu besar dan begitu luas. Langkah kaki Safira memasuki tempat itu, dia berjalan menyusuri ruangan itu untuk mencari keberadaan putrinya.
"Kalian Siapa?" tanya teman-teman Reno.
"Aku orang tua dari Sheila, calon istri Reno." jawab Safira yang membuat teman-teman Reno langsung mengajak sepasang suami istri itu untuk masuk. ketika mereka berada di ruangan itu seketika Safira menatap seorang wanita yang diikat tangan dan kakinya di kursi kayu.
Langkah kaki Safira mendekati Putri dengan raut wajah yang begitu marah. "Sudah lama tidak bertemu, Putri." sapa Safira yang membuat Putri menatap wanita yang begitu dia benci itu.
"Kamu." jawab Putri yang begitu terkejut saat melihat Safira sudah ada di depan matanya.
"Kenapa kamu sangat terkejut seperti itu, Putri. Bukankah kamu mencariku?" tanya Safira.
__ADS_1
"Hahaha Sudah lama aku mencarimu, Tapi sayangnya aku tidak bisa melakukan sesuatu padamu hari ini." jawab Putri.
PLAKK...
PLAKK...
PLAKK....
beberapa tamparan langsung mendarat di wajah Putri dari Safira, wanita itu benar-benar sangat murka luar biasa. "Aku pasti akan membuatmu masuk penjara, lihat saja akan kubuat kamu tidak bisa keluar sampai ajal menjemputmu!!" teriak Safira dengan nada suara yang begitu keras.
Putri yang mendengar teriakan Safira nampak wanita itu hanya tersenyum, mungkin senyuman itu senyuman mengejek kepada Safira. Entahlah tidak ada yang tahu, namun Safira meyakinkan dirinya tidak akan melepaskan Putri begitu saja.
"Akan kubuat kau membusuk di penjara." ancam Safira.
"Hahaha.., Kamu kira aku peduli." jawab Putri yang mengira kalau Safira tidak akan melakukan hal itu.
"Baiklah kalau begitu, aku ingin lihat kamu membusuk di penjara." jawab Safira yang kemudian mengambil ponselnya dan menelpon pihak kepolisian.
"Kenapa aku tidak bisa melakukannya, akan kupastikan kamu membusuk di penjara. Kita lihat siapa yang akan tertawa, kita lihat siapa yang akan mati mengenaskan." jawab Safira yang kemudian menjambak rambut Putri dengan begitu keras. wanita yang terlihat begitu kalem luar biasa itu sekarang menunjukkan amarahnya saat dia tahu siapa orang yang sudah melukai putrinya.
Memang benar pepatah mengatakan kalau harimau pun akan menunjukkan taringnya, jika anak-anak mereka diganggu seperti itulah sekarang yang dialami oleh Safira.
"Kenapa Mama harus menelpon polisi, Aku ingin bermain-main dengannya sebentar, Ma." ucap Sheila.
"Mama mau melihat dia membusuk dipenjara, Mama tidak akan membiarkan dia berkeliaran seperti hantu yang sudah menghancurkan kehidupan mama." jawab Safira.
"Tenanglah, akan kupastikan wanita itu membusuk di penjara. lagi pula kenapa Mama harus susah-susah kemari, sebentar lagi aku mau melihatnya tidak berdaya terlebih dahulu." ucap Sheila sambil menunjuk wajah Putri.
"Kalian brengsek, Aku tidak akan membiarkan kalian melakukan hal itu padaku!!" teriak Putri.
"Kenapa kamu sekarang malah ketakutan, kamu bilang tadi Kalau kamu tidak takut?sekarang saat mamaku melaporkanmu kepada polisi Kenapa kamu ketakutan seperti itu, seharusnya kamu diam cantik tidak usah banyak bergerak biar kamu tidak menimbulkan masalah. satu gerakan saja kamu membuat masalah apalagi Jika beberapa gerakan bahkan beberapa perkataanmu itu." cibir Sheila yang membuat Putri benar-benar terdiam. dia tidak akan pernah mengira wanita selemah Safira itu kalau marah sangat menakutkan apalagi putrinya yang ternyata begitu sadis luar biasa.
__ADS_1
"Kira-kira berapa menit polisi akan datang kemari, Sayang?" tanya Sheila.
"Mungkin 15 menit." jawab Reno.
"Ya sudah kalau begitu, kita biarkan dia seperti ini saja. aku mau lihat bagaimana wanita ini merasakan kehausan dan kelaparan." ucap Sheila yang kemudian mengajak kedua orang tuanya untuk keluar dari gudang itu.
"Aku benar-benar tidak pernah mengira kalau wanita itu sekarang menakutkan." guman putri dalam hati ketika jantungnya terus berdebar dan membayangkan saat para polisi itu menangkapnya. umurnya sudah tua, Dia sudah berusia 45 tahun lebih. Namun semua yang dia lakukan akan membuatnya membusuk di penjara.
"Aku tidak mau membusuk dipenjara." ucap Putri lirih.
Tak berselang lama para polisi benar-benar datang ke tempat itu, mereka langsung menangkap Putri yang berada di gudang. suara teriakan Putri menggema di ruangan itu ketika dirinya benar-benar ditangkap oleh para polisi.
"Selamat membusuk di penjara!!" teriak Sheila sembari melambaikan tangan ke arah Putri. Hal itu membuat Putri sangat marah, dendam yang bertahun-tahun ditimbun oleh Putri sekarang bertambah ketika para polisi itu menangkapnya.
"Aku tidak mau dibawa ke kantor polisi!!" teriak Putri.
"Diamlah Nyonya, kamu sudah melakukan percobaan pembunuhan kepada seseorang." jawab Pak polisi yang kemudian menarik paksa Putri ke mobil dan membawanya ke kantor polisi.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
__ADS_1
- Terlempar ke dimensi kerajaan